Seandainya Bumi Tak Punya Bulan, Ini yang Akan Terjadi

234
Ilustrasi bumi dan bulan.

beritaenam.com – Bulan adalah satelit alami yang dimiliki oleh bumi. Sadar atau tidak, bulan menjadi bagian penting dalam kehidupan umat manusia.

Bulan terus menerangi malam di bumi. Namun, pernahkah Anda membayangkan bagaimana jadinya jika bumi tidak memiliki bulan dan apa yang terjadi?

Nah, ada beberapa perubahan yang akan terjadi seandainya bumi tidak memiliki bulan. Berikut ini di rangkum penjelasan dari List Verse, Kamis (25/4/2019).

1. Musim di Bumi Akan Kacau

Saat Bumi berputar mengelilingi matahari, dia juga berputar pada porosnya sendiri, yang ternyata miring. Saat itu, poros rotasi bumi cenderung sekitar 23,4 derajat. Akibatnya pada bagian tertentu dalam setahun, belahan bumi utara lebih berorientasi ke arah matahari dibanding selatan.

Enam bulan kemudian saat bumi berada di sisi berlawanan dari orbitnya mengelilingi matahari, belahan bumi selatan menghadap ke arah bintang.

Dengan cara ini, kedua belahan bumi menerima jumlah sinar matahari dan panas yang berbeda menurut waktu dalam setahun yang dikenal sebagai annual seasons. Ini alasan mengapa bumi dimiringkan pada sumbunya kembali ke pembentukannya 4,5 miliar tahun lalu.

Saat bumi versi awal bertabrakan dengan benda planet lain, poros rotasinya cenderung drastis. Kemudian, daya tarik bulan menstabilkan kecenderungan ini ke yang sekarang, dengan fluktuasi kecil selama rentang ribuan tahun. Jadi, apa yang akan terjadi jika bulan tidak ada?

Nah, beberapa ahli percaya, bumi akan miring hingga 85 derajat lebih dari sekarang. Sementara yang lain menganggap, inklinasi bisa mencapai 20 derajat.

Akibatnya, poros bumi akan memiringkan sehingga kutub terkena matahari, melelehkan lapisan es mereka dan memicu perubahan iklim yang ekstrem. Faktanya, perubahan hanya satu derajat dalam inklinasi poros bumi sudah cukup menyebabkan zaman es.

2. Air Laut Menyusut

Di antara efek paling terkenal yang dihasilkan bulan di bumi adalah pasang surut laut. Bersama dengan matahari, bulan bertanggung jawab untuk meningkatkan dan mengurangi tingkat lautan beberapa kali sehari.

Saat bulan berputar mengelilingi bumi, gravitasi bumi yang sebelumnya menarik lautan ke arahnya dan dengan demikian gelombang pasar tercipta. Intinya semakin dekat bulan, makin tinggi ombaknya.

Untuk mendapatkan gambaran tentang kekuatan bulan di atas lautan, perbedaan ketinggian maksimum antara pasang surut bisa mencapai 16 meter. Jika Bulan tidak ada di sana untuk menyebabkan efek ini, gelombang laut akan berkurang secara signifikan.

Masih akan ada pasang karena gaya gravitasi matahari juga melakukan bagiannya di atas air bumi, meskipun daya tariknya kurang dari bulan. Pendek cerita, pasang surut akan berkurang hingga sepertiga dari ukuran mereka saat ini dan lautan akan menjadi jauh lebih tenang.

Permukaan laut juga akan terpengaruh. Tanpa gravitasi bulan, air lautan akan didistribusikan kembali secara seragam di seluruh permukaan bumi. Oleh karena itu, permukaan laut di kutub akan meningkat secara drastis.

3. Gelembung Magnetik Bumi Akan Mati Selamanya

Medan magnet bumi sangat penting untuk pengembangan kehidupan di planet ini. Gelembung magnet semacam itu mengelilingi bumi dan terus-menerus melindunginya dari angin matahari, aliran partikel bermuatan yang datang dari Matahari dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan atmosfer bumi.

Tapi, magnetosfer juga melindungi bumi karena mencegah kehidupan dibombardir oleh radiasi kosmik dan matahari yang berbahaya.

Magnetosfer ada karena sesuatu yang dikenal sebagai geodynamo, yang merupakan gerakan berputar dari inti besi cair bumi.

Pergerakan logam magnetik internal semacam itu menyebabkan magnetosfer tetap kuat. Geodinamika ini ada berkat kekuatan pasang surut yang diberikan bulan di bumi.

Saat bulan meratakan dan meregangkan lapisan bagian dalam bumi dengan gaya gravitasinya, energi yang cukup dihasilkan untuk membuat inti planet tetap panas dan bergerak.

Jika bumi tidak memiliki bulan dan pertukaran energi rotasinya, inti bumi akan berhenti bergerak lalu memadat.

Dengan kehilangan geodynamo, magnetosfer planet akan lenyap yang memungkinkan angina matahari melahap atmosfer sepenuhnya.

Tanpa atmosfer, setiap reservoir air di permukaan bumi akan menguap dan radiasi matahari akan mengubah dunia menjadi gurun tandus.

Bahkan, deskripsi ini bisa diterapkan dengan sempurna pada apa yang terjadi dengan Mars. Pernah seperti bumi sekali, Mars kehilangan magnetosfer 4,2 miliar tahun yang lalu menjadi penuh batu merah seperti sekarang.

Selain tiga perubahan yang dijelaskan di atas, sebenarnya masih ada yang lagi bisa disebabkan seandainya bumi tidak memiliki bulan. Salah satu contohnya adalah tidak ada kehidupan cerdas di bumi.