Indonesia-Prancis, Kerjasama Pertahanan

96

Beritaenam.com — Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Paris membahas kerja sama bilateral dengan Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly. Dalam konteks, memajukan industri pertahanan Indonesia.

Indonesia-Prancis merupakan mitra strategis kerja sama pertahanan, khususnya di bidang yang dapat perkuat alutsista TNI dan memajukan industri pertahanan Indonesia.

Prabowo melakukan serangkaian pertemuan dengan perusahaan industri pertahanan di bidang pesawat tempur, kapal, radar dan sistem avionic, serta amunisi.

Dalam mengekselerasi kemajuan industri pertahanan di Indonesia serta penguatan sistem alutsista TNI melalui transfer teknologi, peningkatan penggunaan kandungan lokal dan juga peningkatan kapasitas SDM.

KBRI Paris menyebut, kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis terus menguat. Pada 2017, kedua negara menyepakati Letter of Intent (LoI) atau Pernyataan Kehendak untuk peningkatan kerja sama pertahanan termasuk kerja sama kelautan dan keamanan maritim.

“Sejak 2013, Indonesia dan Prancis telah memiliki forum Dialog Pertahanan Indonesia-Prancis (Indonesia-France Defense Dialogue/IFDD) yang diselenggarakan setiap tahun. Melalui Dialog tersebut, fokus area kerja sama dan pembahasan meliputi bidang seperti pelatihan dan pendidikan, saling kunjung, dan counter-terorism,” terang Dubes Indonesia untuk Prancis, Arrmanatha Nasir dalam keterangan tertulisnya.

Arrmanatha melanjutkan, kunjungan Menhan Prabowo ke Prancis dilakukan pada 11-13 Januari Januari 2020 dan didampingi oleh Asisten Khusus Menhan, Ketua KKIP, Asops KASAU dan Danseskoal TNI.

Pertemuan ini diawali rangkaian kegiatan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara khususnya dibidang pertahanan.

Selain mengunjungi beberapa perusahaan industri pertahanan, Prabowo turut bertemu Menhan Prancis Florence Parly. Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Parly sepakat memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia-Prancis demi memajukan industri pertahanan Indonesia.

Kedua menteri sepakat menuangkan penguatan kerja sama pertahanan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama Bidang Pertahanan (DCA).

Prabowo mencatat selama 70 tahun hubungan bilateral berlangsung, kerja sama pertahanan RI-Prancis berjalan sangat baik.

Menurut dia, peluang memperkuat kerja sama pertahanan di antara kedua negara masih terbuka lebar dan layak dimanfaatkan sebaik mungkin.

Prabowo dan Parly sepakat bahwa DCA dapat diselesaikan pada 2020 ini sebagai rangka kekerja sama pertahanan RI-Prancis di masa depan.

Beberapa isu yang menjadi perhatian DCA yakni kerja sama pelatihan dan pendidikan, pengembangan industri pertahanan, kerja sama bidang sains dan teknologi industri pertahanan, kerja sama intelijen, peace keeping operations, kemanusiaan, dan pemberantasan terorisme.

Pada tahun 2017, kedua negara juga telah menyepakati Letter of Intent (LoI) untuk peningkatan kerja sama pertahanan, termasuk kerja sama kelautan dan keamanan maritim.

Pada tahun 2013, Indonesia dan Prancis juga telah memiliki forum Dialog Pertahanan Indonesia-Prancis (Indonesia-France Defense Dialogue/IFDD) yang diselenggarakan setiap tahun.

Melalui Dialog tersebut, fokus area kerja sama dan pembahasan meliputi bidang seperti pelatihan dan pendidikan, saling kunjung, dan pemberantasan terorisme.