Gejala DBD atau demam berdarah dengue sering dianggap selesai begitu demam turun. Padahal, menurut lembaga kesehatan dunia, tanda bahaya justru kerap muncul pada hari-hari setelah suhu tubuh kembali normal.
Memasuki musim hujan, memahami perjalanan penyakit ini membantu keluarga mengenali kapan perawatan di rumah sudah cukup dan kapan pasien harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Gejala DBD yang Paling Sering Muncul
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala dengue umumnya mulai 4 hingga 10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Gejala itu biasanya berlangsung 2 hingga 7 hari.
WHO mencatat gejala DBD yang paling umum sebagai berikut:
- Demam tinggi, dapat mencapai 40 derajat Celsius.
- Sakit kepala hebat.
- Nyeri di belakang mata.
- Nyeri otot dan sendi.
- Mual dan muntah.
- Pembengkakan kelenjar.
- Ruam kemerahan di kulit.
Tidak semua orang yang terinfeksi jatuh sakit. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebut sekitar satu dari empat orang yang terinfeksi virus dengue akan mengalami gejala DBD.
Sebagian besar pasien membaik dalam satu hingga dua pekan. Namun, WHO mencatat rasa lelah bisa bertahan beberapa pekan setelah pasien pulih.
Fase Kritis: Saat Demam Turun Bukan Berarti Sembuh
Bagian terpenting dari memahami gejala DBD adalah fase kritis. Menurut CDC, tanda bahaya biasanya mulai muncul dalam 24 hingga 48 jam setelah demam mereda.
WHO juga menyebut gejala dengue berat sering datang setelah demam hilang. Alodokter, yang terakhir memperbarui ulasannya pada September 2026, menulis fase kritis biasanya terjadi sekitar hari ketiga hingga ketujuh sejak gejala pertama muncul.
Pada fase ini, sebagian pasien bisa mengalami kebocoran plasma darah yang dapat berujung syok. CDC menyebut sekitar 1 dari 20 orang yang sakit akibat dengue akan berkembang menjadi dengue berat.
“Severe dengue is a medical emergency.”
CDC, laman Signs and Symptoms of Dengue (dengue berat adalah kondisi gawat darurat medis)
CDC juga mengingatkan bahwa gejala dengue bisa memburuk hanya dalam beberapa jam. Karena itu, pasien perlu terus diamati walau demamnya sudah turun.
Tanda Bahaya Gejala DBD yang Perlu Segera ke IGD
Berdasarkan panduan WHO dan CDC, segera bawa pasien ke klinik atau instalasi gawat darurat (IGD) terdekat bila muncul salah satu tanda berikut:
- Nyeri perut hebat atau perut terasa nyeri saat ditekan.
- Muntah terus-menerus, setidaknya tiga kali dalam 24 jam.
- Perdarahan dari hidung atau gusi.
- Muntah darah atau tinja berdarah.
- Napas cepat.
- Sangat lelah, gelisah, atau mudah marah.
- Rasa sangat haus, kulit pucat dan dingin, serta tubuh lemas.
Alodokter menambahkan tanda lain yang perlu diwaspadai, yaitu tangan dan kaki terasa dingin serta lembap, dan tidak buang air kecil selama lebih dari 4 hingga 6 jam.
Perlu diingat, gejala DBD pada fase kritis kadang tidak terlihat dramatis. Pasien yang tampak tenang tetapi lemas, pucat, dan jarang buang air kecil tetap perlu diperiksa tenaga kesehatan.
Siapa yang Berisiko Lebih Tinggi
WHO menyebut orang yang terinfeksi dengue untuk kedua kalinya memiliki risiko lebih besar mengalami dengue berat. MedlinePlus juga menyebut infeksi dengue sebelumnya sebagai faktor risiko utama dengue berat.
Alodokter mencatat kelompok lain yang perlu lebih waspada, yaitu anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Pada ibu hamil, WHO menyebut virus dapat menular ke bayi.
