Beritaenam.com
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • HUKUM
    • SELEBRITI
  • HIBURAN
    • MUSIK
    • FILM
    • KULINER
    • Wisata
  • GAYA HIDUP
    • SEKS
    • KESEHATAN
    • KECANTIKAN
  • OLAHRAGA
    • WISATA
    • SEPAK BOLA
    • OTOMOTIF
  • CATATAN AGI
  • News
  • Viral
  • Kawula Muda
No Result
View All Result
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • HUKUM
    • SELEBRITI
  • HIBURAN
    • MUSIK
    • FILM
    • KULINER
    • Wisata
  • GAYA HIDUP
    • SEKS
    • KESEHATAN
    • KECANTIKAN
  • OLAHRAGA
    • WISATA
    • SEPAK BOLA
    • OTOMOTIF
  • CATATAN AGI
  • News
  • Viral
  • Kawula Muda
No Result
View All Result
Beritaenam.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Fadli Zon Tidak Mau Minta Maaf soal Puisi, Santri Kudus: Tunggu di Pilpres

admin by admin
12/02/2019
in Nasional
0
Fadli Zon Tidak Mau Minta Maaf soal Puisi, Santri Kudus: Tunggu di Pilpres

Santri di Kudus tuntut Fadli Zon minta Maaf.

7
SHARES
103
VIEWS

beritaenam.com, Kudus – Fadli Zon enggan meminta maaf terkait puisi ‘Doa yang Ditukar’. Kelompok warga yang menyebut diri Aliansi Santri Membela Kiai (Asmak) Kabupaten Kudus, Jateng, mengancam akan membuat jeblok perolehan suara paslon yang didukung Fadli di Pilpres mendatang.

Kelompok Asmak ini pernah menggelar aksi di Alun-alun Kudus, Jumat (8/2) lalu, menuntut Fadli Zon meminta maaf atas puisi yang dinilai menghina ulama, khususnya KH Maimoen Zubair.

“Kalau memang seperti itu (enggan meminta maaf), kami menindalanjuti aksi kami dengan cara yang lain. Jadi kita tunggu saja,” M Sa’roni, perwakilan Asmak, Senin (11/2/2019) sore.

“Kalau seperti itu, ya mau apalagi. Tentunya bagaimana kami ingin menunjukkan bahwa kami punya kekuatan di 17 April nanti. Bukan aksi, tapi gerakan masif bahwa kami akan menunjukkan calonnya akan kalah di Kudus,” lanjutnya, seperti dikutip dari detik.com

Supriyono, anggota Asmak lainnya, menambahkan pihaknya masih berharap Fadli Zon meminta maaf. “Jika masih enggan, itu menjadi bukti keangkuhan Fadli Zon,” kata dia.

Jika Fadli Zon masih saja tak meminta maaf, kat Supriyono, itu artinya Fadli menghendaki aksi-aksi yang mempersoalkan puisinya akan semakin melebar.

“Kalau untuk aksi lanjutan, kami masih menunggu respons yang bersangkutan,” pungkasnya.

Tags: Fadli ZonKudusPilpres 2019PuisiSantri
Previous Post

Tak Terima Ditegur, 4 Siswa SMP dan Orangtua Keroyok Staf Sekolah

Next Post

Muchdi PR Pro-Jokowi, TKN: Orang Dekat Saja Sudah Meninggalkan Prabowo, Apalagi Rakyat

admin

admin

Next Post
Muchdi PR Pro-Jokowi, TKN: Orang Dekat Saja Sudah Meninggalkan Prabowo, Apalagi Rakyat

Muchdi PR Pro-Jokowi, TKN: Orang Dekat Saja Sudah Meninggalkan Prabowo, Apalagi Rakyat

Beritaenam.com adalah sebuah media independen, tidak memihak dalam pemberitaan, bebas dan tidak terikat dari kepentingan politik dan kelompok tertentu.

Berisi orang-orang profesional yang sudah bertahun-tahun bekerja di dunia jurnalistik.

Tujuan utama kami adalah memberikan berita informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan cerdas mengupas peristiwa.

Kategori

  • Berita
  • Catatan Agi
  • Ekonomi
  • Film
  • Gaya Hidup
  • Hankam
  • Hiburan
  • Hukum
  • info
  • Internasional
  • Istana
  • Jabar
  • Kawula Muda
  • kesehatan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Metropolitan
  • motogp
  • Musik
  • Narkoba
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opinion
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • properti
  • Seks
  • Selebriti
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Travel
  • Viral
  • Wisata
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan

No Result
View All Result
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • HUKUM
    • SELEBRITI
  • HIBURAN
    • MUSIK
    • FILM
    • KULINER
    • Wisata
  • GAYA HIDUP
    • SEKS
    • KESEHATAN
    • KECANTIKAN
  • OLAHRAGA
    • WISATA
    • SEPAK BOLA
    • OTOMOTIF
  • CATATAN AGI
  • News
  • Viral
  • Kawula Muda

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan