Beritaenam.com
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • HUKUM
    • SELEBRITI
  • HIBURAN
    • MUSIK
    • FILM
    • KULINER
    • Wisata
  • GAYA HIDUP
    • SEKS
    • KESEHATAN
    • KECANTIKAN
  • OLAHRAGA
    • WISATA
    • SEPAK BOLA
    • OTOMOTIF
  • CATATAN AGI
  • News
  • Viral
  • Kawula Muda
No Result
View All Result
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • HUKUM
    • SELEBRITI
  • HIBURAN
    • MUSIK
    • FILM
    • KULINER
    • Wisata
  • GAYA HIDUP
    • SEKS
    • KESEHATAN
    • KECANTIKAN
  • OLAHRAGA
    • WISATA
    • SEPAK BOLA
    • OTOMOTIF
  • CATATAN AGI
  • News
  • Viral
  • Kawula Muda
No Result
View All Result
Beritaenam.com
No Result
View All Result
Home News

Pancasila: Ideologi Yang Ramah Bagi Semua Agama

Oleh : IR.HM.Idris Laena MH (ketua Fraksi Golkar MPR RI)

admin by admin
13/02/2020
in News
0
Pancasila: Ideologi Yang Ramah Bagi Semua Agama
7
SHARES
102
VIEWS

Beritaenam.com —  Pendapat yang mengatakan bahwa musuh besar Pancasila adalah Agama, tidak benar sama sekali.

Sejarah menunjukkan, betapa ramahnya Pancasila terhadap agama.

Terbukti, sejak pidato Bung Karno 1 Juni 1945 sampai kemudian dirumuskan Piagam Jakarta, khususnya pada Sila pertama yang mencoba mengakomodir Kelompok Islam pada saat itu.

Ini membuktikan betapa Pancasila sangat ramah terhadap Isu Agama ini.

Kemudian setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, para pendiri bangsa ini menghadirkan Konstitusi yang kemudian tiap tanggal 18 Agustus kita Peringati sebagai Hari Konstitusi.

Sekali lagi membuktikan bahwa, rangkaian peristiwa itu menunjukkan Pancasila sangat ramah terhadap Agama, khususnya agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia.

Gambaran sejarah di atas menunjukkan bahwa pada hakekatnya Pancasila dirancang menjadi Ideologi yang Universal.

Bayangkan saja, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, yang berarti secara terbuka mengakomodir agama-agama yang menunjukkan bahwa pandangan yang mengatakan bahwa:  ”Musuh Besar Pancasila adalah Agama, tidak benar sama sekali.”

Kita, bangsa Indonesia patut bersyukur, bahwa harmonisasi Pancasila dengan agama-agama yang diakui di Indonesia, dapat kita rasakan dengan baik dibandingkan negara lain.

Bahkan dalam satu agama saja, karena perbedaan mashab bisa menimbulkan Pertentangan.

Pancasila: Ideologi Yang Ramah Bagi Semua Agama
Previous Post

Polemik Lobster Berlanjut

Next Post

Ketika Ingin Hadiri Sidang, Ahli Waris Penggugat Polis Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Meregang Nyawa

admin

admin

Next Post
Ketika Ingin Hadiri Sidang, Ahli Waris Penggugat Polis Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Meregang Nyawa

Ketika Ingin Hadiri Sidang, Ahli Waris Penggugat Polis Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Meregang Nyawa

Beritaenam.com adalah sebuah media independen, tidak memihak dalam pemberitaan, bebas dan tidak terikat dari kepentingan politik dan kelompok tertentu.

Berisi orang-orang profesional yang sudah bertahun-tahun bekerja di dunia jurnalistik.

Tujuan utama kami adalah memberikan berita informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan cerdas mengupas peristiwa.

Kategori

  • Berita
  • Catatan Agi
  • Ekonomi
  • Film
  • Gaya Hidup
  • Hankam
  • Hiburan
  • Hukum
  • info
  • Internasional
  • Istana
  • Jabar
  • Kawula Muda
  • kesehatan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Metropolitan
  • motogp
  • Musik
  • Narkoba
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opinion
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • properti
  • Seks
  • Selebriti
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Travel
  • Viral
  • Wisata
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan

No Result
View All Result
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • HUKUM
    • SELEBRITI
  • HIBURAN
    • MUSIK
    • FILM
    • KULINER
    • Wisata
  • GAYA HIDUP
    • SEKS
    • KESEHATAN
    • KECANTIKAN
  • OLAHRAGA
    • WISATA
    • SEPAK BOLA
    • OTOMOTIF
  • CATATAN AGI
  • News
  • Viral
  • Kawula Muda

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan