Cara merawat luka di rumah untuk luka sayat ringan dan lecet terdiri atas tiga langkah: hentikan perdarahan, bersihkan luka, lalu tutup dengan plester atau kasa steril. Menurut layanan kesehatan Inggris (NHS), langkah itu membantu mencegah infeksi.
Luka yang dalam, kotor, atau perdarahannya sulit berhenti tetap perlu diperiksa tenaga kesehatan. Berikut panduan lengkapnya berdasarkan sumber resmi, termasuk peran gizi dalam proses penyembuhan.
Cara Merawat Luka di Rumah: Hentikan Perdarahan Lebih Dulu
Menurut halaman NHS tentang luka sayat dan lecet yang ditinjau pada 2 April 2026, luka ringan dapat dirawat sendiri. Bila perdarahan cukup banyak, lakukan langkah berikut:
- Cuci tangan dan, bila ada, kenakan sarung tangan.
- Periksa apakah ada benda yang menancap di luka.
- Jika tidak ada benda menancap, tekan luka dengan perban atau kain bersih yang dilipat.
- Angkat bagian yang luka. Luka di tangan atau lengan diangkat di atas kepala, luka di kaki diangkat lebih tinggi dari jantung.
- Jika darah merembes, tambahkan lapisan baru di atasnya tanpa melepas lapisan pertama.
Jika ada benda yang menancap, seperti pecahan kaca, NHS menganjurkan agar benda itu tidak dicabut sendiri. Tekan kuat di kedua sisi benda tersebut, bukan tepat di atasnya.
Setelah perdarahan terkendali dan perban dipasang, periksa sirkulasi darah setiap 10 menit. Tekan kulit di luar balutan hingga pucat. Warnanya semestinya kembali dalam 2 detik; jika tidak, longgarkan balutan sedikit.
Membersihkan dan Menutup Luka
Setelah darah berhenti, cara merawat luka di rumah dilanjutkan dengan membersihkan luka. NHS merinci urutannya sebagai berikut:
- Cuci tangan kembali.
- Bilas luka dengan air keran atau air kemasan, atau gunakan tisu basah steril.
- Keringkan dengan cara menepuk memakai kasa atau kain bersih.
- Tutup sementara dengan kasa steril atau kain bersih.
- Bersihkan kulit di sekitar luka dengan sabun dan air. Usap ke arah menjauhi luka, dengan kain atau kapas bersih untuk setiap usapan.
- Pasang plester atau kasa steril.
Urutan ini menjadi inti cara merawat luka di rumah, baik untuk luka sayat kecil maupun luka lecet.
Menjaga Balutan Tetap Bersih dan Kering
Dalam cara merawat luka di rumah, balutan perlu dijaga tetap bersih dan kering. Gunakan plester tahan air atau jauhkan balutan dari air, dan ganti sesering yang diperlukan.
Menurut NHS, balutan dapat dilepas setelah beberapa hari, ketika luka sudah menutup. Untuk meredakan nyeri, parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan. NHS mengingatkan aspirin tidak boleh diberikan kepada anak di bawah 16 tahun.
Tanda Luka Harus Diperiksa Tenaga Kesehatan
Cara merawat luka di rumah tidak cukup untuk semua kondisi. NHS menganjurkan segera berkonsultasi ke dokter bila:
- Luka mengandung tanah, nanah, atau cairan tubuh, atau masih kotor setelah dibersihkan.
- Luka akibat gigitan manusia atau hewan liar.
- Luka bengkak, merah, makin nyeri, atau mengeluarkan nanah.
- Panjang luka lebih dari sekitar 5 sentimeter.
- Muncul rasa tidak enak badan atau suhu tubuh tinggi.
Kondisi darurat yang memerlukan pertolongan segera di instalasi gawat darurat antara lain perdarahan yang tidak bisa dihentikan, darah merah terang yang memancar, dan mati rasa di sekitar luka. Luka yang sangat besar atau dalam, luka parah di wajah atau telapak tangan, serta luka dengan benda menancap juga termasuk di dalamnya.
