Naruhito Resmi Jadi Kaisar Baru Jepang

110
Kaisar Naruhito menyampaikan pidato pertama didamping istri, Permaisuri Masako (Foto: AFP).

beritaenam.com – Naruhito resmi menjadi kaisar baru Jepang, Rabu (1/5/2019), sehari setelah upacara turun takhta ayahnya, Akihito.

Dalam pidato pertamanya, Naruhito bersumpah untuk bertindak sesuai dengan undang-undang dan melayani masyarakat.

“Bertindak sesuai dengan Konstitusi dan selalu memerhatikan nasib rakyat dan selalu bersama dengan mereka,” kata Naruhito, dalam pidato singkat, dikutip dari AFP.

Naruhito resmi menjadi kaisar terhitung Rabu dini hari, namun proses ritual dan penobatan baru digelar pagi hari.

Upacara digelar tertutup dan terlarang bagi perempuan anggota keluarga kaisar, kecuali seorang pejabat di kabinet pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe. Bahkan istri Naruhito, Putri Masako, tak boleh ikut dalam penobatan.

Penobatan dimulai dengan Kaisar memasuki Ruang Pine di Istana Kekaisaran mengenakan texudo ditemani oleh anggota keluarga laki-laki termasuk saudaranya, Akishino.

Pria 59 tahun itu mewarisi barang-barang dari Akihito seperti pedang, permata, serta meterai negara dan meterai kekaisaran

Tak lama setelah penobatan, Permaisuri Masako tiba di istana menggunakan mobil untuk bergabung dengan suaminya yang telah menjadi kaisar ke-126 negara itu.

Dia mengatakan akan merenungkan secara mendalam wasiat Akihito serta menjadikannya sebagai conto. Masako juga berjanji akan mendampingi suaminya dengan penuh pengabdian kepada warga Jepang.

Dengan penobatan Naruhito maka Jepang memasuki era baru yang disebut dengan Reiwa, berarti “harmoni nan indah”. Era ini akan berlangsung sepanjang masa pemerintahan Naruhito.

Sementara itu Perdana Menteri Abe bertekad menciptakan masa depan cerah bagi Jepang di tengah kondisi perpolitikan dan keamanan internasional yang yak menentu.

“Dipenuhi dengan kedamaian dan harapan pada saat situasi internasional berubah secara dramatis,” ujarnya.