IHSG rebound 5,65% dan ditutup di level 5.278,89 pada Selasa, 20 Oktober 2026. Indeks naik 282,28 poin setelah anjlok tajam pada dua hari perdagangan sebelumnya.
Penguatan itu terjadi sehari setelah IHSG ditutup di bawah level 5.000. Nilai tukar rupiah juga menguat dan kembali berada di bawah Rp18.000 per dolar AS.
Data IHSG Rebound pada Selasa, 20 Oktober 2026
Menurut Kompas.com, IHSG dibuka di level 4.980,16 dan bergerak di rentang 4.980,36 hingga 5.278,89 sepanjang perdagangan. Indeks ditutup tepat di level tertingginya hari itu.
Sebanyak 694 saham menguat, 111 saham melemah, dan 158 saham tidak bergerak. Volume perdagangan mencapai 54,84 miliar lembar saham, dengan frekuensi 2,47 juta kali dan nilai transaksi Rp26,47 triliun.
IHSG rebound diikuti indeks lain di Bursa Efek Indonesia (BEI). LQ45 naik 8,58% ke 530,35, KOMPAS100 naik 7,75% ke 679,85, dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 6,82% ke 307,48.
Penguatan sudah terlihat sejak sesi pertama. Menurut CNBC Indonesia, IHSG ditutup naik 208,02 poin atau 4,16% ke 5.204,63 pada akhir sesi I, dengan nilai transaksi sekitar Rp16,6 triliun.
Saham berkapitalisasi besar menjadi pengungkit utama IHSG rebound pada sesi itu, yakni BBRI, BMRI, TLKM, BBCA, dan ASII. Adapun BYAN, MORA, DCII, IMPC, dan ICBP tercatat menahan laju kenaikan indeks.
Seluruh Sektor Menguat, Transportasi Memimpin
Seluruh 11 sektor ikut menopang IHSG rebound dan ditutup di zona hijau. Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com, sektor transportasi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 8,55% ke level 1.579,17.
- Bahan baku naik 6,62% ke 1.413,72.
- Infrastruktur naik 5,60% ke 1.388,64.
- Properti naik 5,19% ke 693,86.
- Keuangan naik 5,07% ke 1.208,81.
- Industri naik 4,56% ke 1.312,98.
- Energi naik 4,39% ke 2.584,14.
- Barang konsumen nonsiklikal naik 4,20% ke 604,25.
- Teknologi naik 3,93% ke 5.234,57.
- Barang konsumen siklikal naik 2,66% ke 740,73.
- Kesehatan naik 2,25% ke 1.255,67.
Menurut Antara, saham dengan penguatan terbesar antara lain ATLA, BBSS, PNSE, SHID, dan SOTS. Adapun saham yang melemah paling dalam di antaranya AMMS, LUCY, HBAT, IDEA, dan WIDI.
Penyebab IHSG Rebound Menurut Analis
Pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai kenaikan indeks didorong technical rebound setelah koreksi tajam, menurut Antara. Ia juga menyebut langkah BEI mengecualikan saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG ikut dicermati pelaku pasar.
“Penguatan IHSG hari ini lebih didorong oleh technical rebound.”
Elandry Pratama, pengamat pasar modal
“Namun, ini belum berarti risiko pasar sudah sepenuhnya mereda.”
Elandry Pratama, pengamat pasar modal
CNN Indonesia mencatat penguatan itu didorong aksi beli investor domestik. Media tersebut juga menyebut ketidakpastian terkait evaluasi MSCI masih membayangi pasar.
CNBC Indonesia mencatat pelaku pasar juga mencermati aksi pembelian kembali saham oleh sejumlah emiten konglomerat. Arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat penegakan aturan di pasar modal turut menjadi perhatian.
Kebijakan BEI soal Saham HSC
Sehari sebelumnya, Senin, 19 Oktober 2026, BEI mengumumkan saham yang masuk daftar High Shareholding Concentration (HSC) akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG. Menurut Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, bobot saham HSC saat ini sekitar 18% dari IHSG.
BEI juga akan menyertakan informasi afiliasi pemegang saham untuk kepemilikan di atas 1%. Saham HSC tidak dihapus dari bursa, dan BEI menegaskan tidak ada sanksi tambahan bagi emitennya, menurut CNBC Indonesia. Tanggal efektif kebijakan itu belum diumumkan.
Rupiah Kembali di Bawah Rp18.000
Seiring IHSG rebound, rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,3% ke Rp17.992 per dolar AS pada Selasa sore, menurut Kontan yang mengutip Bloomberg. Kurs referensi JISDOR menguat 0,24% ke Rp18.006 per dolar AS.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyebut harga minyak bertahan di atas US$100 per barel di tengah eskalasi di Timur Tengah, menurut Kontan.
Konteks: IHSG dalam Sepekan Terakhir
IHSG rebound terjadi setelah tekanan jual berat dalam dua hari perdagangan. Menurut CNBC Indonesia, IHSG anjlok 11,57% pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pada 19 Oktober 2026, IHSG anjlok 3,64% ke 4.996, dan Presiden Prabowo Subianto memanggil pejabat ekonomi serta Ketua OJK ke Istana.
Tekanan itu berkaitan dengan konsultasi MSCI soal kemungkinan perubahan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Konsultasi MSCI berlangsung hingga April 2027, dengan keputusan paling lambat 30 Juni 2027. Danantara sebelumnya juga menyatakan siap masuk pasar saham saat IHSG tertekan, asalkan valuasinya menarik.
Di bursa regional, mayoritas indeks Asia justru melemah pada sore yang sama, menurut Antara. Kospi turun 3,73%, Hang Seng turun 1,32%, dan Nikkei turun 1,16%, sedangkan Shanghai naik tipis 0,12%.
Dengan IHSG rebound ke 5.278,89, indeks kembali berada di atas level 5.000 yang ditembus ke bawah sehari sebelumnya. Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang hasilnya diumumkan Rabu, 21 Oktober 2026.







