Serangan Rusia ke Kyiv kembali terjadi pada Senin (6/7/2026) dini hari dan menewaskan sedikitnya 14 orang. Ibu kota Ukraina itu menjadi sasaran serangan besar untuk kedua kalinya dalam sepekan, dengan 46 orang lainnya mengalami luka-luka termasuk lima anak-anak. Rangkaian serangan ini kembali menegaskan kerentanan infrastruktur sipil Ukraina di tengah eskalasi yang terus meningkat.
Kronologi Serangan Rusia ke Kyiv
Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, menyatakan sedikitnya 11 orang tewas di Kyiv. Tiga korban jiwa lainnya dilaporkan berada di wilayah sekitar Kyiv, sesuai keterangan otoritas layanan darurat. Serangan berlangsung sepanjang malam dengan rentetan rudal balistik dan drone. Data awal ini masih dapat berubah seiring proses evakuasi dan identifikasi korban di lapangan.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengonfirmasi rudal balistik Rusia menghantam sejumlah bangunan di berbagai wilayah kota. Serangan itu memicu kebakaran di beberapa kompleks apartemen. Petugas menyatakan empat gedung hunian terkena langsung di wilayah Podilskyi. Detail insiden bisa dibaca pada laporan Liputan6.
Distrik Podilskyi dan Darnytskyi di bagian timur menjadi titik terparah, menurut kantor kejaksaan Ukraina. Tim penyelamat masih mencari korban di antara puing-puing sementara petugas pemadam kebakaran menggunakan truk tangga untuk menjangkau lantai atas gedung yang terbakar.
Serangan Kedua dalam Sepekan
Serangan Rusia ke Kyiv ini terjadi hanya beberapa hari setelah gempuran serupa pada Kamis (2/7/2026) dini hari yang menewaskan 31 orang, menjadi serangan paling mematikan di ibu kota Ukraina sepanjang tahun 2026. Sebelum serangan Senin, Presiden Volodymyr Zelensky telah memperingatkan bahwa Moskow menyiapkan gelombang serangan besar kedua ke Kyiv.
Zelensky mendesak sekutu-sekutu Ukraina agar tidak menunda pengiriman rudal pertahanan udara. Menurutnya, sistem Patriot menjadi kunci untuk menghadapi serangan rudal balistik Rusia. Ia juga meminta Amerika Serikat memberikan lisensi kepada Ukraina untuk memproduksi rudal Patriot sendiri.
“Setiap penundaan pengiriman rudal bagi pertahanan udara kami berarti hilangnya nyawa dan hanya akan mendorong Rusia untuk terus melanjutkan perang.” — Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina
Serangan ini berlangsung menjelang pertemuan tingkat tinggi NATO di Turki pekan ini. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu Zelensky untuk mendorong upaya baru mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak invasi Rusia pada Februari 2022. Perkembangan lain di Timur Tengah dan geopolitik dunia dapat dilihat pada laporan pemakaman Ali Khamenei.
Klaim Moskow dan Serangan Balik Ukraina
Rusia menyatakan sasaran operasi mereka adalah fasilitas militer dan infrastruktur energi Ukraina, bukan warga sipil. Serangan ini disebut sebagai balasan atas meningkatnya operasi drone Ukraina yang menargetkan wilayah Rusia dalam beberapa waktu terakhir.
Ukraina juga meningkatkan serangan balik. Pada malam yang sama, Kyiv mengklaim berhasil menyerang sebuah kilang minyak di wilayah Nizhny Novgorod, Rusia. Serangan Ukraina di dekat Sevastopol, Semenanjung Krimea, juga sempat mengganggu pasokan listrik di kota tersebut. Skala eskalasi terbaru bisa dilihat pada liputan Beritasatu.
Kesaksian Warga dan Dampak Kemanusiaan
Warga berusia 22 tahun bernama Alyona menunggu kabar temannya, Vika (19), yang masih hilang setelah serangan tersebut. Ia mengaku terus menunggu tim penyelamat menemukan temannya di lokasi. Serangan Rusia ke Kyiv kali ini juga merusak sejumlah blok apartemen, gudang penyimpanan, dan bengkel garasi.
“Rumah kami terbakar. Oleg sedang mengevakuasi tetangga kami dari rumah yang terbakar, sementara saya menelepon semua layanan darurat di tengah ledakan yang terus terjadi.” — Iryna Plekhova, Warga Kyiv
Layanan darurat Ukraina menyebutkan sedikitnya 15 bangunan tempat tinggal rusak atau hancur dalam serangan pada Kamis pekan lalu. Sejak invasi skala penuh dimulai pada Februari 2022, ribuan warga sipil Ukraina dilaporkan tewas akibat serangan Rusia di Kyiv maupun kota-kota lainnya.
Respons Sekutu Barat dan Bantuan Baru
Serangan Rusia ke Kyiv juga memicu reaksi dari sejumlah negara Eropa yang mendukung Ukraina. Pemerintah Jerman dan Prancis kembali menegaskan komitmen bantuan militer, termasuk pengiriman amunisi dan sistem pertahanan udara jangka menengah. Uni Eropa disebut sedang mempersiapkan paket sanksi tambahan terhadap sektor keuangan Rusia yang akan diumumkan dalam pertemuan darurat pekan depan.
Bagi warga Kyiv, hari-hari mendatang akan lebih banyak diisi kesiapsiagaan di dekat perlindungan darurat dan pembelajaran mandiri tentang penanganan kebakaran. Sejumlah komunitas warga di Podilskyi mulai mengorganisasi sesi latihan pertolongan pertama serta pemetaan lokasi shelter terdekat agar korban dapat diminimalkan pada serangan berikutnya.








