Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan situasi Aceh terkendali setelah kericuhan yang mewarnai peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
Kapolri Sebut Situasi Aceh Terkendali Seluruhnya
Pernyataan tersebut disampaikan Listyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 17 Agustus 2026. Ia berbicara sebelum upacara penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka. Berita nasional lain di kanal Nasional BeritaEnam.
Listyo mengatakan jajaran kepolisian telah mengambil sejumlah langkah agar situasi Aceh terkendali di beberapa wilayah. Ia tidak merinci langkah yang dimaksud, termasuk apakah ada pihak yang ditangkap.
“Seluruh jajaran sudah melakukan langkah-langkah dan situasinya seluruhnya sudah terkendali.” — Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri
Pada momen HUT ke-81 RI tersebut, Listyo mengajak seluruh masyarakat menjaga keberagaman dan kemajemukan Indonesia. Ia menyebut semangat kemerdekaan seharusnya diarahkan untuk membangun bangsa.
Kapolda Aceh, Irjen Pol Ruddi Setiawan, menyatakan situasi Aceh terkendali dan kembali kondusif sejak Minggu, 16 Agustus 2026, sore. Meski demikian, Polda Aceh masih menyelidiki penyebab dan pihak yang terlibat dalam kericuhan.
Kronologi Kericuhan Hari Damai Aceh
Kericuhan terjadi di sekitar Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi. Peristiwa tersebut berlangsung dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh ke-21.
Insiden bermula ketika sebagian massa dari sejumlah elemen masyarakat hendak memasang bendera Bulan Bintang pada salah satu tiang di kompleks masjid. Aparat TNI yang berjaga di sekitar pagar masjid melarang pemasangan bendera tersebut.
Larangan itu kemudian diikuti beberapa kali tembakan peringatan yang dilepaskan ke udara. Suara tembakan membuat massa yang berada di halaman masjid spontan tiarap, dan dari situlah bentrokan antara warga dan aparat terjadi.
Sorotan Lembaga Bantuan Hukum
Direktur YLBHI-LBH Banda Aceh, Aulianda Wafisa, menyebut persoalan bendera Bulan Bintang menjadi pemicu bentrokan antara massa dan aparat gabungan. Ia menyampaikan keterangan tersebut pada Sabtu malam.
“Mobilisasi ke Banda Aceh itu sejak 2-3 hari yang lalu sudah jalan.” — Aulianda Wafisa, Direktur YLBHI-LBH Banda Aceh
Menurut Aulianda, mobilisasi warga dari sejumlah kabupaten dan kota menuju Banda Aceh telah berlangsung sejak dua hingga tiga hari sebelum peringatan. Pemeriksaan tersebut disebut berkaitan dengan dugaan warga membawa atribut bendera Bulan Bintang.
Respons TNI dan Langkah Pemerintah
Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak, menyatakan tidak diperlukan penambahan personel TNI AD di Aceh. Keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan panglima komando daerah setempat. Info resmi tersedia di laman resmi Polri.
Maruli menegaskan TNI AD tetap berada di belakang kepolisian dalam menjaga keamanan. Pihaknya menyatakan mendukung proses penegakan hukum terhadap pihak yang dinilai bersalah.
Di sisi lain, pemerintah mempercepat pembahasan otonomi khusus Aceh yang masa berlakunya berakhir pada 2027. Menteri Hukum juga menemui Gubernur Aceh untuk membahas situasi pascakericuhan.
Sorotan Partai Politik dan Pemulihan
PDI Perjuangan menyampaikan penyesalan atas letusan senjata aparat saat peristiwa pengibaran bendera di Aceh. Partai tersebut meminta penanganan dilakukan secara terukur.
Sejumlah pihak menilai penanganan persoalan bendera perlu mengedepankan pendekatan dialog. Aceh memiliki kekhususan yang diatur dalam perjanjian damai serta undang-undang pemerintahan Aceh.
Hari Damai Aceh sendiri diperingati setiap tahun untuk mengenang penandatanganan nota kesepahaman damai. Peringatan tahun ini merupakan yang ke-21 sejak perjanjian tersebut disepakati.
Percepatan Pembahasan Otonomi Khusus
Seiring situasi Aceh terkendali, pemerintah memastikan pembahasan dana otonomi khusus menjadi salah satu agenda yang dipercepat. Presiden juga menyampaikan komitmen terkait penambahan alokasi dana otonomi khusus bagi Aceh.
Aparat menegaskan situasi Aceh terkendali dan aktivitas masyarakat berjalan normal dalam beberapa hari terakhir. Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, juga berlangsung tanpa gangguan.
Hingga berita ini disusun, Polda Aceh belum merinci perkembangan penyelidikan maupun langkah hukum lanjutan. Aparat menegaskan situasi Aceh terkendali dan aktivitas masyarakat berangsur normal.








