Beritaenam.com
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • MUSIK
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • CATATAN AGI
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • MUSIK
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • CATATAN AGI
No Result
View All Result
Beritaenam.com
No Result
View All Result
Home Berita

Update Blackout Sumatera: 13,1 Juta Pelanggan Terdampak, 4 Warga Tewas Keracunan Asap Genset

by Al Berlant Ghulam
25/05/2026
in Berita, Nasional
A A
0
update terbaru blackout Sumatera

Blackout atau pemadaman listrik massal melanda hampir seluruh Pulau Sumatera pada Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB, berdampak pada 13,1 juta pelanggan PLN di enam provinsi, dan menewaskan empat orang yang diduga keracunan gas karbon monoksida dari genset yang dinyalakan saat listrik padam.

Enam Provinsi Gelap Gulita, Medan Padam 19 Jam

Pemadaman listrik massal blackout Sumatera terjadi secara serentak di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Lampung. Blackout yang berlangsung saat jam sibuk menjelang malam ini membuat lampu lalu lintas mati, jaringan komunikasi melambat, dan aktivitas usaha lumpuh di berbagai kota.

Kota Medan menjadi wilayah paling lama terdampak, dengan listrik padam selama sekitar 19 jam dan baru pulih pada Sabtu (23/5/2026) pukul 13.00 WIB. Di Sumatera Barat, listrik rata-rata pulih pukul 01.00 WIB dini hari, sementara Kota Padang sempat mengalami kemacetan akibat banyaknya warga yang berkendara ke pusat kota untuk mencari tempat mengisi daya ponsel.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Info sementara pukul 18.44 WIB sistem Sumatera Bagian Utara-Sumatera Bagian Tengah terpisah dan Sumatera Bagian Utara padam total.”  – PT PLN (Persero), pernyataan resmi Jumat 22 Mei 2026

Sebagian Riau dilaporkan pulih sekitar pukul 21.00 WIB pada hari yang sama, namun kembali padam pada dini hari. Palembang dan Padang dilaporkan pulih dalam waktu lebih singkat, sementara Aceh sempat pulih malam itu sebelum kembali mengalami gangguan keesokan harinya.

PLN: Cuaca Buruk Picu Putusnya Transmisi 275 kV di Jambi

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan indikasi awal penyebab blackout dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu (23/5/2026). Gangguan berpusat pada ruas transmisi saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 275 kilovolt antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Provinsi Jambi.

“Ini sebagai indikasi awal, ada ruas transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang indikasi awalnya karena gangguan cuaca. Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah.”  – Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero), konferensi pers 23 Mei 2026

PLN menjelaskan, terputusnya jalur transmisi utama menyebabkan sebagian pembangkit mengalami kelebihan pasokan listrik (oversupply) karena aliran daya terputus secara tiba-tiba. Kondisi itu memicu kenaikan frekuensi dan tegangan hingga sistem proteksi bekerja otomatis, sehingga pembangkit langsung keluar dari sistem atau padam secara otomatis. Di sisi lain, wilayah lain justru mengalami defisit daya, memperluas dampak blackout.

“Kami atas nama PT PLN Persero menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang berada di Sumatera, terutama di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh karena adanya gangguan sistem kelistrikan. Kami sekali lagi memberikan upaya yang terbaik, mengerahkan seluruh kekuatan yang kami punya.”  – Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero)

Bareskrim Sita Konduktor Putus, Belum Ada Indikasi Kesengajaan

Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri turun langsung ke lokasi titik putus sambungan SUTET di Tower 175 dan 176 Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, pada Minggu (24/5/2026). Tim dipimpin Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Irhamni, didampingi Puslabfor Bareskrim dan pihak PLN.

“Sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu. Barang bukti berupa konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN untuk diperiksa lebih lanjut.”  – Brigjen Pol Mohammad Irhamni, Direktur Tipidter Bareskrim Polri, 24 Mei 2026

Berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian, sesaat sebelum blackout terjadi terdengar suara menyerupai ledakan dari arah tower transmisi. Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia menyebut temuan sementara mengarah pada faktor cuaca yang mengakibatkan terputusnya kabel transmisi secara tiba-tiba. Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin pada Senin (25/5/2026) juga memastikan tidak ada indikasi sabotase. Investigasi masih terus berlanjut.

4 Korban Tewas, 3 Kritis Keracunan Karbon Monoksida dari Genset

Blackout Sumatera meninggalkan duka mendalam. Setidaknya empat orang meninggal dunia dan tiga lainnya dalam kondisi kritis akibat keracunan gas karbon monoksida dari genset yang dinyalakan tanpa ventilasi cukup selama listrik padam.

Dua korban tewas pertama adalah pelajar berusia 15 tahun, Haikal Arya Kamil dan Gibran Arrasyid, yang ditemukan tidak sadarkan diri di ruang sekretariat Masjid Nurul Huda, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Sabtu (23/5/2026). Keduanya diduga tertidur di dalam ruangan saat genset masjid dinyalakan untuk mengisi daya ponsel. Satu rekan mereka, Burhanuddin Hakim, masih dirawat intensif di Rumah Sakit Yarsi Padang Panjang.

“Pas lampu mati, anak-anak ini berkumpul dan bermain. Karena baterai HP habis, mereka minta tolong hidupkan genset di ruang sekretariat masjid sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka tertidur di ruangan tersebut, dan pagi harinya ditemukan dalam kondisi kritis.”  – Iptu Martheriko, Kapolsek X Koto, kepada awak media 23 Mei 2026

Insiden kedua terjadi di sebuah ruko aksesoris ponsel di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Empat karyawan ditemukan lemas dan tidak sadarkan diri pada Sabtu pagi setelah ruko yang tertutup rapat tidak menunjukkan tanda kehidupan. Dua di antaranya meninggal dunia, sementara dua lainnya dilarikan ke RSUD Bidadari Indrapura dalam kondisi kritis.

“Dugaan sementara keracunan asap mesin genset. Kami saat ini masih menyelidiki penyebab tewasnya korban.”  – AKP Rahmat R Hutagaol, Kapolsek Air Putih, Kabupaten Batu Bara

Ribuan Ayam Ternak Mati, Peternak Sumatera Merugi Ratusan Juta

Di balik kegelapan yang melanda enam provinsi, para peternak di Sumatera menanggung kerugian ekonomi yang tidak terkira. Kandang-kandang ayam broiler modern yang bergantung sepenuhnya pada sistem pendingin dan sirkulasi udara berbasis listrik menjadi yang paling parah terdampak. Tanpa aliran listrik selama berjam-jam, suhu dalam kandang tertutup melonjak tajam dan ribuan ekor ayam ternak mati lemas karena kepanasan dan kekurangan oksigen.

Salah satu kasus paling berat yang terdokumentasi berasal dari Aceh Barat Daya, di mana seorang peternak kehilangan 18.000 ekor ayam akibat blackout. Kerugian material yang ditaksir mencapai Rp784,2 juta itu bahkan mendorong peternak bersangkutan mengambil jalur hukum dengan menggugat PLN atas kelalaian pelayanan. Pengamat Ekonomi-Politik Dian Agustina menilai kerugian di sektor peternakan ini merupakan bentuk nyata dari dampak sistemik yang selama ini diabaikan.

“Jangan bilang pemadaman ini sekadar mati lampu. Ini penghentian paksa terhadap kegiatan ekonomi rakyat.”  – Dian Agustina, Pengamat Ekonomi-Politik, 23 Mei 2026

Kerugian serupa dengan pola yang sama pernah terjadi pada blackout Sumatera Juni 2024, ketika gangguan pada SUTET 275 kV ruas Linggau-Lahat di Sumatera Selatan menewaskan ratusan ekor ayam milik peternak di Ogan Ilir, dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah per kandang. Kini, dua tahun berselang, peternak kembali harus menanggung beban kerugian serupa tanpa kepastian kompensasi. Ekonom Gunawan dari Sumatera Utara memperingatkan bahwa kematian massal ternak juga berpotensi mendongkrak harga daging ayam di pasar dan memicu inflasi pangan di kawasan terdampak. Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Muzammil Ihsan menyebut, selain ternak unggas, bahan pangan yang disimpan di lemari pendingin rumah tangga dan restoran juga rusak massal akibat blackout berkepanjangan.

