TRAMP Lakukan Pendakian Sumpah Pemuda Di Gunung Gede

51

Beritaenam.com, Jakarta – Organisasi pencinta alam Top Ranger and Mountain Pathfinder (TRAMP) melepas keberangkatan 80 peserta pendakian massal dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2019). Dalam pendakian ini, para peserta juga akan diajak memperingati Hari Sumpah Pemuda di atas Gunung Gede pada tanggal 27 Oktober.

Sebelum pendakian dimulai, para peserta berseragam kaos hijau diberikan pengarahan hampir setengah jam di halaman kantor Taman Nasional Gede-Pangrango (TNGP), Cibodas, Jawa Barat. Tak hanya itu, setiap peserta harus menjalani tes medical check up terlebih dahulu baik di Cibodas atau Gunung Putri.

Sesuai misi kegiatan ini, “Zero Plastic”, masing-masing peserta dibekali kantong ramah lingkungan dari bahan kain. Kantong tersebut nantinya menjadi tempat menampung sampah-sampah plastik yang ditemukan peserta di sepanjang jalur pendakian.

“Ini tradisi TRAMP sejak berdiri, mencoba untuk memberikan roh Sumpah Pemuda bagi internal TRAMP dan juga umum tiap tahun,” tutur Denny Wahyono mewakili pendiri TRAMP di halaman kantor TNGP Cibodas.

Pendakian massal TRAMP ke Gunung Gede kali ini didukung PWI Pusat, mengambil start dari jalur Gunung Putri (2.75 mdpl) menuju Alun-alun Surya Kencana, dilanjutkan ke Puncak Gunung Gede dan berakhir di Taman Nasional Cibodas.

Denny yang akrab disapa Bang Dewa, menyebutkan, berdasar laporan yang diterimanya ada sekitar 30 peserta dari kategori umum yang mengikuti kegiatan ini. Sisanya, berasal dari internal TRAMP dan wartawan dari PWI serta seorang perwira menengah yang bertugas di Koopsus TNI, Kolonel Marinir Rivelson Saragih.

TRAMP berdiri sejak tanggal 5 Juni 1975 dan telah mengadakan berbagai ekspedisi baik dalam maupun luar negeri. Belakangan ini, TRAMP yang dipimpin Iko Jakalaksana tengah mengkampanyekan program Padagimo Bangkit “Building A Home Not a House”. Mereka membangun hunian sementara (huntara) bagi korban bencana alam di Sulawesi Tengah. Total sudah 187 unit yang dibangun dengan menggandeng NGO PARCIS Jepang. (DEY)