Peristiwa kebakaran kapal Muara Baru menghanguskan tiga unit kapal tradisional yang tengah bersandar di Dermaga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis malam, 13 Agustus 2026.
Kronologi Kebakaran Kapal Muara Baru
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Kapal yang terbakar berada di kawasan Jalan Muara Baru Ujung Gedung Pompa. Berita nasional lain di kanal Nasional BeritaEnam.
“Objek yang terbakar ada tiga unit kapal, dan saat ini masih dilakukan pemadaman.” — Gatot Sulaeman, Kasi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara
Informasi awal sempat menyebut hanya dua kapal yang terdampak. Data terbaru Sudin Gulkarmat kemudian memastikan jumlah kapal yang terbakar mencapai tiga unit.
Objek yang terbakar memiliki luas sekitar 51 meter persegi. Material kapal yang sebagian besar berupa kayu membuat api cepat membesar dan merambat antarunit.
Pengerahan Personel dan Armada
Petugas mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 19.50 WIB setelah tiba di lokasi kejadian. Hingga pukul 20.53 WIB, tim masih berupaya melokalisasi api agar tidak merambat ke area lain.
“Kami mengerahkan 11 unit mobil pemadam dengan 60 personel serta satu unit kapal boat.” — Gatot Sulaeman, Kasi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara
Satu unit kapal boat milik Paguyuban Muara Angke turut dilibatkan dalam operasi pemadaman. Kapal tersebut membantu petugas menjangkau titik api dari sisi perairan. Informasi layanan darurat tersedia di laman resmi Pemprov DKI Jakarta.
Dalam penanganan lanjutan, jumlah personel yang dikerahkan dilaporkan bertambah menjadi sekitar 55 hingga 60 orang. Setelah api dilokalisasi, petugas melanjutkan proses pendinginan di lokasi.
Dugaan Penyebab Masih Diselidiki
Perwira piket Damkar Jakarta Utara, Eko Budianto, menyampaikan keterangan berdasarkan informasi dari pemilik kapal. Menurut dia, kapal-kapal tersebut merupakan kapal bekas yang dibeli untuk dibongkar.
Pemilik disebut membeli kapal itu guna mengambil material kayunya. Kondisi kapal yang tidak lagi beroperasi membuat sebagian besar strukturnya berupa material kering yang mudah terbakar.
Sejumlah laporan menyebut api diduga bermula dari puntung rokok di sekitar lokasi. Petugas menyatakan penyebab pasti serta taksiran kerugian akibat kebakaran kapal Muara Baru masih dalam penyelidikan, dan belum ada laporan mengenai korban jiwa.
Proses Pendinginan dan Pendataan
Setelah kobaran api berhasil dikuasai, petugas melanjutkan proses pendinginan di badan kapal. Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa di sela material kayu.
Petugas juga mendata kerusakan pada ketiga kapal serta memastikan tidak ada kapal lain yang ikut terdampak. Pendataan dilakukan bersama pemilik dan pengelola dermaga.
Peristiwa ini sempat menarik perhatian warga di sekitar kawasan dermaga. Sejumlah nelayan dan pekerja pelabuhan turut menyaksikan proses pemadaman yang berlangsung hingga larut malam.
Risiko Kebakaran di Dermaga Padat
Api yang membakar kapal berbahan kayu umumnya sulit dipadamkan karena bara dapat bertahan lama. Kondisi tersebut menuntut petugas melakukan pembasahan menyeluruh.
Dermaga Muara Baru merupakan salah satu titik sandar kapal yang cukup padat di kawasan Penjaringan. Banyaknya kapal yang bersandar berdekatan membuat risiko perambatan api meningkat.
Dalam penanganan kebakaran kapal Muara Baru, petugas menyekat area di sekitar titik api agar kobaran tidak menjalar ke kapal lain. Penyekatan dilakukan bersamaan dengan penyemprotan dari sisi darat dan perairan.
Imbauan bagi Pemilik Kapal
Kapal bekas yang menunggu proses pembongkaran umumnya menyimpan sisa material mudah terbakar. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang dicermati petugas di lapangan.
Pihak berwenang menyatakan akan mengumumkan hasil penyelidikan penyebab kebakaran setelah pemeriksaan rampung. Keterangan saksi di sekitar lokasi turut dikumpulkan petugas.
Kawasan Muara Baru dan Muara Angke tercatat beberapa kali mengalami kebakaran kapal dalam beberapa bulan terakhir. Petugas mengimbau pemilik kapal dan pekerja di area dermaga berhati-hati terhadap sumber api terbuka guna mencegah terulangnya kebakaran kapal Muara Baru maupun insiden serupa.








