Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir menghubungi Menlu Malaysia Mohamad Hasan untuk menjelaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Menlu Arrmanatha menyampaikannya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Menlu Arrmanatha Tindak Lanjuti Telepon Anwar ke Prabowo
Komunikasi itu menindaklanjuti pembicaraan telepon Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada pekan yang sama, menurut Antara. Menlu Arrmanatha, yang akrab disapa Tata, dilantik pada 1 Oktober 2026 dalam reshuffle kabinet.
“Ya, kita sudah berkomunikasi. Dari saya sudah berbicara juga dengan Menteri Luar Negeri Malaysia.” — Arrmanatha Nasir, Menteri Luar Negeri, 10 Oktober 2026
Kepada Mohamad Hasan, Tata menjelaskan langkah Indonesia menanggulangi karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Ia menyebut lebih dari 60.000 personel telah diterjunkan ke lapangan.
Pernyataan Menlu Arrmanatha disampaikan kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma dan dikutip sejumlah media, antara lain Antara, Kumparan, dan CNN Indonesia.
Indonesia juga mengerahkan sekitar 48 helikopter dan pesawat untuk pengeboman air (water bombing) dan pengalihan cuaca, menurut Kumparan. Tata mengakui karhutla di Sumatra dan Kalimantan masih menjadi tantangan.
Cuaca Jadi Tantangan Utama Penanganan Karhutla
Menlu Arrmanatha menyebut cuaca sebagai tantangan utama dalam penanganan karhutla. Menurut IDN Times, ia juga menyebut fenomena Super El Nino diprediksi berlangsung hingga Desember.
“Harapan kita (karhutla) ini segera akan reda, karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan.” — Arrmanatha Nasir, Menteri Luar Negeri
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman membenarkan Anwar menelepon Prabowo soal kabut asap. Dudung menyampaikannya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026, menurut IDN Times.
Dudung juga menyebut Brasil memberikan cairan untuk mempercepat pemadaman. Cairan itu sudah diuji di Sumatera Selatan dan Kalimantan, serta dijatuhkan dari udara sekaligus diaplikasikan petugas darat.
“Tapi kita masih maksimal lah berupaya.” — Dudung Abdurachman, Menko Polkam, 11 Oktober 2026
Malaysia Desak Pertemuan Menteri Lingkungan ASEAN
Anwar mengumumkan telah menghubungi Prabowo pada Kamis, 8 Oktober 2026. Menurut Anwar, Prabowo setuju mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi kabut asap yang berdampak hingga Malaysia dan Singapura.
“Persoalan kabut asap memang mengkhawatirkan.” — Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia, 8 Oktober 2026
Anwar menyatakan Malaysia siap membantu Indonesia menangani karhutla dan asap. Ia juga memerintahkan Mohamad Hasan menghubungi Sekretariat ASEAN untuk menggelar pertemuan khusus menteri lingkungan hidup se-ASEAN membahas kabut asap.
Sehari sebelum pengumuman Anwar, pada Rabu, 7 Oktober 2026, Menlu Malaysia Mohamad Hasan menyebut Prabowo menyetujui tawaran bantuan Malaysia, menurut RM.id. Mekanisme, lokasi, dan penempatan tim bantuan saat itu masih dibahas.
Tawaran bantuan Malaysia sudah muncul sejak September 2026. Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Arthur Joseph Kurup menyebut bantuan itu meliputi pengeboman air dengan helikopter, dukungan pesawat amfibi, dan pembenihan awan, menurut Antara pada 23 September 2026.
IDN Times mencatat 38 wilayah di Malaysia mencatat Indeks Pencemar Udara kategori tidak sehat pada Kamis, 8 Oktober 2026. Suara.com melaporkan angka tertinggi tercatat di Segamat dengan IPU 189, disusul Seremban 185 dan Nilai 184.
Kumparan melaporkan sejumlah sekolah di Malaysia ditutup akibat kabut asap. Menurut RM.id, sekolah di Johor diliburkan pada 8 dan 9 Oktober 2026, dengan pembelajaran tetap berjalan dari rumah.
Kabut asap juga menyelimuti Singapura. CNN Indonesia mencatat data IQAir di Singapura menunjukkan angka 167 atau kategori tidak sehat pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Data Titik Api Saat Menlu Arrmanatha Berbicara
Pada hari yang sama dengan pernyataan Menlu Arrmanatha, jumlah titik panas nasional melonjak menjadi 793 titik pada Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Data itu berasal dari sistem SiPongi Kementerian Kehutanan, dan Kalimantan Tengah tercatat sebagai provinsi dengan titik api karhutla terparah.
Kalimantan Tengah mencatat titik terbanyak dengan 288 titik, disusul Sumatera Selatan 60 titik dan Kalimantan Barat 44 titik. Kementerian Kehutanan menegaskan titik panas merupakan deteksi satelit yang perlu diverifikasi di lapangan, bukan jumlah kebakaran.
Antara tidak memuat tanggapan langsung Mohamad Hasan atas penjelasan Menlu Arrmanatha. CNN Indonesia juga belum menyebut bentuk bantuan konkret yang sudah diberikan Malaysia kepada Indonesia hingga Minggu, 11 Oktober 2026. Simak berita internasional lainnya.








