Operasional penerbangan dari Bandara Juanda, Sidoarjo, menuju Jakarta dan Bandung resmi dibuka kembali mulai Selasa, 8 September 2026 dini hari. Pemulihan rute dilakukan setelah tiga bandara tujuan yang sempat ditutup akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali beroperasi.
Tiga bandara tujuan dibuka, rute Bandara Juanda ikut pulih
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir menyampaikan pemulihan berlaku efektif sejak dini hari. Ketiga bandara yang kembali beroperasi berada di wilayah Jakarta dan Bandung, sebagaimana dilaporkan CNN Indonesia.
“Bandara Soekarno Hatta, Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Halim Perdana Kusuma telah beroperasi kembali.” — Muhammad Tohir, General Manager Bandara Internasional Juanda
Pembukaan kembali ketiga bandara tersebut langsung berdampak pada rute dari Surabaya. Penerbangan yang sebelumnya terhenti dapat kembali dilayani.
“Penerbangan dari Bandara Internasional Juanda ke tiga bandara tujuan juga beroperasi kembali.” — Muhammad Tohir, General Manager Bandara Internasional Juanda
Keputusan itu diambil setelah Kementerian Perhubungan memberikan izin operasional bagi ketiga bandara. Izin diberikan menyusul berkurangnya sebaran abu vulkanik secara signifikan.
Ketiga bandara tersebut sebelumnya ditutup sementara karena abu vulkanik terdeteksi di area operasional. Penutupan itu berdampak luas pada jaringan penerbangan domestik, termasuk rute dari Surabaya.
Gunung Anak Krakatau mulai menunjukkan peningkatan aktivitas sejak awal September 2026. Sebaran abu sempat menjangkau wilayah Banten, Jabodetabek, hingga sebagian Jawa Barat, sebagaimana ditelusuri pada laporan empat gunung api erupsi bersamaan.
141 penerbangan dibatalkan dalam dua hari sebelumnya
Dampak erupsi terhadap jadwal penerbangan di Bandara Juanda tergolong besar. Tercatat 141 penerbangan dibatalkan selama dua hari, yakni Minggu 6 September dan Senin 7 September 2026.
Pada 6 September, sebanyak 75 penerbangan dibatalkan. Jumlah tersebut bertambah 66 penerbangan pada hari berikutnya, seperti dirinci Disway.
Dari 66 pembatalan pada Senin, sebanyak 30 merupakan penerbangan kedatangan dan 36 lainnya keberangkatan. Sebagian sumber mencatat total pembatalan mencapai 144 penerbangan sehingga angka ini masih bervariasi.
Pembatalan tidak hanya menyangkut rute Jakarta dan Bandung. Gangguan operasional di bandara tujuan turut memengaruhi rotasi pesawat dan konektivitas penerbangan secara keseluruhan.
Sebelumnya, sebanyak 54 penerbangan di Bandara Juanda dilaporkan terdampak pada gelombang awal gangguan. Angka itu terus bertambah seiring meluasnya penutupan bandara tujuan.
Ribuan penumpang harus mengatur ulang rencana perjalanan di tengah ketidakpastian. Sejumlah di antaranya mengeluhkan keterlambatan informasi mengenai jadwal pengganti.
Layanan pemulihan disiapkan bagi penumpang terdampak
Manajemen mengaktifkan layanan pemulihan bagi penumpang yang terdampak pembatalan. Sejumlah penumpang sempat menumpuk di area terminal untuk mencari kepastian jadwal pengganti.
Sebagian penumpang memilih membatalkan perjalanan dan mengajukan pengembalian dana. Salah satunya adalah Riska yang mengajukan pembatalan sehari sebelum bandara tujuan kembali dibuka.
“Saya sudah mengajukan refund sehari sebelumnya, karena keperluan saya sudah saya batalkan.” — Riska, calon penumpang
Sejumlah maskapai juga melakukan penyesuaian besar selama masa penutupan berlangsung. Pelita Air tercatat membatalkan 41 penerbangan pada 5 hingga 6 September 2026 dengan total 5.337 penumpang yang terdampak.
Pengawasan tetap diperketat meski operasional pulih
Meski arus keberangkatan telah kembali normal, pengelola menegaskan koordinasi lintas instansi tetap diintensifkan. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.
Koordinasi melibatkan Otoritas Bandara Wilayah III, maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, hingga petugas keamanan. Pemantauan kondisi operasional terus berjalan menyusul dampak erupsi sebelumnya, sebagaimana dicatat Kilas Jatim.
Pihak Bandara Juanda mengingatkan calon penumpang selalu mengecek informasi terbaru sebelum berangkat menuju bandara. Pengecekan penting untuk memastikan jadwal dan mengantisipasi perubahan operasional.
Sebelumnya, BMKG memastikan hasil uji abu vulkanik dampak erupsi Anak Krakatau menunjukkan hasil negatif. Delapan bandara dilaporkan kembali beroperasi setelah pemeriksaan tersebut.
Pengujian dilakukan melalui metode paper test yang menjadi prosedur standar mendeteksi partikel abu di landasan. Hasil negatif menjadi dasar otoritas mengizinkan operasional kembali dibuka.
Manajemen Bandara Juanda menyatakan kesiapan menghadapi kemungkinan perubahan kondisi vulkanik. Skema mitigasi disiapkan agar penanganan penumpang berjalan lebih cepat bila gangguan terulang.
Otoritas penerbangan menegaskan aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional. Prinsip tersebut berlaku baik saat penutupan maupun ketika bandara kembali dibuka.
Normalisasi operasional Bandara Juanda menjadi penanda pulihnya konektivitas udara di jalur Surabaya-Jakarta dan Surabaya-Bandung. Pengelola menyatakan kesiapsiagaan tetap dipertahankan selama aktivitas vulkanik belum sepenuhnya mereda.








