Site icon Beritaenam.com

Rupiah Melemah ke Rp17.978 per Dolar AS, Kurs Jual BI Tembus Rp18.006

rupiah melemah

Rupiah melemah 0,42 persen ke level Rp17.978 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin, 28 September 2026. Kurs jual Bank Indonesia bahkan menembus Rp18.006 per dolar AS.

Rupiah Melemah Mendekati Level Rp18.000

Pelemahan rupiah sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan. Pada awal sesi, rupiah turun sekitar 0,21 persen ke level Rp17.940 per dolar AS.

Pada perdagangan akhir pekan sebelumnya, kurs referensi JISDOR tercatat Rp17.917 per dolar AS. Dengan penutupan Senin, rupiah bergerak makin dekat ke level psikologis Rp18.000.

Kurs transaksi Bank Indonesia (BI) pada hari yang sama mencatat kurs jual Rp18.006,58 dan kurs beli Rp17.827,42 per dolar AS.

“Kurs yang berlaku di bank atau money changer dapat berbeda karena dipengaruhi spread dan kebijakan masing-masing penyedia jasa valuta asing.” — Bank Indonesia

Sikap Iran Soal Selat Hormuz Tekan Mata Uang

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terbesar datang dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sikap keras Iran terkait akses Selat Hormuz disebut membebani pasar.

“Pelemahan rupiah hari ini sangat dipengaruhi oleh sikap keras Iran.” — Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas

Ibrahim menambahkan, ketidakpastian pasar diperberat penantian rilis data ekonomi AS. Data tersebut meliputi inflasi PCE, ISM Manufaktur, dan Nonfarm Payrolls.

Faktor lain yang membuat rupiah melemah adalah penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Fluktuasi harga minyak mentah dunia turut memengaruhi pergerakan kurs.

Harga Minyak Jauh di Atas Asumsi APBN 2026

Harga minyak mentah dunia bergerak di atas US$90 per barel. Angka itu jauh melampaui asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar US$70 per barel.

Harga minyak sempat mencapai US$125,53 per barel pada 24 September 2026. Lonjakan harga itu menimbulkan risiko terhadap inflasi, beban fiskal, dan keseimbangan eksternal Indonesia.

Pada Senin, 28 September 2026, harga minyak Brent tercatat naik 3,19 persen ke US$107,65 per barel. Harga minyak WTI naik 3,37 persen ke US$95,52 per barel.

Bank Indonesia Perluas Transaksi Mata Uang Lokal

Gubernur BI Destry Damayanti sebelumnya menyoroti kebijakan moneter ketat di negara maju sebagai sumber tekanan. Ia menyebut fenomena suku bunga tinggi dalam jangka lama dapat memengaruhi stabilitas rupiah.

Destry juga menyinggung potensi pergeseran aliran modal dari negara berkembang ke negara maju. Pergeseran itu turut menjadi perhatian bank sentral.

Sebagai respons, BI memperluas kerja sama transaksi dalam mata uang lokal dengan negara mitra. Bank sentral juga menambah likuiditas mata uang alternatif, seperti yuan dan yen, untuk meredam tekanan.

Rupiah melemah 75 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.903 per dolar AS.

Ibrahim juga menyoroti eskalasi di kawasan Timur Tengah di luar Selat Hormuz. Arab Saudi menyatakan telah mencegat dua rudal balistik dan dua pesawat nirawak yang diluncurkan kelompok Houthi pada Sabtu.

Serangan rudal Iran yang melukai delapan marinir AS di Selat Hormuz turut disebut sebagai sentimen negatif. Serangan kelompok Houthi terhadap kapal komersial di Laut Merah juga menambah tekanan.

Di dalam negeri, harga minyak mentah Indonesia (ICP) tercatat US$81,68 per barel pada Juli 2026. Angka itu sudah melampaui asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel.

Kondisi rupiah melemah terjadi bersamaan dengan koreksi di pasar saham. Pada hari yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,51 persen ke level 6.147,86 dan asing mencatat jual bersih Rp1,13 triliun.

Harga emas dunia juga turun 3,97 persen ke US$4.114,98 per ons troi pada perdagangan Senin. Level itu merupakan yang terendah sejak 5 Agustus 2026.

Selisih antara kurs jual dan kurs beli BI pada hari itu sekitar Rp179 per dolar AS. Destry Damayanti menjabat Gubernur BI sejak Agustus 2026, menggantikan Perry Warjiyo. Konteks lebih luas dapat dibaca pada proyeksi ekonomi Indonesia 2026 versi OECD.

Rupiah melemah ke Rp17.978 per dolar AS di tengah ketegangan Iran dan AS, penguatan dolar, serta tingginya harga minyak. Kurs jual BI tercatat di atas Rp18.000 per dolar AS.

Exit mobile version