Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi kunjungan Xi Jinping ke Amerika Serikat pada 23 hingga 25 September 2026. Presiden China itu datang atas undangan Presiden AS Donald Trump.
Juru bicara Kemenlu China Guo Jiakun menyampaikan pengumuman itu dalam konferensi pers rutin di Beijing, Senin, 21 September 2026. Kunjungan Xi Jinping kali ini menjadi kunjungan kenegaraan pertamanya ke AS sejak 2015, ketika ia bertemu Presiden Barack Obama.
Agenda kunjungan Xi Jinping di Gedung Putih
Kantor Ibu Negara AS Melania Trump merilis rincian agenda penyambutan. Trump akan menyambut Xi dan istrinya, Peng Liyuan, di Joint Base Andrews pada Rabu, 23 September 2026.
Pada Kamis, 24 September 2026 pagi, Trump dan Melania menggelar upacara penyambutan kenegaraan di South Lawn, State Floor, dan Rose Garden Gedung Putih. Upacara itu melibatkan 479 personel militer dari seluruh matra Angkatan Bersenjata AS.
Kamis malam, keduanya menjamu Xi dan Peng dalam jamuan makan malam kenegaraan di East Room. Rangkaian acara berakhir dengan jamuan teh di Red Room pada Jumat, 25 September 2026 pagi, menurut rilis Gedung Putih.
Gedung Putih menyebut ini sebagai kunjungan pertama Xi dan Peng ke Gedung Putih dalam lebih dari satu dekade. Kantor Ibu Negara akan merilis rincian jamuan makan malam kenegaraan pada Rabu.
Beijing sebut saling kunjung bermakna bersejarah
Guo Jiakun menyatakan Xi dan Trump akan bertukar pandangan secara mendalam mengenai isu-isu utama hubungan China-AS. Pembicaraan juga menyangkut perdamaian dan pembangunan dunia, menurut Reuters.
Guo menilai saling kunjung dua kepala negara dalam enam bulan memiliki makna bersejarah. Trump sebelumnya melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing pada 13 hingga 15 Mei 2026. Dalam kunjungan itu, kedua negara sepakat membangun hubungan yang Xi sebut konstruktif, strategis, dan stabil.
“China bersedia bekerja sama dengan AS untuk memperkuat dialog dan kerja sama, mengelola perbedaan secara tepat, terus meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara, serta mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran dunia.” — Guo Jiakun, Juru Bicara Kemenlu China
Isu dagang, Taiwan, dan AI jadi sorotan pertemuan
Laporan Reuters yang dikutip CNBC Indonesia menempatkan perdagangan sebagai salah satu topik utama pertemuan. Gencatan tarif antara kedua negara akan berakhir pada 10 November 2026.
Sebelumnya, AS dan China sempat terlibat perang dagang dengan tarif balasan yang melampaui 100 persen. Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyebut kedua negara akan menyampaikan pengumuman terkait sektor pertanian.
“Sejumlah pengumuman terkait pertanian dan hambatan non-tarif.” — Jamieson Greer, Perwakilan Dagang AS
Taiwan menjadi salah satu isu paling sensitif. Trump sebelumnya menyebut Xi menekannya terkait penjualan senjata AS ke Taiwan, termasuk paket senilai hingga US$14 miliar.
Kecerdasan buatan dan kontrol ekspor tanah jarang juga masuk daftar topik, menurut analisis lembaga kajian Center for Strategic and International Studies (CSIS). Dalam diskusi CSIS pada 14 September, analis Scott Kennedy dan Ilaria Mazzocco membahas kemungkinan hasil pertemuan, termasuk soal kontrol ekspor tanah jarang dan pengamanan AI.
Menjelang kunjungan Xi Jinping, AS dan China juga menjadwalkan dialog khusus pada pertengahan September untuk membahas risiko keamanan AI. Washington mengusulkan kerja sama pemantauan serangan siber berbasis AI, menurut CNBC Indonesia.
Bessent dan He Lifeng gelar pembicaraan pendahuluan
Menjelang pertemuan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng memulai pembicaraan pada Minggu, 20 September 2026. Pembicaraan itu juga melibatkan Jamieson Greer, menurut laporan AFP di CNBC Indonesia.
Bessent menyebut pertemuan tersebut produktif, dengan pembahasan utama soal AI dan perdagangan. Reuters sebelumnya melaporkan Xi akan membawa delegasi bisnis besar dalam kunjungan ini.
Bloomberg mencatat kunjungan Xi Jinping ini berlangsung saat gencatan dagang satu tahun antara kedua negara mulai mendekati akhir. Perjalanan ini juga menjadi kunjungan pertama Xi ke AS dalam hampir tiga tahun. Jadwalnya bersamaan dengan pekan debat umum Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Kunjungan Xi Jinping ini menjadi pertemuan kedua Xi dan Trump tahun ini. Undangan kunjungan pertama kali Trump sampaikan dalam KTT Busan pada 30 Oktober 2025. Trump lalu mengumumkan tanggal 24 September pada 23 Juli 2026. Pertemuan di Gedung Putih pada Kamis, 24 September 2026 menjadi agenda utama rangkaian kunjungan Xi Jinping selama tiga hari tersebut, di tengah rangkaian dinamika geopolitik yang melibatkan Donald Trump.