Perawatan Aman di Rumah Selama Belum Ada Tanda Bahaya
Hingga kini belum ada pengobatan khusus untuk dengue, menurut WHO dan CDC. Pasien dengan gejala DBD ringan dapat dirawat di rumah sambil terus dipantau.
Berikut anjuran perawatan dari WHO dan CDC:
- Istirahat sebanyak mungkin.
- Minum banyak cairan, seperti air putih atau minuman dengan tambahan elektrolit.
- Gunakan parasetamol untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri, sesuai dosis anjuran.
- Hindari aspirin dan ibuprofen, karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.
- Amati tanda bahaya dan segera hubungi dokter bila muncul.
Kebutuhan cairan harian orang dewasa dapat dibaca dalam artikel kebutuhan air minum per hari. Pada pasien DBD, anjuran jumlah cairan sebaiknya mengikuti arahan dokter.
Pemeriksaan darah merupakan satu-satunya cara memastikan diagnosis dengue, menurut CDC. Karena itu, periksakan diri ke tenaga kesehatan bila mengalami demam tinggi disertai gejala DBD, terutama di daerah dengan banyak kasus.
Cegah Penularan Saat Ada Anggota Keluarga yang Sakit
CDC menyebut virus dengue dapat ditemukan dalam darah pasien selama pekan pertama sakit. Pada periode itu, nyamuk yang menggigit pasien bisa menularkan virus ke orang lain.
WHO mencatat penularan dari manusia ke nyamuk dapat terjadi hingga 2 hari sebelum gejala muncul dan hingga 2 hari setelah demam reda. Karena itu, pasien sebaiknya tetap terlindung dari gigitan nyamuk.
- Gunakan pakaian yang menutupi sebanyak mungkin bagian tubuh.
- Pakai kelambu saat tidur, termasuk tidur siang, karena nyamuk penular aktif pada siang hari.
- Pasang kasa nyamuk pada jendela.
- Gunakan losion antinyamuk yang mengandung DEET, picaridin, atau IR3535.
Langkah pencegahan di tingkat rumah tangga melalui gerakan 3M Plus dan data kasus DBD nasional diulas dalam artikel waspada DBD musim hujan.
Latar Belakang: Beban Dengue di Dunia
Menurut WHO, kasus dengue yang dilaporkan meningkat dari 505.430 kasus pada 2000 menjadi 14,6 juta kasus pada 2024. Pada tahun yang sama, lebih dari 12.000 kematian terkait dengue dilaporkan.
Pada Januari hingga Juli 2025, WHO menerima laporan lebih dari 4 juta kasus dan lebih dari 3.000 kematian dari 97 negara. Dengue kini menjadi penyakit endemis di lebih dari 100 negara.
Untuk vaksin, WHO menyebut satu vaksin, QDenga, telah tersedia dan berizin di sejumlah negara. WHO merekomendasikannya untuk usia 6 hingga 16 tahun di wilayah dengan penularan tinggi.
Ringkasan Gejala DBD dan Fase Kritis
Gejala DBD diawali demam tinggi, sakit kepala, nyeri di belakang mata, serta nyeri otot dan sendi. Waspadai fase kritis 24 hingga 48 jam setelah demam turun, segera ke IGD bila muncul tanda bahaya, gunakan parasetamol alih-alih aspirin atau ibuprofen, dan cukupi kebutuhan cairan pasien.
Pengungkapan: beritaenam.com terafiliasi dengan Toko Trust (PT Tradisi Untuk Semesta). Bagian ini berisi informasi produk dan terpisah dari isi panduan di atas.
Toko Trust menjual Phytobumin, produk herbal dalam bentuk kapsul. Produk ini terdaftar di BPOM dengan nomor izin edar TR183312681 (kategori OT), diproduksi CV Al Manar Herbafit, Bantul, dalam kemasan botol isi 30 dan 60 kapsul.
Produk herbal tidak menggantikan pemeriksaan dan penanganan DBD oleh tenaga kesehatan. Baca informasi kegunaan dan aturan pakai pada label kemasan. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen, terutama bagi penderita penyakit kronis.
Informasi produk: Toko Trust dan Truststore di Shopee.







