Kopi dan tekanan darah sering dibicarakan bersamaan, karena penderita darah tinggi kerap dinasihati berhenti ngopi. Panduan kesehatan resmi menunjukkan hubungan keduanya lebih bernuansa: yang menentukan adalah jumlah kafein, isi cangkir, dan kondisi masing-masing orang.
Indonesia adalah negeri kopi, dari warung tubruk di pinggir jalan sampai kedai modern di pusat kota. Berikut rangkuman anjuran lembaga kesehatan agar pecinta kopi bisa memutuskan dengan lebih tenang.
Kopi dan Tekanan Darah: Apa Kata Panduan Resmi
Untuk memahami kopi dan tekanan darah, mulailah dari kafein. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mencantumkan tekanan darah tinggi sebagai salah satu tanda konsumsi kafein yang berlebihan.
Namun, menurut FDA, kepekaan tiap orang terhadap kafein berbeda-beda. Kecepatan tubuh mengeluarkan kafein juga tidak sama antarindividu.
“Terdapat variasi yang luas, baik dalam seberapa peka orang terhadap efek kafein maupun seberapa cepat mereka mengeluarkannya dari tubuh.”
FDA, laman Spilling the Beans (terjemahan beritaenam.com)
FDA juga menyebut kondisi kesehatan tertentu dan sejumlah obat dapat membuat seseorang lebih peka terhadap kafein. Karena itu, FDA menyarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan soal perlu tidaknya membatasi kafein.
Berapa Batas Kafein yang Dianggap Wajar
Menurut FDA, konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif pada kebanyakan orang dewasa. Jumlah ini setara sekitar dua hingga tiga cangkir kopi berukuran 12 ons cairan (sekitar 355 ml).
Dalam pembahasan kopi dan tekanan darah, kadar kafein per cangkir juga perlu dipahami. Kadarnya sangat bervariasi tergantung jenis minuman dan ukuran gelas. Menurut MedlinePlus, situs informasi kesehatan Perpustakaan Kedokteran Nasional AS, kadar kafein beberapa minuman adalah sebagai berikut:
- Kopi seduh: 75 hingga 100 mg per cangkir 6 ons (sekitar 180 ml).
- Espreso: 40 mg per 1 ons (sekitar 30 ml).
- Teh hitam atau teh hijau: 60 hingga 100 mg per cangkir 16 ons.
- Sebagian besar minuman kola: 45 mg per 12 ons (360 ml).
Ingat pula kafein dari sumber lain, seperti teh dan minuman bersoda. Semuanya ikut dihitung dalam total harian. Bagi ibu hamil, MedlinePlus menganjurkan asupan kafein kurang dari 200 mg per hari.
Masalahnya Sering Bukan pada Kopinya
Dalam urusan kopi dan tekanan darah, yang sering terlupa justru isi gelasnya. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebut kopi atau teh tanpa tambahan apa pun sebagai pilihan rendah kalori.
Sebaliknya, kopi dan teh manis termasuk minuman yang mengandung kalori tetapi sedikit nilai gizinya, menurut CDC. Bila ingin menjaga kebiasaan ngopi, kopi hitam atau kopi dengan sedikit susu tanpa gula merupakan pilihan paling bersahabat.
Batas konsumsi gula juga perlu diperhatikan. Menurut JawaPos.com yang mengutip Permenkes Nomor 30 Tahun 2013, batas gula harian adalah 50 gram atau sekitar 4 sendok makan.
Cara mengenali gula tambahan pada produk kemasan dapat dibaca dalam artikel gula tersembunyi di label kemasan.
Anjuran Kopi dan Tekanan Darah bagi Penderita Hipertensi
Bagi penderita hipertensi, keputusan soal kopi sebaiknya didiskusikan langsung dengan dokter. MedlinePlus memasukkan tekanan darah tinggi dalam daftar kondisi yang mungkin perlu membatasi asupan kafein.
Layanan kesehatan Inggris (NHS) juga mencantumkan “tidak minum terlalu banyak kafein” dalam daftar anjuran gaya hidup terkait tekanan darah tinggi. Menurut NHS, minuman tinggi kafein antara lain kopi, teh, dan kola.
Bagi penderita hipertensi, memantau respons kopi dan tekanan darah sebaiknya dilakukan bersama dokter. Pengukuran tekanan darah secara rutin di rumah dapat membantu memantau kondisi. Caranya diulas dalam artikel cara mengukur tekanan darah di rumah.
Waktu Minum yang Lebih Bijak
CDC menganjurkan menghindari kafein pada sore atau malam hari demi kualitas tidur. NHS bahkan menyarankan tidak minum teh atau kopi setidaknya 6 jam sebelum tidur.
Anjuran tidur sehat lainnya dapat dibaca dalam artikel kebutuhan tidur orang dewasa.
Latar Belakang: Kebiasaan Lain yang Lebih Menentukan
Pembahasan kopi dan tekanan darah sering menutupi faktor yang lebih besar. Menurut NHS, faktor risiko tekanan darah tinggi antara lain pola makan tidak sehat terutama tinggi garam, kelebihan berat badan, merokok, minum alkohol berlebihan, dan stres berkepanjangan.
NHS menganjurkan pola makan seimbang, berolahraga setidaknya 150 menit per minggu, menurunkan berat badan bila berlebih, membatasi garam, dan tidak merokok. Di Indonesia, Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 menetapkan batas garam 5 gram atau sekitar 1 sendok teh per hari.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencatat aktivitas fisik pada orang dewasa berkaitan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah. WHO menganjurkan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa batas kafein harian yang wajar? Menurut FDA, hingga 400 mg per hari umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif pada kebanyakan orang dewasa, atau sekitar dua hingga tiga cangkir kopi berukuran 12 ons.
Apakah penderita hipertensi harus berhenti ngopi? Sumber resmi menganjurkan membatasi kafein dan berkonsultasi dengan dokter, bukan larangan mutlak. Kebutuhan tiap orang berbeda.
Ringkasan Kopi dan Tekanan Darah
Hubungan kopi dan tekanan darah bergantung pada jumlah kafein, waktu minum, isi cangkir, serta kondisi masing-masing orang. Batasi kafein sesuai anjuran, pilih kopi tanpa banyak gula, jaga asupan garam, dan diskusikan dengan dokter bila memiliki hipertensi. Penderita hipertensi sebaiknya tetap mengikuti anjuran dokter dan tidak menghentikan obat tanpa persetujuan.
Pengungkapan: beritaenam.com terafiliasi dengan Toko Trust (PT Tradisi Untuk Semesta). Bagian ini berisi informasi produk dan terpisah dari isi panduan di atas.
Toko Trust menjual Phytobumin, produk herbal dalam bentuk kapsul. Produk ini terdaftar di BPOM dengan nomor izin edar TR183312681 (kategori OT), diproduksi CV Al Manar Herbafit, Bantul, dalam kemasan botol isi 30 dan 60 kapsul.
Produk herbal tidak menggantikan pengobatan dan pemantauan tekanan darah oleh dokter. Baca informasi kegunaan dan aturan pakai pada label kemasan. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen, terutama bagi penderita penyakit kronis.
Informasi produk: Toko Trust dan Truststore di Shopee.







