Wasekjen Demokrat Usulkan Koalisi Jokowi-Ma’ruf Dibubarkan, Begini Jawaban Tegas TKN

61
Amin Verry Surya Hendrawan.

beritaenam.com, Jakarta – Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin Verry Surya Hendrawan tak setuju usulan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik tentang pembubaran koalisi. Terutama, di kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Pernyataan bahwa Koalisi Indonesia Kerja (KIK) harus pula dibubarkan karena mengawetkan permusuhan dan memelihara potensi benturan dalam masyarakat adalah sangat tidak relevan dan mengada-ada,” kata Verry di Jakarta, Minggu, 9 Juni 2019.

Menurutnya, koalisi Jokowi tetap solid hingga lima tahun mendatang. soliditas koalisi diyakini akan berbanding lurus dengan konsistensi membangun Indonesia lebih maju.

Menurut Verry, soliditas akan membuta partai koalisi Jokowi-Ma’ruf terus melakukan kontrol terhadap pemerintahan.

Ia menegaskan, KIK terbentuk dengan tujuan menyatukan sinergi untuk membangun bangsa dan negara. KIK berkomitmen mendukung Jokowi menjadi presiden di periode 2019-2024.

“Artinya, lima tahun ke depan KIK perlu terus berperan mengawal pemerintah dalam menyelesaikan program-program yang ditawarkan dalam masa kampanye,” tegas Verry.

Sekjen Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu mengatakan kehadiran KIK juga selalu memberi dampak positif untuk Indonesia. Partai koalisi Jokowi-Ma’ruf selalu memberikan narasi positif kepada masyarakat.

“Ini positif untuk demokrasi Kita, Karena semangat ini akan terus dikedepankan dan ditularkan ke semua pihak,” ujar Verry.

Verry juga tidak setuju dengan saran Rachland agar koalisi Adil dan Makmur milik Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibubarkan. Menurut Verry, koalisi Prabowo-Sandi perlu tetap ada sebagai tim yang ikut mengontrol pemerintah.

Pertarungan gagasan antara dua koalisi ini juga diperlukan untuk saling mengintrospeksi kinerja masing-masing.

“Karena sejatinya kita dapat selalu menjadi sparring partner yang baik dan sehat, menjadi unsur koreksi dan penyeimbang, demi bersama-sama memajukan negeri tercinta ini,” kata Verry, seperti dikutip dari medcom.id

Sebelumnya, Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik menyarankan calon presiden Jokowi dan Prabowo membubarkan koalisi mereka. Langkah itu dinilai bisa mencegah benturan di masyarakat.

“Pak @prabowo, Pemilu sudah usai. Gugatan ke MK (Mahkamah Konstitusi) adalah gugatan pasangan capres. Tak melibatkan peran partai. Saya usul, Anda segera bubarkan koalisi dalam pertemuan resmi yang terakhir. Andalah pemimpin koalisi, yang mengajak bergabung. Datang tampak muka, pulang tampak punggung,” tulis Rachland melalui akun Twitter pribadinya @RachlanNashidik, Minggu, 9 Juni 2019.

Tak lama kemudian, Rachland kembali mencuit. Ia menyarankan capres petahana Jokowi melakukan hal serupa. Ia menilai langkah itu bakal mengurai ketegangan di akar rumput.

“Anjuran yang sama, bubarkan koalisi, juga saya sampaikan pada Pak @jokowi. Mempertahankan koalisi berarti mempertahankan perkubuan di akar rumput. Artinya mengawetkan permusuhan dan memelihara potensi benturan dalam masyarakat. Para pemimpin harus mengutamakan keselamatan bangsa,” kicau Rachland.