Delapan perusahaan asal Indonesia masuk daftar Forbes Asia 100 to Watch 2026. Daftar tersebut menyoroti perusahaan kecil dan startup dengan potensi pertumbuhan di kawasan Asia-Pasifik.
Forbes Asia merilis edisi keenam daftar tahunan ini dari Singapura pada 25 Agustus 2026. Daftar lengkapnya juga dimuat dalam edisi September majalah Forbes Asia.
Delapan Startup Indonesia di Forbes Asia 100 to Watch
Perusahaan Indonesia yang masuk daftar adalah Cekat.AI, Durianpay, Grouu, dan Loluna. Empat lainnya adalah Satu Dental, Sirka, Soul Parking, serta Waste4Change. Berita ekonomi lain di kanal Ekonomi BeritaEnam.
Cekat.AI berada di kategori teknologi enterprise, sedangkan Durianpay masuk kategori keuangan. Grouu dan Loluna bergerak di bidang e-commerce dan ritel.
Satu Dental dan Sirka masuk kategori bioteknologi dan kesehatan. Soul Parking tercatat di kategori teknologi konsumen, sementara Waste4Change berada di sektor energi dan teknologi hijau.
Cekat.AI berbasis di Jakarta dan mengotomasi layanan pelanggan melalui bot berbasis kecerdasan buatan. Perusahaan menyebut lebih dari 3.000 pelanggan di 15 industri menggunakan perangkat lunaknya.
Durianpay merupakan penyedia gerbang pembayaran antarbisnis yang juga berbasis di Jakarta. Perusahaan yang diluncurkan pada 2020 itu menghimpun pendanaan total 8,1 juta dolar AS dari beberapa putaran.
Posisi Indonesia di Antara Negara Asia-Pasifik
Indonesia menempati posisi kelima bersama Australia dengan masing-masing delapan perusahaan. Posisi itu berada di bawah India yang menyumbang 19 perusahaan.
Singapura mengisi 15 posisi, disusul China dengan 10 perusahaan. Jepang dan Korea Selatan masing-masing menempatkan sembilan perusahaan dalam daftar.
Perusahaan dalam daftar tersebut tersebar di 10 sektor. Sektor tersebut mencakup pertanian, kesehatan, teknologi konsumen, e-commerce, teknologi hijau, teknologi enterprise, keuangan, manufaktur, robotika, dan teknologi antariksa.
Kecerdasan Buatan Jadi Tema Utama Daftar
Forbes Asia menempatkan inovasi berbasis kecerdasan buatan sebagai tema utama tahun ini. Hampir seperempat perusahaan dalam daftar bergerak di bidang teknologi enterprise berbasis AI. Daftar resmi tersedia di laman resmi Forbes Asia.
“Daftar ini menyoroti startup yang memimpin gelombang inovasi berikutnya di kawasan.” — Rana Wehbe Watson, Editorial Director Forbes Asia
Sektor robotika mencatat 10 perusahaan dengan beragam solusi. Produk yang dikembangkan mulai dari robot layanan untuk lansia hingga robot untuk kebutuhan laboratorium riset.
Sebagian perusahaan menyediakan teknologi enterprise untuk membantu usaha kecil dan menengah menerapkan otomasi. Sebagian lain mengembangkan robotika mutakhir bagi sektor perawatan lansia dan riset ilmiah.
Total Pendanaan Tembus 2,4 Miliar Dolar AS
Seratus perusahaan dalam daftar telah menghimpun pendanaan gabungan lebih dari 2,4 miliar dolar AS. Hampir 1 miliar dolar AS di antaranya terkumpul sepanjang 2026.
Angka tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan investor terhadap ekosistem startup kawasan. Edisi Forbes Asia 100 to Watch tahun ini disponsori FedEx.
Kehadiran delapan nama Indonesia dalam Forbes Asia 100 to Watch menunjukkan spektrum startup nasional yang semakin beragam. Sektor yang terwakili merentang dari teknologi enterprise hingga pengelolaan limbah.
Sejumlah perusahaan dalam daftar juga mengembangkan solusi di sektor kesehatan dan lingkungan. Forbes Asia menilai tren tersebut menguat dibanding edisi sebelumnya.
Metodologi dan Wakil Sektor Hijau
Forbes Asia menyusun daftar melalui nominasi dari akselerator, inkubator, universitas, dan modal ventura. Penilaian mempertimbangkan dampak industri, kecocokan pasar, model bisnis, inovasi, pertumbuhan pendapatan, serta kemampuan menarik pendanaan.
Waste4Change menjadi satu-satunya wakil Indonesia di kategori energi dan teknologi hijau. Perusahaan yang berdiri pada 2014 itu dipimpin Mohamad Bijaksana Junerosano.
Forbes mencatat Waste4Change mengelola lebih dari 90.000 ton sampah sejak berdiri. Perusahaan melayani 400 korporasi dan 21.000 rumah tangga sebagai pelanggan.
“Kami tidak hanya mengurangi beban landfill, tetapi mentransformasi sampah menjadi sumber daya.” — Mohamad Bijaksana Junerosano, Founder dan CEO Waste4Change
Profil Ringkas Perusahaan Lain
Soul Parking yang berdiri pada 2020 dipimpin Kenneth Darmansjah. Kehadirannya memperlihatkan transformasi digital Indonesia menyentuh kebutuhan sehari-hari, termasuk layanan parkir.
Sirka menghimpun 2,6 juta dolar AS dalam pendanaan tahap awal pada 2022. Putaran itu dipimpin bersama oleh ACV Capital dan Wavemaker Partners.
Forbes Asia 100 to Watch pertama kali dirilis pada 2021 dan kini memasuki edisi keenam. Proses nominasi untuk daftar tahun ini dibuka sejak Mei 2026.








