Menteri Keuangan Purbaya copot Dirjen Anggaran Kemenkeu Luky Alfirman dari jabatannya sejak 21 April 2026, menyusul terungkapnya celah pada sistem perangkat lunak Ditjen Anggaran yang membuat pengadaan 21.801 unit motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) lolos, meskipun sebelumnya telah ditolak oleh Menkeu.
Sistem Software DJA Bobol: Dirjen Anggaran Purbaya Dicopot Usai Pengadaan Motor Listrik MBG Lolos
Purbaya secara terbuka mengakui kegagalan sistem penganggaran internal Kementerian Keuangan. Menurut Purbaya, pengadaan puluhan ribu motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program MBG seharusnya tidak pernah terealisasi karena sudah ditolaknya pada tahun sebelumnya.
Namun, anggaran pengadaan tersebut ternyata tetap “melenggang” keluar dari sistem akibat adanya celah keamanan pada perangkat lunak milik Direktorat Jenderal Anggaran (DJA). Purbaya menyebut celah itu kini telah diperbaiki untuk mencegah kejadian serupa.
“Itu software dari Ditjen Anggaran, sedang diperbaiki sehingga tidak kebobolan kayak kemarin. Ya kan kebobolan, tahun lalu. Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN, jadi sudah saya tolak.” – Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, dalam konferensi pers APBN KiTa, 7 Mei 2026
Saat dikonfirmasi wartawan soal kaitan pencopotan Luky Alfirman dengan kasus motor listrik MBG, Purbaya tidak memberikan jawaban tegas. Pernyataannya yang singkat justru memicu perhatian luas.
“Mungkin karena motor MBG. Anda tebak saja sendiri.” – Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, di Kantor Kemenkeu Jakarta, 11 Mei 2026
Dua Dirjen Eselon I Kemenkeu Dicopot Bersamaan pada 21 April 2026
Pencopotan Luky Alfirman berlangsung bersamaan dengan pencopotan Febrio Nathan Kacaribu dari posisi Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal. Kedua posisi strategis eselon satu itu dikosongkan pada tanggal yang sama, yaitu 21 April 2026.
Purbaya mengonfirmasi bahwa pelantikan pejabat baru pengganti keduanya dijadwalkan pada 12 Mei 2026. Selama posisi kosong, kursi tersebut diisi oleh Pelaksana Harian (Plh).
BGN Tetap Realisasikan 21.801 Unit Motor Listrik Meski Sempat Ditolak
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengonfirmasi bahwa pihaknya telah merealisasikan pengadaan sebanyak 21.801 unit motor listrik dari target awal 25.644 unit. Dadan menegaskan bahwa pengadaan tersebut sudah masuk dalam rancangan anggaran 2025 sejak awal.
“Pengadaan motor listrik ini sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan operasional Program MBG, khususnya untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.” – Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional, dalam keterangan resmi, 9 April 2026
Dadan juga menyebutkan bahwa realisasi pengadaan baru dilakukan pada 2026 karena harus mengikuti mekanisme administrasi dan proses keuangan pemerintah yang berlaku. Nilai total pengadaan motor listrik itu dikabarkan mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Pembenahan Sistem Anggaran DJA Dijanjikan Usai Celah Teknis Terungkap
Purbaya memastikan bahwa Kementerian Keuangan sedang melakukan pembenahan total terhadap sistem perangkat lunak Ditjen Anggaran setelah celah teknis terungkap. Ia menyebut sistem baru ini akan lebih ketat dalam menyaring pengajuan belanja kementerian dan lembaga.
Insiden ini melempar sorotan tajam terhadap akuntabilitas sistem penganggaran negara. Publik mempertanyakan bagaimana anggaran berskala besar dapat lolos dari sistem yang selama ini dianggap sebagai “benteng” pengawasan APBN, terlebih ketika penolakan sudah dinyatakan oleh Menteri Keuangan sendiri.
Adapun Luky Alfirman, yang dicopot atas dugaan kelalaian dalam mengawasi celah sistem itu, tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp52,2 miliar berdasarkan laporan LHKPN 2025.
Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp17.500 per Dolar AS, Ternyata ini Penyebabnya

