Beritaenam.com
  • Kawula Muda
  • Catatan Agi
  • Viral
  • Seks
  • Jabar
    • Bandung Raya
No Result
View All Result
  • Kawula Muda
  • Catatan Agi
  • Viral
  • Seks
  • Jabar
    • Bandung Raya
No Result
View All Result
Beritaenam.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Soal Pamflet Jumatan Prabowo di Semarang, MUI: Tidak Pada Tempatnya

admin by admin
15/02/2019
in Nasional
0
Soal Pamflet Jumatan Prabowo di Semarang, MUI: Tidak Pada Tempatnya

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi.

7
SHARES
103
VIEWS

beritaenam.com, Jakarta – Pamflet atau spanduk terkait kegiatan Salat Jumat yang akan dihadiri Prabowo Subianto di Masjid Agung Semarang disoal oleh Ketua Takmir KH Hanief Ismail. KH Hanief khawatir apabila kegiatan Jumatan tersebut bakal dipandang sebagai kegiatan politik.

“Kami sampaikan ulang bahwa masjid sebagai tempat ibadah kami tidak keberatan digunakan siapapun selama penggunaannya untuk ibadah. Ketika timnya Pak Prabowo sampaikan kepada kami mau salat, kami persilakan. Masjid Kauman kami kelola untuk melayani umat Islam,” kata Hanief , Kamis (14/2).

“Kami merasa keberatan saat ditemukan ada pamflet seperti itu seakan masjid jadi ajang kampanye,” jelasnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) setuju dengan pendapat KH Hanief Ismail terkait adanya penyebaran pamflet tersebut. Menurut MUI, jika bukan musim kampanye, mungkin tak akan ada masalah dengan adanya pamflet tersebut.

“Saya kira takmir masjid sudah benar, bahwa siapa pun boleh menunaikan Salat Jumat di Masjid Agung Kauman Semarang, yang beliau masalahkan itu kan adanya pamflet dan spanduk di sekitar masjid apakah itu dibenarkan menurut peraturan perundang-undangan. Meskipun bentuknya hanya ucapan selamat datang dan pemberitahuan atau undangan untuk melaksanakan Salat Jumat bersama Pak Prabowo,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi, Kamis (14/2/2019) malam.

“Kalau tidak sedang musim kampanye mungkin hal tersebut tidak masalah, tetapi karena sekarang sedang musim kampanye sehingga ada kesan seolah-olah kegiatan Salat Jumat tersebut bernuansa politik,” imbuhnya.

MUI menilai, tak ada salah dengan ajakan Salat Jumat. Namun adanya penyebaran pamflet dan spanduk adalah hal lain yang dianggap tidak pada tempatnya.

“Sebenarnya shalat Jumatnya tidak masalah karena itu sudah menjadi kewajiban setiap muslim, tetapi pamflet dan spanduknya itu yang menurut saya kurang pada tempatnya,” tutur Zainut.

“MUI meminta hal tersebut tidak usah dibesar-besarkan. Serahkan saja hal itu kepada Bawaslu untuk menilai dan menyelesaikan masalahnya, apakah ada hal yang dilanggar dengan tersebut atau tidak,” lanjutnya, seperti dilansir dari detik.com

Diberitakan sebelumnya takmir Masjid Kauman Semarang keberatan dengan adanya pamflet ajakan yang tersebar di medsos serta spanduk selamat datang dan poster capres cawapres nomor 02 di dekat Masjid Kauman.

Pihak masjid tidak melarang Prabowo untuk Salat Jumat, hanya saja khawatir pamflet dan spanduk itu membuat masjid seolah menjadi tempat berpolitik. Saat ini selain postingan pamflet dihapus, spanduk dan poster di dekat Masjid Kauman sudah dicabut.

Tags: MUIPamfletPilpres 2019Prabowo Subiantosalat jumatZainut Tauhid Sa'adi
Previous Post

Ma’ruf Amin: Urang Sunda Tidak Milih Urang Sunda Jadinya Sunda Kabina-bina

Next Post

Cak Imin: Ma’ruf Amin Jadi Pilar Utama Kekuatan Politik Pak Jokowi

admin

admin

Next Post
Cak Imin: Ma’ruf Amin Jadi Pilar Utama Kekuatan Politik Pak Jokowi

Cak Imin: Ma'ruf Amin Jadi Pilar Utama Kekuatan Politik Pak Jokowi

Beritaenam.com berisi orang-orang profesional. Sudah lulus Uji Kompetensi Dewan Pers. Berintegritas dan berpengalaman di dunia jurnalistik.

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan

No Result
View All Result
  • Kawula Muda
  • Catatan Agi
  • Viral
  • Seks
  • Jabar
    • Bandung Raya

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan