Gempa Tibet bermagnitudo 7,0 mengguncang wilayah utara dataran tinggi Tibet, China, pada Kamis malam, 22 Oktober 2026. Sedikitnya 16 orang tewas dan ratusan rumah roboh, menurut media pemerintah China, Xinhua.
Gempa terjadi pukul 22.33 waktu setempat atau 21.33 WIB. Pusat gempa berada sekitar 191 kilometer timur-timur laut Kota Nagqu, menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Data Gempa Tibet Menurut USGS
Berdasarkan catatan resmi USGS yang dicek beritaenam.com pada Jumat pagi, 23 Oktober 2026, berikut parameter gempa Tibet:
- Magnitudo: 7,0.
- Waktu: 22 Oktober 2026 pukul 14.33 UTC (21.33 WIB).
- Lokasi: 191 kilometer timur-timur laut Nagqu, Tibet, China.
- Kedalaman: 18 kilometer.
- Status peringatan dampak PAGER: oranye.
- Peringatan tsunami: tidak ada.
Parameter tersebut dapat diperbarui karena USGS terus menghitung ulang data gempa seiring masuknya rekaman seismik baru.
USGS juga mencatat dua gempa susulan dengan magnitudo di atas 5 di sekitar lokasi yang sama. Gempa susulan magnitudo 5,2 terjadi pukul 15.12 UTC atau 22.12 WIB, disusul magnitudo 5,0 pukul 18.06 UTC atau 01.06 WIB pada Jumat dini hari.
Pusat gempa utama tercatat di koordinat 32,38 derajat Lintang Utara dan 93,78 derajat Bujur Timur. Kedua gempa susulan berpusat di kawasan yang sama, sekitar 201 hingga 207 kilometer timur-timur laut Nagqu, dengan kedalaman 10 kilometer.
Data rinci USGS juga mencatat intensitas guncangan maksimum (MMI) sekitar VIII di dekat pusat gempa, yang dalam skala Modified Mercalli tergolong guncangan sangat kuat. Magnitudo dihitung dengan metode moment magnitude (Mww) dari 131 stasiun seismik. Hingga Jumat pagi, fitur Did You Feel It? milik USGS mencatat enam laporan warga yang merasakan guncangan.
Solusi momen tensor USGS menunjukkan gempa Tibet ini dipicu pergerakan sesar dengan komponen turun (normal). Level oranye dalam sistem PAGER menandakan perkiraan dampak korban jiwa dan kerugian ekonomi yang signifikan, sehingga memerlukan respons di tingkat regional atau nasional.
Sejumlah media sempat melaporkan kedalaman gempa 10 kilometer. Data terbaru USGS mencatat kedalaman 18 kilometer, yang tetap tergolong gempa dangkal.
Korban dan Kerusakan Akibat Gempa Tibet
Xinhua melaporkan sedikitnya 16 orang tewas dan 46 orang terluka, menurut Liputan6. Pejabat Pemerintah Kota Nagqu menyebut 11 korban mengalami luka berat dan 35 luka ringan.
Gempa Tibet merobohkan sedikitnya 339 rumah dan merusak 20 kandang ternak. Longsoran batu menutup sebagian Jalan Nasional 317, sehingga jalur itu sementara hanya boleh dilalui kendaraan darurat, tim penyelamat, dan kendaraan bantuan.
Jaringan komunikasi di sejumlah wilayah terputus, dan layanan kereta api yang melintasi kawasan itu dihentikan sementara. Menurut detikNews, episentrum berada di wilayah administratif Maru, Kabupaten Baqen.
Kantor pemerintahan setempat mengalami retak pada dinding bangunan, sementara layanan listrik dan telekomunikasi di ibu kota kabupaten terganggu, menurut detikNews yang mengutip Xinhua.
Tanggap Darurat dan Operasi Penyelamatan
Otoritas China mengaktifkan tanggap darurat bencana gempa tingkat II. Lebih dari 1.600 orang dari wilayah setempat dikerahkan untuk operasi pencarian dan penyelamatan, menurut Liputan6 yang mengutip Xinhua.
Bantuan yang sudah tiba di lokasi meliputi 1.000 unit hunian sementara, sekitar 3.000 tenda dan tempat tidur lipat, senter, serta pakaian musim dingin. Xinhua juga melaporkan salju diprakirakan turun sesekali di wilayah terdampak selama tiga hari ke depan.
Jenis bantuan yang dikirim mencakup perlengkapan untuk menghadapi cuaca dingin, seperti pakaian musim dingin dan tenda, sejalan dengan prakiraan salju dari Xinhua.
Administrasi Gempa Bumi China mengaktifkan respons darurat tingkat II tidak lama setelah guncangan, menurut kumparan yang mengutip Xinhua. Pejabat setempat masih menilai tingkat kerusakan bangunan dan infrastruktur.
Wakil kepala wilayah setempat, Lhawang Dagpo, menyebut guncangan gempa terasa jelas di kantor pemerintahan, menurut detikNews yang mengutip Xinhua.
“Yang terbesar melanda wilayah itu dalam lima tahun terakhir.”
CCTV, televisi pemerintah China, dikutip Liputan6
Konteks: Gempa Tibet dan Bencana di Kawasan Himalaya
Gempa Tibet kali ini terjadi di dataran tinggi bagian utara yang jarang penduduknya. Kota Nagqu berada lebih dari 300 kilometer di utara Lhasa, ibu kota wilayah Tibet, sedangkan pusat gempa berjarak sekitar 390 kilometer dari Lhasa.
Pada Januari 2025, gempa di wilayah pedesaan Kabupaten Tingri, Tibet, menewaskan sedikitnya 126 orang, menurut detikNews dan kumparan. Wilayah Himalaya juga kerap dilanda bencana lain, termasuk banjir bandang yang melanda Nepal pada Agustus 2026.
Angka korban yang dilaporkan antarmedia sempat berbeda. Sebagian media mengutip CCTV yang menyebut sedikitnya 18 orang tewas, sementara Xinhua mencatat 16 korban jiwa.
Hingga Jumat pagi, 23 Oktober 2026, operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa Tibet masih berlangsung. Jumlah korban gempa Tibet masih dapat bertambah seiring proses pendataan di lapangan.







