Serangan Houthi ke sejumlah bandara Arab Saudi menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 orang, menurut otoritas Saudi. Kementerian Luar Negeri RI meminta WNI menghindari kawasan bandara.
Korban Serangan Houthi di Bandara King Khalid Riyadh
Salah satu serangan menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu, 10 Oktober 2026, menurut CNN Indonesia. Operasional bandara sempat dihentikan untuk pemeriksaan keselamatan.
Otoritas Saudi mencatat korban tewas terdiri atas empat warga Saudi dan dua warga Bangladesh. Korban lain masing-masing satu orang dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Angka korban berbeda antarsumber. CNBC Indonesia yang mengutip AFP menyebut serangan Sabtu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
Pada Minggu, 11 Oktober 2026, sebuah proyektil kembali menghantam Bandara King Khalid. Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi (GACA) melaporkan satu orang tewas dan 11 orang terluka.
Menurut AFP, rentetan serangan selama dua hari di Riyadh menewaskan 14 orang. Arab Saudi menghadapi lima serangan terhadap bandara dalam kurang dari sepekan.
Houthi mengaku bertanggung jawab atas empat serangan sebelumnya terhadap bandara Saudi. Pola serupa sebelumnya terlihat saat serangan Houthi ke kapal MV Tihamah di Yaman menewaskan enam orang termasuk satu WNI.
Kantor berita AP melaporkan serangan pada Rabu, 7 Oktober 2026, menewaskan seorang warga Sudan dan melukai delapan orang. Serangan pada Kamis, 8 Oktober 2026, di bandara Riyadh menewaskan tiga warga Saudi, termasuk seorang pilot.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengklaim kelompoknya menembakkan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone ke lokasi sensitif di Riyadh.
Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Meninggal Akibat Serangan Houthi
Per Minggu, 11 Oktober 2026, Kemlu RI memastikan tidak ada WNI yang meninggal akibat serangan Houthi. Pemerintah masih memverifikasi kemungkinan adanya WNI di antara korban luka.
Kemlu meminta WNI meningkatkan kewaspadaan dan menghindari lokasi rawan, terutama kawasan bandara. WNI juga diimbau membatasi perjalanan yang tidak mendesak.
“WNI yang akan bepergian dari dan menuju Arab Saudi diimbau untuk memastikan kembali status penerbangannya.” (Kementerian Luar Negeri RI, 12 Oktober 2026)
KBRI Riyadh melarang WNI memotret, merekam, atau menyebarkan informasi soal penangkisan rudal dan drone, termasuk lokasi jatuhnya. Pelanggaran dapat berakibat konsekuensi hukum.
KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tetap beroperasi. WNI dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di +966 569173990 dan KJRI Jeddah di +966 503609667.
Sejumlah Negara Keluarkan Imbauan Perjalanan
Setelah serangan Houthi, sejumlah negara mengeluarkan imbauan perjalanan ke Arab Saudi. Australia meminta warganya menghindari Bandara King Khalid.
Selandia Baru meminta warganya tidak bepergian ke Najran, Jazan, dan Asir. Korea Selatan menyarankan warganya meninggalkan Arab Saudi kecuali untuk urusan penting.
Inggris meminta warganya menghindari Jeddah, Dammam, serta bandara selain Bandara Internasional Madinah, kecuali untuk keperluan penting. Kedutaan Besar AS di Riyadh meminta warganya mempertimbangkan kembali perjalanan ke Arab Saudi.
Kanada juga mengeluarkan peringatan terhadap perjalanan yang tidak penting. Bandara King Khalid di Riyadh dan Bandara King Fahd di Dammam dilaporkan masih ditutup. Menurut Flightradar24, lebih dari 150 penerbangan dibatalkan dan 374 penerbangan tertunda di Jeddah pada Minggu.
Iran Nyatakan Siap Fasilitasi Dialog
Iran menyatakan prihatin atas meningkatnya serangan Houthi dan balasan Arab Saudi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyampaikannya dalam konferensi pers mingguan, Senin, 12 Oktober 2026.
“Kami sama sekali tidak ingin permusuhan dan perang terus berlanjut antara dua negara Islam.” (Esmaeil Baqaei, Juru Bicara Kemlu Iran, dikutip AFP)
Baqaei menyatakan Iran siap membantu memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang terlibat. Houthi merupakan bagian dari Poros Perlawanan, jaringan kelompok yang didukung Iran. Upaya diplomasi serupa pernah ditempuh saat Sekjen PBB menemui Presiden Iran dan mendesak dialog mengakhiri konflik di Selat Hormuz.
Menurut kantor berita AP, koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan militer besar terhadap Houthi di Yaman sekitar sepekan sebelum serangan bandara. Koalisi itu memberikan dukungan udara bagi pasukan pemerintah Yaman.
Hingga Selasa, 13 Oktober 2026, belum ada laporan WNI meninggal akibat serangan Houthi. Kemlu dan KBRI Riyadh terus memantau kondisi WNI di Arab Saudi. Perkembangan lain dapat disimak di kanal Internasional.








