Beritaenam.com – Pepatah by Maulana Ardiansyah bukan lagu motivasi biasa yang penuh kata-kata manis tanpa akar. Maulana Ardiansyah menulis lagu ini dengan jujur yang memiliki makna tentang perjuangan setiap perantau dalam mencari uang, tubuh yang pontang panting, tidur kedinginan di malam hari, gerah kepanasan di siang hari. Semua itu Itu adalah hari-hari yang biasa dijalani oleh jutaan perantau Indonesia yang setiap harinya banting tulang di kota orang, jauh dari pelukan keluarga yang paling mereka rindukan.
Tapi di tengah semua perjuangan itu, perantau tidak menyerah pada keputusasaan. Mereka terbiasa berdiri di atas tiga pilar: usaha, doa, dan keyakinan bahwa rezeki sudah diatur Tuhan. Pantang pulang sebelum menang bukan sekadar gaya bicara. Itu adalah janji yang diam-diam dipegang setiap perantau saat meninggalkan kampung halaman. Dan Maulana Ardiansyah menyanyikannya dengan cara yang membuat setiap perantau langsung merasakann “lagu ini seperti ditulis khusus untukku”. Video lirik lagu Pepatah by Maulana Ardiansyah dapat ditonton melalui channel youtube Official Maulana Ardiansyah.
Baca juga: “Insya Allah” Maulana Ardiansyah Raih 50 Ribu Views
Simak lirik lagu pepatah (perantau pantang menyerah) by Maulana Ardiansyah berikut:
Lirik lagu Pepatah by Maulana Ardiansyah:
Begini nasib di perantauan Cari uang sampai banting tulang Kadang-kadang tidur kedinginan Kadang juga gerah kepanasan Begitu susahnya cari uang Pontang panting sampai kelimpungan Tapi aku terus berjuang Demi keluarga yang ku sayang Tak lupa ku berdoa kepada yang kuasa Berakit rakit ke hulu Berenang kita ke tepian Bersakit sakit dahulu Berjuang demi masa depan Berakit rakit ke hulu Berenang kita ke tepian Usaha dan doa selalu Rezeki sudah diatur Tuhan Bertahun-tahun di perantauan Selalu rindu kampung halaman Bukan aku tak mau pulang Pantang pulang sebelum menang Tak lupa ku berdoa pada yang kuasa Berakit rakit ke hulu Berenang kita ke tepian Bersakit sakit dahulu Berjuang demi masa depan Berakit rakit ke hulu Berenang kita ke tepian Usaha dan doa selalu Rezeki sudah diatur Tuhan Berakit rakit ke hulu Berenang kita ke tepian Bersakit sakit dahulu Berjuang demi masa depan Berakit rakit ke hulu Berenang kita ke tepian Usaha dan doa selalu Rezeki sudah diatur Tuhan Yok ayok bekerja Sekeras kerasnya Tapi jangan lupa Pada yang kuasa Yok ayok bekerja Sekeras kerasnya Tapi jangan lupa Pada yang kuasa






