Sosok Humas dan Kelembagaan Bulog Yang Baru, Manfaatkan Teknologi Digital Maksimal

331
Rosyid Arsyad usai bertemu Direktur SDM & Umum, Bagya Mulyanto di Kantor Pusat Perum Bulog. Jum'at (10/01).

Beritaenam.com — “Saya bangga bisa masuk BUMN, walau jadi anak bawang bisa bantu pak Buwas,” ujar Abdul Rosyid Arsyad Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) dan founder aplikasi Kepasar.

Ramai diberitakan, mengenai Ketum KPP “ditarik” menjadi Humas dan Kelembagaan Bulog yang baru.

Ketika dikonfirmasi hal itu, Rosyid mengiyakan, sambil tersenyum penuh arti.

Rosyid mengatakan hal ini kepada jaringan media digital dan media nasional, bahwa dirinya ditarik perusahaan BUMN Bulog untuk membereskan Kehumasan dan Kelembagaan Bulog.

“Menjaga kedaulatan pangan dan ikut serta terlibat dalam bagian menstabilkan harga bahan pokok, termasuk urusan logistik (Bulog) dalam hal hubungan eksternal dan internal sekaligus kelembagaan,” tutur Rosyid.

“Saya tidak melihat jabatan dan gaji penghasilan, tapi saya bangga bisa bergabung di BUMN Bulog,” masih menurut pria bertubuh langsing yang ramah ini.

“Walau hanya bagian terkecil, ibarat anak bawang diberikan kesempatan bisa bantu pak Buwas Dirut Bulog, saya akan berupaya lebih maksimal dalam membangun image positif perusahaan BUMN Bulog dan menyampaikan ke publik terkait Bulog,” ujar Rosyid.

Rosyid akan mempublikasikan secara merata produk produk Bulog, ke seluruh lapisan masyarakat dan menyampaikan secara jelas ke publik terkait Bulog, dengan menggunakan seluruh akses media dan digital.

Menggandeng pedagang dan masyarakat untuk ikut serta bisa membantu menyampaikan dan memasarkan produk produk yang dimiliki Bulog dan apapun yang terkait Bulog.

Selain itu, Rosyid juga akan mengajak aktifis organisasi masyarakat, keagamaan, mahasiswa, karang taruna, majelis taklim dan ibu ibu PKK untuk terlibat masuk bergabung menjadi jaringan kehumasan Bulog.

Menariknya, akan ada sales freelance penjualan produk produk Bulog pakai Aplikasi Online. “Akan dibentuk struktur di setiap provinsi, kota kabupaten, kecamatan dan kelurahan atau desa sampai tingkat RW dan RT, untuk memperbanyak jaringan mitra usaha milik Bulog,” ujar Rosyid.

Pria ini memaparkan, tentang Rumah Pangan Kita (RPK) dan Toko Pangan Kita (TPK), sekaligus terbentuknya distribusi channel yang meluas dan mengakar penjualan produk produk Bulog.

Rosyid bercerita, programnya ke pedagang grosir dan ke pedagang retail bahkan ke masyarakat luas, seluruhnya akan dibantu lewat aplikasi online.

Ia mengaku, memanfaatkan benar teknologi, akses media dan digital untuk memudahkan pemerataan penyampaian informasi dan publikasi Bulog, dengan menggandeng seluruh pihak.

“Saya akan menjalin silaturahmi hubungan baik dengan perusahaan, instansi, lembaga Negara dan swasta sekaligus seluruh lapisan masyarakat,” ujar Rosyid, yang bersama-sama menjaga kedaulatan pangan dan ikut serta menstabilkan harga bahan pokok.

Akan dilakukan pemberdayaan anggota organisasi apapun yang ingin terlibat menjadi sales freelance (pekerja tidak terikat) penjualan produk Bulog lewat aplikasi online dan mengajak masyarakat luas untuk bergabung mendaftar menjadi mitra usaha Bulog.

Rosyid menjelaskan, Bulog butuh kekuatan besar dari seluruh pihak dan masyarakat, yang mempunyai misi menjaga kedaulatan pangan dan kestabilan harga bahan pokok, serta bersama-sama membasmi kartel dan mafia pangan, maka dari itu jabatan dan penghasilan bukan tujuan utamanya.

klik juga:

edisi cetak majalah Matra terbaru