Rentetan serangan Israel ke wilayah Suriah berlanjut pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Aksi militer itu dilakukan setelah Amerika Serikat mengecam pengeboman sebuah pangkalan udara pada pekan yang sama.
Militer Israel menyasar sebuah truk di Beit Jinn melalui serangan drone. Damaskus menilai rangkaian aksi tersebut melanggar kedaulatan wilayahnya.
Kronologi Serangan Israel di Pangkalan Udara Abu al-Duhur
Pada Selasa, 18 Agustus 2026 dini hari, delapan serangan udara menghantam Pangkalan Udara Abu al-Duhur di Provinsi Idlib. Sasaran serangan meliputi landasan pacu dan fasilitas penyimpanan. Berita internasional lain di kanal Internasional BeritaEnam.
Pangkalan itu berjarak sekitar 70 kilometer dari perbatasan Turki. Fasilitas tersebut dilaporkan tidak lagi digunakan sebagai lapangan udara militer khusus sejak 2013.
Media pemerintah Suriah, Ekhbariya, mengutip sumber militer yang menyebut kerusakan terjadi pada sejumlah fasilitas. Sumber militer lain dan warga sekitar menyatakan tidak ada korban jiwa.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Suriah dinilai nyaris melanggar perjanjian keamanan. Alasannya, Damaskus disebut mengizinkan penempatan pasukan Turki di pangkalan tersebut.
Respons Suriah atas Serangan Israel yang Berulang
Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shibani mengecam tindakan militer itu. Ia menegaskan Damaskus akan menempuh jalur diplomatik untuk menghentikan rangkaian serangan.
“Serangan-serangan ini tidak memiliki pembenaran keamanan.” — Asaad al-Shibani, Menteri Luar Negeri Suriah
Direktorat Komunikasi Suriah menyebut tuduhan dari kantor Perdana Menteri Israel tidak berdasar. Pemerintah Suriah juga menyiagakan pasukan pengamanan di kawasan Idlib setelah insiden tersebut.
Sejumlah negara Arab menilai serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya. Mereka menyebut aksi itu merusak stabilitas kawasan dan melanggar hukum internasional.
Pangkalan Abu al-Duhur beberapa kali berpindah penguasaan selama perang saudara Suriah yang berlangsung 14 tahun. Fasilitas tersebut kini berada di bawah kendali pemerintahan baru Damaskus.
Sikap Amerika Serikat dan Seruan Deeskalasi
Utusan khusus Amerika Serikat untuk Suriah Tom Barrack menyerukan penurunan ketegangan. Ia menilai serangan terhadap pangkalan yang tidak beroperasi itu sebagai eskalasi yang tidak perlu.
“Turunkan ketegangan, tingkatkan dialog, tingkatkan komunikasi, dan hindari tindakan militer yang mendadak.” — Tom Barrack, Utusan Khusus AS untuk Suriah
Barrack menyatakan pemerintahan sementara Suriah di bawah Presiden Ahmad Al-Sharaa tidak menunjukkan sikap agresif. Ia juga menyebut Damaskus tidak mempertahankan kelompok proksi. Laporan kawasan tersedia di Reuters Middle East.
Serangan Israel tersebut terjadi saat Washington berupaya membangun hubungan dengan pemerintahan baru Suriah. Pemerintahan itu terbentuk setelah jatuhnya Bashar al-Assad pada Desember 2024.
Analis di Damaskus menyebut Israel lebih dahulu menyampaikan informasi intelijen kepada Washington sebelum serangan. Klaim tersebut menyoroti dugaan penguatan kapasitas militer Suriah.
Ketegangan Israel dan Turki di Wilayah Suriah
Turki mengecam keras serangan terhadap Pangkalan Udara Abu al-Duhur. Ankara menuduh Israel berupaya mengguncang stabilitas Suriah dan melemahkan pemerintahan barunya.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada 6 Agustus 2026 menyatakan Israel terus mengancam keamanan Suriah. Ia menyerukan tekanan internasional agar Israel menghormati integritas wilayah negara itu.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sebelumnya melayangkan peringatan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Katz menyatakan negaranya tidak akan membiarkan penguatan kemampuan militer Suriah.
Arab Saudi melalui kementerian luar negerinya turut mengecam aksi militer tersebut. Riyadh menyatakan dukungan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Suriah.
Ratusan Serangan Sejak Assad Terguling
Ketegangan antara Israel dan Turki di Suriah meningkat sejak pemerintahan Bashar al-Assad runtuh. Kedua negara sejak itu bertukar pernyataan keras terkait kehadiran militer di wilayah Suriah.
Sejak Assad terguling, Israel melancarkan ratusan serangan udara di berbagai wilayah Suriah. Militer Israel juga mengambil alih zona penyangga yang sebelumnya dipatroli Perserikatan Bangsa-Bangsa di Suriah selatan.
Serangan Israel ke Suriah pada 18 Agustus tercatat sebagai aksi militer terbuka pertama terhadap aset pemerintah Suriah sejak Maret 2026. Situasi di kawasan tersebut masih dipantau sejumlah negara dan lembaga internasional. Damaskus menyatakan tetap menempuh jalur diplomatik untuk merespons rangkaian serangan itu.








