Serangan Rusia di Pryluky, wilayah Chernihiv, Ukraina, menghantam sebuah gedung apartemen pada Rabu pagi, 7 Oktober 2026. Otoritas Ukraina menyebut sedikitnya 20 orang tewas, lima di antaranya anak-anak.
Kronologi Serangan Rusia di Pryluky
Serangan terjadi sekitar pukul 06.30 waktu setempat, menurut keterangan warga yang dikutip AFP melalui detik. Rudal menghantam apartemen lima lantai hingga separuh bangunan runtuh.
Seorang warga, Olena Sayun, mengatakan ia dan keluarganya sedang tidur saat serangan terjadi. Perempuan berusia 40 tahun itu bekerja sebagai terapis pijat.
“Kami berada di rumah, sedang tidur.” — Olena Sayun, Warga Pryluky
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut tiga korban anak berusia satu tahun dan satu anak berusia delapan tahun. Jenazah anak kelima ditemukan di bawah reruntuhan pada Rabu malam.
Puluhan orang terluka dalam serangan Rusia di Pryluky tersebut. Zelensky mengatakan tujuh anak termasuk di antara korban luka.
Pryluky merupakan kota di wilayah Chernihiv, Ukraina bagian utara. Wilayah Chernihiv berbatasan langsung dengan Rusia dan Belarus.
Jumlah Korban Terus Bertambah
Jumlah korban yang dilaporkan berubah seiring proses evakuasi. Pada Rabu siang, Gubernur Chernihiv Vyacheslav Chaus menyebut 13 orang tewas, termasuk empat anak, serta 50 orang terluka, menurut Reuters.
Laporan awal kantor berita Ukrinform dan Interfax-Ukraina sebelumnya mencatat empat hingga lima korban tewas. Pada Rabu malam, CNN Indonesia melaporkan 14 korban tewas, sementara Media Indonesia melaporkan 19 korban tewas.
Ukrainska Pravda kemudian melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan Rusia di Pryluky naik menjadi 20 orang, termasuk lima anak. Angka yang sama dilaporkan detik dan kumparan pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kumparan juga mencatat total korban tewas akibat rangkaian serangan Rusia di Ukraina hari itu mencapai 28 orang.
Zelensky menyatakan kemungkinan masih ada warga yang terjebak di bawah reruntuhan. Tim penyelamat bekerja tanpa henti di lokasi, menurut CNN Indonesia.
Serangan Bersamaan di Sejumlah Kota
Serangan Rusia pada hari yang sama juga menyasar sejumlah kota lain. Dua orang tewas di Kremenchuk, dua orang di Oleksandriya, dan dua orang di Kyiv akibat kebakaran di distrik Darnytskyi, menurut detik.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko melaporkan korban tewas dalam serangan terpisah di ibu kota. Detik mencatat dua korban lain tewas dalam serangan berikutnya di Kyiv.
Kumparan mencatat serangan pada malam yang sama juga menyasar wilayah Dnipropetrovsk, Kharkiv, dan Poltava. Layanan darurat Ukraina dalam laporan awal mencatat 15 orang terluka di Pryluky, termasuk anak-anak, menurut CNN Indonesia.
CNN Indonesia mencatat lima apartemen terkena serangan di Dnipro. Sebuah bangunan di Zaporizhzhia juga terdampak serangan drone, tanpa laporan korban.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan Rusia meluncurkan sedikitnya 50 rudal dan 130 drone pada malam itu, menurut kumparan. Ukraina menyatakan berhasil mencegat 5 rudal balistik, 39 rudal jelajah, dan lebih dari 100 drone. Kontan melaporkan angka berbeda, yakni 70 rudal.
Zelensky menyebut Rusia juga menargetkan infrastruktur energi Ukraina dalam gelombang serangan tersebut. Rangkaian konflik ini menambah ketegangan geopolitik global, menyusul berbagai upaya diplomasi seperti pertemuan Sekjen PBB dengan Presiden Iran.
Zelensky Sebut Serangan sebagai Teror yang Disengaja
Zelensky menuduh Rusia sengaja menargetkan warga sipil. Ia juga menyebut serangan Rusia di Pryluky sebagai hadiah bagi ulang tahun Presiden Rusia Vladimir Putin, yang genap berusia 74 tahun pada 7 Oktober 2026.
Melalui platform X, Zelensky menulis bahwa Rusia menghancurkan bangunan hunian di Pryluky sebagai hadiah untuk ulang tahun Putin, menurut CNN Indonesia.
“…adalah pilihan teror yang sepenuhnya disengaja.” — Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina
Zelensky kembali meminta dukungan sistem pertahanan udara dari negara mitra. Ia menyampaikan duka cita untuk semua keluarga dan orang-orang tercinta yang tewas.
“Kami membutuhkan pertahanan udara baru.” — Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina
Rusia melancarkan invasi ke Ukraina sejak Februari 2022. Hingga Kamis, upaya gencatan senjata permanen belum menghentikan pertempuran, dan pencarian korban serangan Rusia di Pryluky masih berlangsung. Simak berita internasional lainnya.








