Antrean SPBU Bali kembali mengular di Denpasar, Badung, Tabanan, dan sejumlah kabupaten lain. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memasok 26.200 kiloliter Pertalite dan Pertamax secara bertahap, Selasa, 13 Oktober 2026.
Penyebab Antrean SPBU Bali Menurut Pertamina
Pertamina sebelumnya mengakui antrean dipicu keterlambatan pasokan Pertalite, menurut Katadata pada 8 Oktober 2026. Pengakuan itu disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi.
“Memang sebelumnya keterlambatan pasokan Pertalite.” (Ahad Rahedi, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, 8 Oktober 2026)
Antrean SPBU Bali disinyalir akibat kelangkaan pasokan. Kepanikan warga yang takut kehabisan BBM juga mendorong pengisian bahan bakar secara bersamaan.
Pada 8 Oktober 2026, Ahad menyebut pasokan sudah tiba pada 7 Oktober. Pasokan berikutnya dijadwalkan tiba pada 11 Oktober 2026. Pada 10 Oktober 2026, antrean di sejumlah SPBU disebut mulai berangsur kondusif.
Rincian Pasokan 26.200 KL ke Bali
Total pasokan 26.200 kiloliter disalurkan bertahap melalui Terminal BBM Sanggaran di Denpasar dan Integrated Terminal Manggis di Karangasem. Kapal dijadwalkan sandar pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026, menurut CNBC Indonesia.
Tahap awal pengiriman membawa 18.000 kiloliter Pertalite dan 2.500 kiloliter Pertamax. Rincian sisa pasokan dari total 26.200 kiloliter tidak disebutkan dalam keterangan yang dikutip.
Kapal bermuatan 18.000 kiloliter Pertalite dan 2.500 kiloliter Pertamax berangkat dari Kilang Balongan, Indramayu, menurut JournalArta. Kapal dijadwalkan tiba di IT Manggis pada Minggu dini hari, 11 Oktober 2026.
Rata-rata konsumsi Pertalite di Bali sekitar 2.200 kiloliter per hari. Pertamina memakai angka itu sebagai acuan perencanaan pasokan dan prioritas distribusi ke SPBU.
“Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan.” (Ahad Rahedi, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, 13 Oktober 2026)
Langkah Pertamina dan Imbauan kepada Warga
Pertamina mengoptimalkan pembongkaran muatan dari terminal ke SPBU setelah kapal sandar. Perusahaan juga mengevaluasi kebutuhan BBM secara berkala berdasarkan stok tiap wilayah.
Pertamina mengimbau masyarakat Bali membeli BBM sesuai kebutuhan harian dan tidak membeli secara berlebihan. Warga juga diminta tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi. Sebagai acuan, daftar harga BBM Pertamina terbaru menunjukkan Pertamax Turbo di kisaran Rp19.600 per liter.
Antrean SPBU Bali Juga Terjadi pada Agustus
Antrean SPBU Bali bukan yang pertama tahun ini. Pada akhir Agustus 2026, antrean kendaraan juga terjadi di sejumlah SPBU di Denpasar, Tabanan, dan Badung.
Saat itu, Pertamina mendatangkan dua kapal tanker, MT Green Plus dan MT Lineo. Keduanya membawa total 24,2 juta liter Pertalite dan 10 juta liter Pertamax ke IT Manggis dan Terminal BBM Sanggaran.
Penyaluran Pertalite pada 27 Agustus 2026 juga dinaikkan menjadi 2.300 kiloliter, dari 1.600 kiloliter sehari sebelumnya. Pertamina menyatakan operasional dan distribusi dioptimalkan selama 24 jam.
Antrean BBM juga dilaporkan di daerah lain pada pekan yang sama, mengingatkan pada antrean BBM yang mengular di Sumut, Aceh, dan Babel hingga warga antre berjam-jam. Di Lampung, pengisian solar subsidi diperketat setelah antrean mengular.
Pasokan untuk mengurai antrean SPBU Bali dijadwalkan masuk bertahap hingga 16 Oktober 2026. Pertamina menyatakan terus memantau stok dan tingkat konsumsi BBM di lapangan. Simak kabar lain di kanal Ekonomi.








