Tips Ambil Kredit Pemilikan Rumah, Hati-Hati Kawasan Banjir Ya

41
Warga duduk di depan pintu rumahnya yang terendam banjir luapan Sungai Kampar di Desa Buluhcina, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (18/12/2019). Tingginya curah hujan membuat Sungai Kampar meluap dan merendam sejumlah desa di sepanjang aliran sungai tersebut. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/wsj.

Beritaenam.com —  Tahun 2020 mungkin Anda berencana akan mengambil Kredit Pemilikan Rumah ( KPR). Namun tampaknya akan sedikit mengalami kesulitan sebab Pemerintah berencana menghapus skema Subsidi Selisih Bunga (SSB).

Meski Anda tidak bisa mendapatkan fasilitas potongan bunga, harusnya hal itu tak dapat menghalangi Anda untuk mempunyai rumah.

Ini dia tipsnya:

Hal utama dalam mengambil KPR tentu tak lepas dari persiapan keuangan yang matang. Selain mempersiapkan Down Payment (DP), dan mampu membayar angsuran, jejak kredit Anda dan pekerjaan juga menjadi penting.

1. Kita harus yakin, apakah pekerjaan dan penghasilan kita yakin bisa mendapatkan KPR.

Biasanya bank akan memberikan KPR bukan pada banyak jumlah tabungan yang dimiliki, namun kepada orang yang bekerja tetap, memiliki track record kredit yang baik dan berpenghasilan stabil.

  1. KPR Bank Atau Pengembang

Safir mengatakan jika memang belum memiliki track record kredit dan belum berpenghasilan tetap maka mengajukan KPR ke bank mungkin akan sia-sia. Namun pengajuan KPR kepada pihak pengembang sangat memungkinkan Anda untuk mendapatkan fasilitas KPR meski tak memenuhi syarat bank.

Meski demikian Safir memperingatkan bahwa KPR dari pengembang biasa memiliki jangka waktu yang lebih cepat dari 5 hingga 10 tahun, berbeda dengan bank yang bisa mencapai 20 tahun.

3. Lokasi

Tak dimungkiri, lokasi akan mempengaruhi sebuah harga rumah. Idealnya orang-orang akan membeli rumah di pusat kota seperti Jakarta. Namun untuk mengambil KPR di pusat kota sendiri harganya tak bersahabat dengan kebanyakan orang.

Untuk saat ini, jangan tergesa rumah murah. Ternyata, kawasan banjir. Sebab, banyak orang memikirkan untuk pindah rumah, dari kawasan banjir.

Sebagai catatam lagi. Biasanya KPR di kota penyangga masih lebih murah daripada di pusat kota, seperti Bekasi, Tangerang, Bogor, dan Depok.

Tapi perlu diingat, risikonya waktu tempuh perjalanan yang lebih lama, misalnya 1,5-3 jam yang dimana juga memakan biaya dalam transportasi.