Majalengka – Mangga jumbo dari Majalengka varietas Mahatir hasil budidaya petani di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memiliki berat mencapai 2,5 kilogram per buah. Temuan ini menambah ragam komoditas unggulan dari Majalengka yang selama ini dikenal sebagai penghasil mangga Gedong Gincu berkualitas tinggi.
Mangga berukuran jumbo tersebut ditemukan di An-Nabawie Agrolestari, Desa Majasuka, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka. Buah itu dipanen pada Minggu (21/6/2026) dari pohon yang mulai dibudidayakan sekitar tiga tahun lalu.
Varietas Mahatir, yang juga dikenal sebagian kalangan sebagai Mangga Esmo, berasal dari wilayah Kinabalu, Malaysia. Berbeda dengan kebanyakan mangga yang beredar di pasaran, mangga ini memiliki bentuk lonjong dengan ujung agak meruncing serta ukuran biji yang relatif kecil sehingga daging buahnya lebih tebal.
Selain berukuran besar, Mangga Mahatir dikenal memiliki tekstur daging yang halus dan rasa yang manis. Satu pohon dapat menghasilkan belasan hingga puluhan buah dalam satu musim panen.
Pendiri An-Nabawie Agrolestari, Jajang Ade Rukmana, menuturkan , dirinya selama ini tidak pernah menimbang seluruh buah yang dihasilkan.
“Seumpama ditimbang satu per satu, mungkin saja ada yang beratnya lebih dari 2,975 kilogram. Sehingga bisa dicatat sebagai mangga terberat atau terbesar yang baru,” ujar Jajang.
Berdasarkan berbagai dokumentasi media massa, berat 2,5 kilogram melampaui catatan Mangga Kiojay yang pernah diperkenalkan dengan bobot sekitar 2,2 kilogram pada 2014. Sementara itu, salah satu catatan mangga terbesar yang pernah diberitakan di Indonesia adalah Mangga Mahatir seberat 2,975 kilogram dari Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Juli 2017.
Namun, kedua catatan tersebut belum tercatat secara resmi di Museum Rekor Indonesia (MURI) maupun Guinness World Records sehingga statusnya masih sebatas data yang terdokumentasi di media massa.
Keunikan Mangga Mahatir juga sempat menarik perhatian Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, saat berkunjung ke An-Nabawie Agrolestari pada Desember tahun lalu.
“Pak Menteri tertarik. Waktu itu beliau cukup lama mengamati pohon-pohonnya,” kata Jajang.
Menurut Jajang, Mangga Mahatir memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena harga jualnya dapat mencapai lebih dari empat kali lipat dibandingkan mangga biasa. Kondisi tersebut membuat varietas ini dinilai memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan sebagai komoditas hortikultura bernilai tinggi.
Selain membudidayakan berbagai jenis mangga, An-Nabawie Agrolestari juga mengembangkan sejumlah komoditas pertanian lainnya, termasuk melon premium yang ditanam di dalam greenhouse.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan An-Nabawie Agrolestari sebagai Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) yang mendorong pengembangan pertanian bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat setempat.
Baca juga: Tips Awet Muda Alami, Sarang Walet Kerap Jadi Pilihan