NHS juga mengingatkan agar pasien tidak menyetir sendiri ke unit gawat darurat. Di fasilitas kesehatan, luka dapat ditutup dengan jahitan, staples, plester khusus, atau lem medis, serta diberi suntikan tetanus atau antibiotik bila diperlukan.
Waspadai Risiko Tetanus
Bagian penting lain dari cara merawat luka di rumah adalah memastikan status vaksin tetanus.
Menurut halaman NHS tentang tetanus, risiko meningkat bila seseorang belum divaksin lengkap, lukanya besar atau dalam, atau luka sangat kotor dan ada benda yang menancap.
Vaksin atau booster tetanus mungkin diperlukan bila seseorang belum mendapat vaksinasi lengkap, yaitu setidaknya 5 dosis, atau riwayat vaksinasinya tidak jelas. Rahang kaku, sulit menelan, kejang otot yang nyeri, dan sulit bernapas setelah luka merupakan tanda darurat.
Latar Belakang: Peran Gizi dalam Penyembuhan Luka
Selain cara merawat luka di rumah, asupan gizi ikut memengaruhi penyembuhan. Artikel Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan yang ditulis perawat RSUP dr. Sardjito menyebut asupan nutrisi yang cukup sebagai salah satu faktornya.
Artikel itu juga menyebut defisiensi nutrisi, gangguan sirkulasi, stres, dan radiasi sebagai faktor penghambat penyembuhan luka. Pada pasien pascaoperasi, gizi buruk dapat memicu komplikasi seperti infeksi, demam, dan luka yang lama sembuh.
“Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP) adalah diet yang mengandung energi dan protein di atas kebutuhan normal.”
Artikel Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes, 31 Agustus 2023
Zat Gizi dan Sumber Makanannya
Menurut artikel Kemenkes tersebut, berikut zat gizi yang berperan dalam penyembuhan luka:
- Protein: menyediakan asam amino untuk perbaikan dan pembentukan jaringan. Sumbernya antara lain telur, ayam, hati, daging, susu, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
- Vitamin A dan zinc: dibutuhkan untuk pembentukan lapisan kulit baru (epitelialisasi).
- Vitamin C dan zinc: diperlukan untuk pembentukan kolagen. Sumber vitamin C antara lain jeruk, jambu, daun pepaya, dan bayam.
- Zat besi: diperlukan untuk pembentukan hemoglobin.
Artikel itu juga mencantumkan kebutuhan gizi pada diet TKTP untuk pasien pascaoperasi, misalnya protein 1,5 gram per kilogram berat badan per hari. Angka tersebut merupakan acuan diet rumah sakit, sehingga penerapannya sebaiknya mengikuti arahan dokter atau ahli gizi. Asupan gizi melengkapi cara merawat luka di rumah, bukan menggantikannya.
Panduan porsi makan sehari-hari yang seimbang dapat dilihat dalam artikel pola makan sehat sesuai Isi Piringku.
Ringkasan Cara Merawat Luka di Rumah
Cara merawat luka di rumah dimulai dengan menghentikan perdarahan, membersihkan luka dengan air bersih, lalu menutupnya dengan plester atau kasa steril. Jaga balutan tetap bersih dan kering, cukupi asupan protein dan vitamin, serta segera ke fasilitas kesehatan bila luka dalam, kotor, atau menunjukkan tanda infeksi.
Pengungkapan: beritaenam.com terafiliasi dengan Toko Trust (PT Tradisi Untuk Semesta). Bagian ini berisi informasi produk dan terpisah dari isi panduan di atas.
Toko Trust menjual Phytobumin, produk herbal dalam bentuk kapsul. Produk ini terdaftar di BPOM dengan nomor izin edar TR183312681 (kategori OT), diproduksi CV Al Manar Herbafit, Bantul, dalam kemasan botol isi 30 dan 60 kapsul.
Produk herbal tidak menggantikan perawatan luka maupun penanganan medis. Baca informasi kegunaan dan aturan pakai pada label kemasan. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen, terutama bagi penderita penyakit kronis.
Informasi produk: Toko Trust dan Truststore di Shopee.






