Rencana impor KRL bekas batal. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin memastikan KAI tidak akan mendatangkan kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang, usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
Sebagai gantinya, KAI akan memesan 23 trainset KRL baru dengan melibatkan industri dalam negeri, termasuk PT Industri Kereta Api (INKA). Pengadaan itu ditargetkan dipercepat dalam dua hingga tiga tahun.
Impor KRL Bekas Batal, KAI Pesan 23 Trainset Baru
Bobby menyampaikan keputusan itu kepada wartawan setelah ratas yang menurut CNN Indonesia berlangsung hampir tiga jam. Ia menegaskan kereta untuk masyarakat harus kereta baru.
“Nggak ada, kita nggak impor bekas. Pokoknya buat rakyat harus yang baru.”
Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI
Menurut detikcom, Bobby menyebut kebutuhan KRL baru mencapai 23 trainset. Delapan di antaranya masuk kategori mendesak.
“Banyak, jadi ada 8 yang urgent kemudian total 23 trainset. Kita akan percepat 2 sampai 3 tahun 23 trainset baru.”
Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI
Peran INKA dan Syarat Kerja Sama Luar Negeri
Bobby menyebut sebagian pesanan akan diberikan kepada INKA sebagai bentuk dukungan bagi industri dalam negeri. Pabrikan luar negeri tetap dibuka, tetapi wajib bekerja sama dengan industri nasional.
“Salah satunya mungkin sebagian INKA. Wajib mendukung industri dalam negeri. Luar negeri harus kerja sama dengan dalam negeri gitu ya.”
Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI
Setelah impor KRL bekas batal, porsi INKA dalam pesanan baru belum dirinci secara resmi. CNBC Indonesia menulis separuh kebutuhan akan dipenuhi dari produksi INKA, sedangkan CNN Indonesia dan detikcom hanya menyebut sebagian.
Nama pabrikan luar negeri yang akan diajak bekerja sama juga belum disebutkan. Begitu pula nilai investasi pengadaan 23 trainset tersebut.
Kronologi Rencana Impor KRL Bekas dari Jepang
Keputusan bahwa impor KRL bekas batal berbeda dengan usulan KAI dua bulan sebelumnya. Berikut urutan peristiwanya berdasarkan sumber yang dibaca beritaenam.com:
- Rabu, 23 September 2026: dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Bobby mengusulkan impor KRL bekas untuk menutup kebutuhan 2026-2027.
- Hari yang sama: Komisi VI menyetujui impor trainset bukan baru dalam kesimpulan rapat, yang dibacakan Wakil Ketua Komisi VI Andre Rosiade.
- Senin, 26 Oktober 2026: Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menyebut proposal KAI masih dievaluasi, terutama spesifikasi teknisnya.
- Kamis, 5 November 2026: usai ratas di Istana, Bobby memastikan impor KRL bekas dibatalkan.
Dalam RDP September, Bobby menjelaskan alasan memilih Jepang. Menurut CNN Indonesia, sistem perkeretaapian Indonesia dinilai cocok dengan Jepang, mulai dari rel hingga listrik aliran atas.
“Bagaimana kita menutup 2026, 2027 dulu. Jadi salah satunya yang kami akan usulkan itu adalah kita tambal dulu dengan melakukan impor.”
Bobby Rasyidin, dalam RDP Komisi VI DPR, 23 September 2026
Kesimpulan rapat Komisi VI saat itu dibacakan Andre Rosiade, seperti dikutip detikcom.
“Memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan perkeretaapian, khususnya KRL Jabodetabek, dengan meningkatkan industri lokal, dan melakukan impor rangkaian kereta (trainset) bukan baru yang terintegrasi dan berkelanjutan.”
Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR
Saat itu, waktu pengadaan KRL bekas disebut sekitar satu hingga dua bulan, dibanding satu hingga dua tahun untuk kereta baru. Hingga 26 Oktober 2026, Kemenhub belum memberikan persetujuan, menurut detikcom.
Kondisi Armada dan Penumpang KRL Jabodetabek
Kabar impor KRL bekas batal muncul di tengah keterbatasan armada. Usulan impor sebelumnya diajukan untuk menutup kekurangan tersebut. Menurut data yang dimuat CNN Indonesia, kondisi armada KRL pada 2026 sebagai berikut:
- Kebutuhan operasional 2026 mencapai 105 trainset, sedangkan sarana yang tersedia pada awal tahun sebanyak 102 rangkaian.
- Sebanyak 13 trainset harus dikonservasi atau dipensiunkan pada 2026.
- Dari 16 trainset pesanan ke INKA, baru tujuh yang beroperasi, sementara sembilan lainnya terlambat.
- Rata-rata usia kereta disebut lebih dari 41 tahun.
Jumlah penumpang juga terus bertambah. CNN Indonesia mencatat penumpang harian naik dari di bawah 1 juta menjadi sekitar 1,1 juta orang, dengan pertumbuhan 11,3 persen pada semester I 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Penataan akses antarmoda di simpul KRL sebelumnya diulas dalam artikel akses pedestrian LRT ke KRL Stasiun Manggarai.
Yang Belum Dijelaskan Usai Impor KRL Bekas Batal
Hingga Jumat pagi, sejumlah informasi belum diumumkan KAI maupun pemerintah, antara lain:
- Cara menutup kekurangan armada pada 2026-2027 sebelum trainset baru tiba.
- Pembagian pesanan antara INKA dan mitra luar negeri.
- Nilai investasi dan jadwal kedatangan trainset pertama.
Judul salah satu artikel CNBC Indonesia menyebut opsi pemesanan dari China. Namun, isi artikel tersebut tidak memuat pernyataan resmi soal pabrikan China.
Status Terkini Impor KRL Bekas Batal
Hingga Jumat, 6 November 2026, rencana impor KRL bekas batal dan KAI menyiapkan pengadaan 23 trainset baru dalam dua hingga tiga tahun. Delapan trainset disebut mendesak, sementara porsi INKA dan mitra luar negeri belum dirinci.