“Pemadaman listrik berhari-hari telah menyebabkan kerugian ekonomi, terganggunya aktivitas usaha, rusaknya bahan pangan, matinya bibit-bibit hewan ternak unggas, lumpuhnya aktivitas perdagangan, hingga terhambatnya jaringan komunikasi masyarakat. Ini bukan persoalan kecil karena yang dirugikan adalah rakyat.”  – Muzammil Ihsan, Koordinator Pusat BEM SI, 25 Mei 2026

 

Warga dan Legislator Tuntut Kompensasi: Blackout Berulang Sejak 2024

Gelombang tuntutan kompensasi mengalir deras dari berbagai penjuru Sumatera pascablackout. Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen menyatakan PLN telah ingkar janji setelah memadamkan listrik hampir 24 jam, jauh melampaui estimasi pemulihan 6 sampai 8 jam yang sebelumnya diumumkan. Sekretaris Komisi III DPRD Medan David Roni Ganda Sinaga menegaskan pihaknya akan segera memanggil manajemen PLN secara resmi untuk meminta penjelasan dan skema pertanggungjawaban.

“Ketika masyarakat terlambat membayar listrik, PLN sangat tegas melakukan pemutusan. Tapi saat listrik padam berjam-jam dan masyarakat mengalami kerugian, apa bentuk tanggung jawab PLN?” – David Roni Ganda Sinaga, Sekretaris Komisi III DPRD Medan, 24 Mei 2026

Anggota Komisi 3 DPRD Medan Godfried Effendy Lubis mengingatkan bahwa hak konsumen atas kompensasi dijamin dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Ia menyarankan warga yang merasa dirugikan untuk melaporkan kasusnya ke Ombudsman Sumatera Utara. Senator DPD RI dari Sumatera Utara Dedi Iskandar Batubara turut mendesak PLN memberikan ganti rugi, dengan alasan masyarakat selaku pelanggan telah memenuhi seluruh kewajiban pembayaran mereka.

“PLN tidak cukup hanya menyampaikan permohonan maaf tanpa memberikan kompensasi sebagai pengganti atas kerugian yang dialami masyarakat.”  – Dr. Dedi Iskandar Batubara, Senator DPD RI dari Sumatera Utara, 24 Mei 2026

Yang membuat kemarahan publik semakin membara adalah fakta bahwa ini bukan kejadian pertama. Pada 4 Juni 2024, blackout massal dengan pola hampir identik telah menimpa Sumatera melalui gangguan pada SUTET 275 kV ruas Linggau-Lahat di Sumatera Selatan. Hanya berselang dua tahun, kejadian serupa kembali terjadi di titik transmisi berbeda di pulau yang sama. Pengamat Ekonomi-Politik Dian Agustina mengingatkan bahwa pada 2024 PLN sendiri mengakui perlunya pembangunan jaringan backbone transmisi 500 kV dari Aceh hingga Lampung untuk memperkuat sistem Sumatera.

Forum Komunikasi Putra Putri Indonesia Bersatu (FKPPIB) menilai berulangnya blackout merupakan bukti nyata kegagalan manajemen PLN dalam mengadopsi sistem proteksi berlapis (redundancy system). Publik, menurut FKPPIB, menolak terus memaklumi kondisi di mana gangguan pada satu titik transmisi dapat memadamkan seluruh pulau besar.

“Publik menolak maklum jika setiap kali hujan deras atau petir menyambar di satu titik transmisi, belasan juta orang di provinsi lain harus menanggung dampaknya dengan hidup dalam kegelapan berjam-jam. Ini bukan lagi soal takdir alam, ini soal kebebalan manajemen.”   Rafli, perwakilan FKPPIB, Jakarta, 24 Mei 2026

Sebagai preseden, Komisi III DPRD Medan mengingatkan bahwa saat blackout nasional Jawa pada 4 Agustus 2019, PLN memberikan kompensasi senilai sekitar Rp840 miliar kepada lebih dari 21 juta pelanggan terdampak dalam bentuk potongan tagihan dan tambahan token listrik. Para legislator dan warga kini menanti keputusan serupa untuk korban blackout Sumatera 2026.

