Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat mengingatkan atlet Indonesia agar tidak menjadikan bonus Asian Games sebagai fokus utama. Pesan itu disampaikan menanggapi janji Presiden Prabowo Subianto yang menyiapkan Rp3 miliar bagi setiap peraih medali emas.
Pesan Taufik Hidayat soal pola pikir mengejar bonus Asian Games
Taufik menyampaikan pandangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 9 September 2026. Sebagai mantan atlet bulu tangkis peraih emas Olimpiade Athena 2004, ia mengaku memahami dinamika perjuangan atlet.
“Prestasi dulu baru ada bonus.” — Taufik Hidayat, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga
Menurutnya, apresiasi finansial merupakan konsekuensi yang datang setelah prestasi diraih, bukan target awal sebelum bertanding. Ia menilai pola pikir tersebut perlu ditanamkan sejak sebelum kontingen berangkat, sebagaimana dilaporkan Antara.
Meski begitu, Taufik berharap nominal yang dijanjikan tetap berfungsi sebagai pemicu semangat. Ia menyebut komitmen kepala negara sekaligus menjadi tanggung jawab bagi seluruh anggota kontingen.
Terkait sumber pendanaan bonus Asian Games, Taufik menyatakan mekanismenya masih akan ditindaklanjuti pemerintah. Ia menegaskan pemberian apresiasi tidak dibebankan hanya kepada anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Menurutnya, skema pemberian penghargaan seperti ini bukan hal baru. Pola serupa sudah lazim diterapkan pada berbagai ajang internasional, mulai dari SEA Games hingga Olimpiade.
Rincian nominal dari Presiden saat pelepasan kontingen
Janji bonus Asian Games disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat melepas kontingen Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 9 September 2026. Pengumuman itu langsung disambut tepuk tangan para atlet.
“Tapi ini Asian Games, medali emas Rp3 miliar.” — Prabowo Subianto, Presiden RI
Nominal tersebut tiga kali lipat dibandingkan bonus medali emas SEA Games 2025 yang sebesar Rp1 miliar. Angkanya juga hampir dua kali lipat dari bonus emas Asian Games Guangzhou yang mencapai Rp1,575 miliar ditambah rumah tinggal, seperti dirinci Media Indonesia.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menjelaskan nominal Rp3 miliar berlaku bagi peraih emas pada nomor perorangan. Untuk nomor ganda dan beregu, pemerintah akan menerapkan perhitungan yang berbeda.
Besaran apresiasi bagi peraih medali perak dan perunggu juga akan berbeda dari bonus emas. Perhitungannya disebut mengikuti pola yang pernah diterapkan pada ajang sebelumnya.
Erick menyebut medali emas menjadi perhitungan utama bagi atlet yang bertanding di luar negeri. Struktur bonus Asian Games karena itu memberi porsi terbesar pada capaian tertinggi.
Hingga kini pemerintah belum merinci besaran untuk nomor ganda maupun beregu. Perhitungannya disebut akan disampaikan menyusul setelah pembahasan internal rampung.
Percepatan karier untuk atlet dan pelatih berstatus TNI-Polri
Selain insentif finansial, pemerintah menjanjikan percepatan jenjang karier bagi atlet dan pelatih yang berstatus anggota TNI maupun Polri. Kebijakan itu berlaku pula bagi peraih medali perak dan perunggu.
Presiden meminta proses kenaikan pangkat bagi mereka yang berprestasi tidak dipersulit. Ia menyinggung pengalamannya meminta Kapolri mempromosikan anggota kepolisian yang menjadi pimpinan cabang olahraga.
Perhatian serupa juga diarahkan kepada para pelatih. Pemerintah menilai peran pelatih setara penting dengan atlet dalam menghasilkan prestasi di ajang internasional.
Respons atlet dan sorotan pada konsistensi Eko Yuli
Atlet angkat besi senior Eko Yuli Irawan menyambut positif kepastian apresiasi tersebut. Ia menilai janji itu mampu memantik kembali motivasi para lifter maupun atlet cabang lain, menurut catatan Bisnis Terkini.
“Mudah-mudahan itu bisa buat penyemangat teman-teman semua.” — Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi
Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, menjadi keikutsertaan keenam bagi Eko Yuli. Taufik menyoroti konsistensi tersebut sebagai contoh bagi atlet generasi muda.
Menurut Taufik, perjalanan enam edisi Asian Games menunjukkan daya tahan seorang atlet dalam menjaga performa. Rentang waktu itu setara dengan lebih dari dua dekade karier profesional.
Presiden juga menyampaikan apresiasi atas terpilihnya ratusan atlet yang mewakili Indonesia dari populasi lebih dari 280 juta jiwa. Kontingen Merah Putih akan bertanding di berbagai cabang olahraga pada ajang tersebut.
Mekanisme teknis pencairan bonus Asian Games masih menunggu tindak lanjut pemerintah. Kementerian Pemuda dan Olahraga menyatakan akan menyiapkan skema pencairan setelah komitmen Presiden disampaikan secara resmi kepada jajaran terkait.








