Prabowo Sebut Media Antek, Tim Jokowi: Ingin Dikte Media tapi Sekarang Tak Bisa

30
Lukman Edi.

Beritaenam.com, Jakarta – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto kesal dan menyebut media sebagai antek. Prabowo mengklaim massa aksi Reuni 212 mencapai jutaan hingga belasan juta, namun media hanya menyebut puluhan hingga ratusan ribu orang.

Melihat sikap itu, Wakil Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Lukman Edy mengatakan Prabowo sedang menunjukkan karakter aslinya. Dia menduga Prabowo memiliki sikap ingin mendikte media layaknya zaman orde baru.

“Pelan-pelan kan akhirnya karakter pak prabowo itu muncul, karakter ingin mendikte media, karakter ingin memframing media,” kata Lukman di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Kamis (6/12).

“Ini kan yang seperti-seperti ini kan 20 tahun lalu, yang bisa dilakukan sekarang sudah enggak bisa,” imbuhnya.

Politisi PKB itu menilai Prabowo cuma menerapkan subjektivitasnya semata dalam memandang pemberitaan reuni 212. Mantan Danjen dan itu dinilai hanya ingin menerima pemberitaan sesuai dengan keinginannya.

“Mungkin dia beranggapan bahwa ini kok tidak seperti yang framing yang ingin kami lakukan. Gitu ya. Ya enggak bisa seperti itu,” kata Lukman.

Diberitakan, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kesal akibat sikap media massa dalam menyajikan sebuah informasi.

Darahnya makin mendidih saat media tidak objektif saat memberitakan acara reuni 212. Prabowo geram, massa yang hadir belasan juta hanya disebut puluhan ribu.

“Redaksi kamu (wartawan) bilang gak ada orang di situ hanya berapa puluh ribu, itu kan tidak objektif gak boleh dong. Kebebasan pers jurnalis itu harus objektif memberi tahu apa adanya,” tegas Prabowo saat ditemui di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/12).

Menurutnya, rakyat tidak akan percaya kepada media jika menyajikan informasi tak objektif. Mantan Danjen Kopassus itu sudah malas berbicara dengan media.