Update terbaru 9 WNI yang ditangkap militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 resmi dibebaskan dan telah tiba di Istanbul, Turki, pada Kamis malam, 21 Mei 2026. Menteri Luar Negeri RI Sugiono memastikan seluruh WNI dalam kondisi selamat setelah melalui proses diplomasi intensif selama empat hari.
Kronologi Penangkapan di Perairan Siprus
Pencegatan armada Global Sumud Flotilla 2.0 oleh militer Israel terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, sekitar pukul 11.00 waktu Turki, di perairan internasional Mediterania Timur dekat Siprus. Lima WNI ditangkap pada hari pertama, dua lainnya menyusul sehari kemudian, dan pada Rabu dini hari, 20 Mei 2026, seluruh sembilan WNI telah dikonfirmasi berada dalam tahanan Israel.
Kesembilan WNI itu terdiri dari empat jurnalis dan lima relawan kemanusiaan, yang tergabung dalam misi bersama lebih dari seribu relawan dari 45 negara, menggunakan lebih dari 70 kapal yang berangkat dari Spanyol, Turki, Yunani, dan Italia. Mereka sempat ditahan di Penjara Ktziot, Israel, sebelum akhirnya dideportasi melalui Bandara Ramon/Eilat.
“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki.” – Menlu Sugiono, Kamis 21 Mei 2026
Penyambutan Meriah di Istanbul
Video yang dikirimkan Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, kepada Kompas.com pada Jumat (22/5/2026), merekam suasana penyambutan di Istanbul. Takbir terdengar menyambut bus-bus yang mengangkut para aktivis. Warga Istanbul berbaris di pinggir jalan mengenakan kefiyeh, kain khas Palestina, sambil melambaikan mawar merah.
Koordinator GPCI memastikan seluruh delegasi Global Sumud Flotilla, termasuk sembilan WNI, telah dibebaskan dari penahanan pada Kamis, 21 Mei 2026. Di Istanbul, para WNI menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Indonesia.
“Tim hukum Adalah terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan seluruh aktivis, termasuk WNI, dapat keluar dengan aman tanpa penundaan tambahan.” – Harfin Naqsyabandy, Koordinator Media GPCI
Upaya Diplomatik Indonesia
Menurut Sugiono, pembebasan ini merupakan hasil koordinasi intensif pemerintah Indonesia melalui Direktorat Perlindungan WNI, KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul. Pemerintah juga menjalin komunikasi aktif dengan Turki dan Yordania karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel.
Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Turki yang berperan aktif memfasilitasi pemulangan para relawan. Seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran dimaksimalkan guna memastikan perlindungan penuh bagi para WNI.
Status Terkini
Per Jumat, 22 Mei 2026, kesembilan WNI sudah mendarat di Istanbul dan tengah menjalani prosedur kesehatan. Pemerintah Indonesia memastikan akan terus mengawal proses kepulangan hingga seluruh WNI tiba di Tanah Air.