Pemulihan: 8,5 Juta Pelanggan Kembali Menikmati Listrik hingga Sabtu Malam

PLN mempercepat pemulihan sistem kelistrikan Sumatera secara bertahap. Hingga Sabtu (23/5/2026) pukul 19.00 WIB, dari total 13,1 juta pelanggan yang terdampak, sebanyak lebih dari 8,5 juta pelanggan telah kembali menikmati aliran listrik. Beban sistem yang berhasil dipulihkan mencapai 3.431,21 megawatt (MW) dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak. Sebanyak 176 unit gardu induk yang sempat terdampak juga telah berhasil beroperasi kembali.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pemerintah masih menunggu hasil investigasi PLN untuk mengetahui penyebab pasti gangguan. AHY menegaskan bahwa layanan listrik merupakan salah satu pelayanan publik paling mendasar yang harus dipastikan tetap tersedia bagi masyarakat.

“Intinya kita, saya sedang mengikuti juga ya, tentu PLN kita ingin cek seperti apa yang terjadi sesungguhnya. Kita dengar memang ada blackout di beberapa wilayah di Sumatera.”  – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, 23 Mei 2026

Peristiwa blackout Sumatera 2026 kini disebut sebagai salah satu pemadaman listrik terbesar yang pernah melanda Pulau Sumatera. Hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap konduktor yang disita Bareskrim masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti putusnya kabel transmisi di Tower 175 dan 176 Jambi. Di tengah proses investigasi, tuntutan publik atas kompensasi dan reformasi menyeluruh sistem kelistrikan Sumatera terus menguat.

Baca juga: Sopir MBG di Depok Ditangkap karena Nyambi Jadi Kurir Sabu

Related Posts

gadis manis kalimantan shinta gisur feat desi afrika
Musik

Gadis Manis Kalimantan – Duet Maut Shinta Gisul Feat Desi Afrika Kembali Viral

by Al Berlant Ghulam
9 hours ago
0

DEPOK – Jagat hiburan musik dangdut kembali diramaikan dengan kemunculan duet energik yang sukses menarik perhatian publik. Hadirnya “Gadis Manis Kalimantan” versi terbaru yang dibawakan oleh Shinta Gisul dan Desi Afrika sukses mencuri perhatian para pecinta dangdut koplo di tanah...

Read more
Update terbaru kasus chromebook nadiem

Update Terbaru Kasus Chromebook Nadiem Makarim: Pledoi Dijadwalkan 2 Juni 2026 Pascaoperasi

11 hours ago
trump batalkan serangan ke iran

Trump Batalkan Serangan ke Iran Usai Permintaan Negara Teluk, Negosiasi Nuklir Berlanjut

12 hours ago
Next Post
gadis manis kalimantan shinta gisur feat desi afrika

Gadis Manis Kalimantan - Duet Maut Shinta Gisul Feat Desi Afrika Kembali Viral

sw-7 minuman sarang burung walet
Logo Beritaenam

Beritaenam.com adalah sebuah media independen, tidak memihak dalam pemberitaan, bebas dan tidak terikat dari kepentingan politik dan kelompok tertentu.

Berisi orang-orang profesional yang sudah bertahun-tahun bekerja di dunia jurnalistik.

Tujuan utama kami adalah memberikan berita informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan cerdas mengupas peristiwa.

Kategori

  • Berita
    • Teknologi
  • Catatan Agi
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
    • Seks
  • Hankam
  • Hiburan
    • Film
    • Selebriti
  • Hukum
  • info
  • Internasional
  • Istana
  • Jabar
  • Kawula Muda
  • kesehatan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Metropolitan
  • motogp
  • Musik
  • Musik Trending
  • Narkoba
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
    • Otomotif
    • Sepak Bola
  • Opinion
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • properti
  • Travel
  • Viral
  • Wisata
Beritaenam verified by Dewan Pres
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • MUSIK
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • CATATAN AGI

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan