Beritaenam.com
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • HUKUM
    • SELEBRITI
  • HIBURAN
    • MUSIK
    • FILM
    • KULINER
    • Wisata
  • GAYA HIDUP
    • SEKS
    • KESEHATAN
    • KECANTIKAN
  • OLAHRAGA
    • WISATA
    • SEPAK BOLA
    • OTOMOTIF
  • CATATAN AGI
  • News
  • Viral
  • Kawula Muda
No Result
View All Result
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • HUKUM
    • SELEBRITI
  • HIBURAN
    • MUSIK
    • FILM
    • KULINER
    • Wisata
  • GAYA HIDUP
    • SEKS
    • KESEHATAN
    • KECANTIKAN
  • OLAHRAGA
    • WISATA
    • SEPAK BOLA
    • OTOMOTIF
  • CATATAN AGI
  • News
  • Viral
  • Kawula Muda
No Result
View All Result
Beritaenam.com
No Result
View All Result
Home News

Obat Yang Sempat Disebut Menyembuhkan Virus Corona

Masih Ingat?

by admin
20/12/2020
in News
A A
0

Sejak Desember 2019 virus corona baru atau COVID-19 menyebar di seluruh dunia dan mengubah seluruh tatanan kehidupan manusia di Bumi.

Sebelum vaksin untuk virus corona ini ditemukan, sejumlah obat digunakan untuk membantu menyembuhkan pasien dengan gejala infeksi virus corona baru. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada obat yang langsung menyembuhkan pasien dari infeksi virus tersebut.

Berikut ini adalah sejumlah obat yang sempat dan atau masih digadang-gadang dapat menyembuhkan atau meringankan gejala pasien yang positif terinfeksi virus corona baru atau COVID-19.

1. Remdesivir

Regulator Amerika Serikat pada awal Mei mengijinkan penggunaan darurat remdesivir sebagai obat untuk pasien virus corona baru atau COVID-19, karena dianggap dapat membantu pasien pulih dengan cepat.

Remdesivir pun menjadi obat pertama yang diklaim telah terbukti membantu memerangi infeksi virus corona baru. Remdesivir buatan Gilead Sciences sempat dinyatakan sebagai obat yang dapat mempersingkat waktu pemulihan hingga 31 persen atau rata-rata sekitar empat hari untuk pasien terinfeksi COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.

Namun pada November obat ini kemudian tidak lagi direkomendasikan untuk pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit, karena tidak ada bukti bahwa obat produksi Gilead ini dapat menyelamatkan nyawa atau mengurangi kebutuhan penggunaan ventilator, kata panel Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

2. Hydroxychloroquine dan chloroquine

Pada pertengahan Maret, sebuah studi dipublikasikan dalam jurnal Cell Discovery mengungkapkan bahwa hydroxychloroquine yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit malaria ini, berpotensi menghambat infeksi SARS-CoV-2 atau penyebab COVID-19.

Hydroxycloroquine memiliki struktur kimia dan mekanisme yang sama seperti chloroquine, yaitu menghambat masuknya SARS-CoV dengan mengubah glikosilasi reseptor ACE2 dan lonjakan protein.

Menurut pada peneliti, penerapan hydroxychloroquine pada pasien cukup efisien bila dilakukan dengan dosis yang aman dan sifatnya lebih sedikit beracun daripada chloroquine. Namun penggunaan jangka panjang tetap dapat menimbulkan keracunan.

WHO pada bulan Mei mendesak Indonesia untuk menangguhkan penggunaan kedua obat tersebut karena masalah keamanan.

Reuters sempat melaporkan bahwa WHO juga telah memberikan rekomendasi kepada Kementerian Kesehatan Indonesia supaya penggunaan obat-obatan tersebut harus ditangguhkan.

Erlina Burhan, dokter yang membantu penyusunan pedoman pengobatan virus corona sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia, membenarkan pihaknya juga sudah mendapat nasehat baru dari WHO untuk menghentikan penggunaan kedua obat ini.

3. Deksametason (kortikosteroid)

Banyak kasus COVID-19 disebabkan karena sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan pada virus tersebut sehingga menyerang jaringan yang sehat. Kondisi ini serupa dengan kasus penyakit autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh mengalami “kebingungan” atau anomali dengan jaringan tubuhnya sendiri sehingga kerap kali menyerang sel yang sehat.

Melihat kondisi ini para dokter kemudian menggunakan obat berjenis kortikosteroid untuk mengobati pasien yang terinfeksi COVID-19. Pemberiannya dapat melalui oral atau melalui infus.

Salah satu obat kortikosteroid yang banyak beredar di masyarakat, yaitu deksametason termasuk ke dalam kelompok glukokortikoid sintetik yang memiliki efek anti inflamasi dan imunosupresif, yang mana hal tersebut mendorong semakin dikembangkannya berbagai steroid sintetik dengan aktivitas anti inflamasi dan imunosupresif.

Deksametason kemudian dianggap efektif dalam mengobati pasien yang terinfeksi COVID-19, akibatnya tidak sedikit dari masyarakat Indonesia yang mengonsumsi obat keras ini tanpa resep dokter. Padahal Kepala BPOM Penny Lukito mengingatkan bahwa deksametason dan kortikosteroid lainnya digunakan sebagai obat uji, karena belum terdapat obat yang spesifik untuk COVID-19.

“Deksametason yang digunakan tanpa indikasi medis dan tanpa resep dokter yang digunakan dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan efek samping menurunkan daya tahan tubuh, meningkatkan tekanan darah, diabetes, ‘moon face’ dan ‘masking effect’, serta efek samping lain yang membahayakan,” ujar Penny memberi imbauan supaya masyarakat tidak mengonsumsi jenis kortikosteroid ini tanpa resep dokter.

Selain sejumlah obat kimia di atas, beberapa tanaman herbal ini juga sempat diklaim mampu meringankan gejala infeksi COVID-19, karena dianggap dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Related Posts

lagu birul walidain tia istiana
Musik

Tia Istiana Bersama Syiar Nada Hadirkan Lagu Birul Walidain yang Menyentuh Jiwa

by Al Berlant Ghulam
5 hours ago
0

Tia Istiana menghadirkan lagu Birul Walidain di channel YouTube Syiar Nada dengan cara yang tidak biasa: bukan sekadar melantunkan syair, melainkan seperti menitipkan sebuah surat yang sudah lama tersimpan di dalam dada, ditujukan kepada seseorang yang paling berjasa dalam hidup...

Read more
Israel langgar gencatan senjata AS-Iran

Israel Langgar Gencatan Senjata AS-Iran, Serang Lebanon Ratusan Korban Jiwa & Luka-Luka

6 hours ago
pembelian motor listrik

Video Pembelian Motor Listrik BGN 20.000+ Unit Mendadak Viral

1 day ago
Next Post
Lalu Lintas Internet RI Tumbuh 73 Persen

Lalu Lintas Internet RI Tumbuh 73 Persen

sw-7 minuman sarang burung walet

Beritaenam.com adalah sebuah media independen, tidak memihak dalam pemberitaan, bebas dan tidak terikat dari kepentingan politik dan kelompok tertentu.

Berisi orang-orang profesional yang sudah bertahun-tahun bekerja di dunia jurnalistik.

Tujuan utama kami adalah memberikan berita informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan cerdas mengupas peristiwa.

Kategori

  • Berita
    • Teknologi
  • Catatan Agi
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
    • Seks
  • Hankam
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • Hukum
  • info
  • Internasional
  • Istana
  • Jabar
  • Kawula Muda
  • kesehatan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Metropolitan
  • motogp
  • Narkoba
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
    • Otomotif
    • Sepak Bola
  • Opinion
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • properti
  • Travel
  • Viral
  • Wisata
Beritaenam verified by Dewan Pres
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan

No Result
View All Result
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • HUKUM
    • SELEBRITI
  • HIBURAN
    • MUSIK
    • FILM
    • KULINER
    • Wisata
  • GAYA HIDUP
    • SEKS
    • KESEHATAN
    • KECANTIKAN
  • OLAHRAGA
    • WISATA
    • SEPAK BOLA
    • OTOMOTIF
  • CATATAN AGI
  • News
  • Viral
  • Kawula Muda

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan