Serangan drone Rusia dan dua rudal antikapal Zircon menghantam Ukraina pada Sabtu, 19 September 2026 dini hari. Rangkaian serangan hari itu menewaskan delapan warga di wilayah Kharkiv dan Kherson.
Angkatan Udara Ukraina mencatat Rusia meluncurkan 174 drone dari wilayah Rusia dan Semenanjung Krimea, wilayah yang Rusia aneksasi pada 2014. Rusia juga menembakkan dua rudal Zircon dari wilayah Kursk, menurut Al Jazeera.
Skala serangan drone Rusia menurut Angkatan Udara Ukraina
Dalam pernyataan di Telegram, Angkatan Udara Ukraina menyebut pertahanan udara mencegat atau mengacaukan 141 target. Angkatan udara juga melaporkan kedua rudal Zircon gagal mengenai sasaran. Sebelumnya, pada Kamis, 17 September 2026 malam, serangan drone Rusia menghantam sebuah pusat perbelanjaan di Zaporizhzhia.
“Rudal musuh tidak mencapai sasaran.” — Angkatan Udara Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukannya memakai drone Geran-4 Seeker untuk menyerang dua kapal dagang di Laut Hitam. Sasarannya adalah kapal kargo Ukraina tujuan Odesa dan kapal tanker yang bersandar di Pelabuhan Odesa.
Kedua negara sebelumnya sempat menggelar pertukaran tawanan yang melibatkan ratusan orang pada Agustus 2026. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan kedua kapal itu mengangkut pasokan militer. Pihak Ukraina belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut dalam laporan yang sama.
Korban jiwa di Kharkiv, Kherson, dan Dnipropetrovsk
Gubernur Kharkiv Oleh Syniehubov menyatakan serangan drone Rusia ke 14 permukiman menewaskan lima orang dan melukai 15 lainnya. Kerusakan berat terjadi di Balakliya dan Lypkuvativka. Serangan drone Rusia, artileri, dan bom udara juga menyasar wilayah lain di selatan dan timur Ukraina.
Di wilayah Kherson, penembakan ke 25 komunitas menewaskan tiga orang dan melukai lima lainnya, menurut Gubernur Oleksandr Prokudin. Serangan merusak apartemen bertingkat, rumah warga, menara seluler, dan pipa gas. Angka korban tersebut berasal dari laporan pemerintah wilayah masing-masing.
Wilayah Dnipropetrovsk menerima lebih dari 10 serangan menggunakan drone, artileri, dan bom udara. Kepala administrasi wilayah Oleksandr Ganzha melaporkan kerusakan gudang di Dnipro, klinik rawat jalan di Pavlohrad, dan pusat perbelanjaan di Nikopol. Kerusakan juga menimpa sejumlah rumah di Kryvyi Rih dan Synelnyky.
“Dua orang terluka. Musuh menyerang empat area lebih dari 10 kali dengan drone, artileri, dan bom udara.” — Oleksandr Ganzha, Kepala Administrasi Wilayah Dnipropetrovsk
Polandia siagakan jet tempur dan pertahanan udara
Polandia menerbangkan jet tempur dan menyiagakan sistem pertahanan udara ke level tertinggi saat serangan drone Rusia berlangsung. Komando Operasional Polandia mengaitkan langkah itu dengan aktivitas drone Rusia di dekat perbatasan. Komando tersebut menyatakan telah mengaktifkan seluruh kekuatan dan sumber daya yang tersedia.
“Sehubungan dengan serangan Federasi Rusia menggunakan pesawat nirawak bertenaga jet di wilayah Ukraina, operasi penerbangan militer telah dimulai di wilayah udara Polandia.” — Komando Operasional Angkatan Bersenjata Polandia
Operasi itu berakhir tidak lama kemudian, dan unit pertahanan udara kembali bertugas normal. Komando Operasional memastikan tidak ada pelanggaran wilayah udara Polandia. Angkatan bersenjata Polandia tetap siaga dan terus memantau situasi di sepanjang perbatasan.
Serangan drone berlanjut hingga Minggu, Zelensky minta sanksi
Serangan drone Rusia berlanjut pada malam 19 hingga 20 September 2026. Angkatan Udara Ukraina melaporkan Rusia meluncurkan 138 drone, dan pertahanan udara menetralkan 101 di antaranya, menurut UA.News.
Angkatan udara mencatat hantaman di 17 lokasi dan puing yang jatuh di lima lokasi lain pada malam itu. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan Rusia meluncurkan lebih dari 2.000 drone, 1.700 bom udara, dan 19 rudal selama sepekan terakhir.
Zelensky menyebut sebuah drone FPV menghantam biara di wilayah Kherson pada Sabtu, menewaskan seorang rohaniwan dan melukai empat orang lainnya. Serangan juga menyasar infrastruktur di Kharkiv, Sumy, dan Odesa, serta permukiman di Dnipropetrovsk dan Zaporizhzhia.
Wilayah Vinnytsia, Kyiv, Zhytomyr, dan Cherkasy turut menjadi sasaran selama sepekan terakhir. Zelensky kembali meminta mitra internasional menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Rusia.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukannya menguasai lebih dari 5.300 kilometer persegi wilayah sepanjang tahun ini. Sebanyak 670 kilometer persegi di antaranya berasal dari gerak maju pada September. Kementerian itu juga menyebut pertempuran paling sengit berlangsung di jalur menuju aglomerasi Kramatorsk-Slovyansk.
Rangkaian serangan drone Rusia sepanjang akhir pekan ini menambah daftar korban sipil di Ukraina. Menurut Zelensky, sebagian besar drone Rusia dalam sepekan terakhir merupakan drone bertenaga jet. Serangan pesawat nirawak berlangsung dua arah, termasuk ketika Ukraina menghantam Rusia dengan 635 drone dalam semalam pada awal Agustus 2026.






