Wiranto: “Jangan Diputar-putar, Saya Dipecat Hanura.”

52

Tersiar kabar konflik internal Partai Hanura antara kubu Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang ( OSO) dan kubu mantan Menko Polhukam Wiranto.

Beritaenam.com – “Saya berterima kasih kepada Presiden yang telah menawarkan saya duduk di Dewan Pertimbangan Presiden. Itu menandakan Presiden Jokowi tidak pernah meninggalkan kita,” kata OSO.

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, yang beken dipanggil OSO ini untuk Wantimpres. Tapi, “Saya lebih memilih bersama saudara-saudara saya para kader.”

Mencintai dan ingin membesarkan Partai Hanura, demikian OSO menyebut komitmennya.

Sementara itu, justru tersiar kabar konflik internal Partai Hanura antara kubu Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang ( OSO) dan kubu mantan Menko Polhukam Wiranto.

Wiranto dipilih Jokowi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) periode 2019-2014.

“Saat ini, saya menyatakan mundur dari Ketua Dewan Pembina Hanura,” kata Wiranto saat menggelar konferensi pers di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta.

“Tugas sebagai Wantimpres ini sangat kompleks, jadi tidak mungkin saya nyambi,” kata pria yang sempat menjadi ikon Hanura dan sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam).

“Saat ini, saya menyatakan mundur dari Ketua Dewan Pembina Hanura. Mengapa? Ini kesadaran saya,” kata Wiranto, menyebut tugas sebagai dewan pertimbangan presiden sangat kompleks dan tidak ringan.

Dia berharap pengunduran dirinya dari Partai Hanura tidak dipolitisir. “Jadi, diputar-putar. Wiranto dipecat, Wiranto mengkhianati partai, jangan. Saya sudah duluan ini,” ungkap Wiranto.

“Anda bisa berpikir jernih, bagaimana mungkin pendiri partai yang mendirikan partai membesarkan partai lolos dua kali pemilu sampai hati menghancurkan partainya sendiri. Tidak ada,” tegas mantan Panglima ABRI itu.”Terpaksa saya menjawab secara politis, saya tidak merasa menghancurkan partai,” Wiranto memaparkan.

“Saya menyatakan mundur dari Ketua Dewan Pembina Hanura. Ini kesadaran saya,” kata Wiranto, menyebut tugas sebagai dewan pertimbangan presiden sangat kompleks dan tidak ringan.