Begini Saran Koster ke Tim Hore Capres di Bali yang Depresi

121
I Wayan Koster.

beritaenam.com, Denpasar – Saling klaim kemenangan antara kedua kubu capres mengakibatkan lima orang tim hore Pilpres di Bali mengalami gangguan kejiwaan ringan. Gubernur Bali I Wayan Koster meminta warga tetap tenang dan menunggu hasil penghitungan riil Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Nggak usah stres, namanya juga hoax, kok percaya. Percaya saja sama hasil survei 55 persen. Saya yakin nanti hasil akhirnya adalah KPU hitung real setelah final nanti di atas 55 persen,” kata Koster di kantornya, Jl Basuki Rahmat, Denpasar, Bali, Kamis (25/4/2019).

Koster pun meminta para simpatisan maupun warga untuk sabar menunggu hasil penghitungan riil KPU. Dia pun meminta warganya agar tak euforia berlebihan.

“Sabar tunggu hasil perhitungan terakhir, tidak perlu euforia berlebihan, rayakan kemenangan segala macam, bersyukur saja, bila perlu bersyukurnya di Pura, berterima kasih bersama Ida Bathara yang sudah memberikan jalan yang baik sehingga pemilu serentak 17 April berjalan dengan aman, nyaman, damai dan sukses lancar dan semua, dan yang penting Pak Jokowi menang 92 persen di Bali dan PDIP 57,8 persen,” imbaunya.

Sebelumnya, panasnya proses penghitungan suara Pemilu masih menyisakan perang opini dan pernyataan antarkubu paslon. Bahkan pendukung salah satu paslon di Bali didiagnosis gangguan jiwa ringan.

“Banyak kecemasan, merasa sudah menang kok musuhnya bilang menang juga, kesel istrinya dimarah-marahin, istrinya konsultasi, saya bilang ajak suaminya. Korban pemilu deh saking fanatiknya sama calon yang menang,” kata dr I Gusti Rai Putra Wiraguna Sp KJ saat ditemui di Rumah Berdaya, Sesetan, Denpasar, Bali, Rabu (24/4).

Dilansir dari detik.com, Rai, yang juga salah satu founder Rumah Berdaya, menyebut dia menerima lima pasien usai Pemilu berlangsung. Para pasiennya itu rata-rata malah membahas soal perang status di Facebook terkait Pilpres saat konsultasi.

“Saya kan di RSUD itu dua orang, di praktik saya pribadi 3 orang. Itu yang baru belum lagi temen-temen yang gangguan, belum pulih gara-gara kampanye, berita di tv muncul lagi. Kalau yang begitu dari sebelum kampanye saya suruh puasa medsos, nanti milih-milih aja pak nggak usah ngikutin beritanya,” tuturnya.