5 Kebiasaan Buruk di Kantor yang Harus Dihindari

22

Beritaenam.com –Kebiasan buruk ini, bisa disadari yang bersangkutan juga bisa tidak disadari.

Kebiasaan buruk di kantor yang harus dihindari jika tidak ingin dicap jelek oleh rekan kerja dan atasan.

1. Suka ribut sendiri

Ini membuat orang terganggu, misalnya ketika Anda ketawa-ketawa atau ngobrol lama sekali, sampai akhirnya lupa waktu dan tidak mengerjakan tugasnya.

Tanpa sadar suara, suara Anda dapat mengganggu konsentrasi orang lain.

Kita boleh ngobrol atau bercanda, tapi coba tempatkan pada waktu yang benar misalnya ketia jam istirahat. Ngobrol boleh tapi harus tahu batasnya.

Jangan menunggu sampai ditegur oleh atasan karena kita.

2. Tidak tepat waktu

Waktu itu sangat berharga, keseringan menyia-nyiakan waktu dapat membuat kerja kita menjadi tidak produktif.

Sering datang telat saat masuk kantor atau telat sehabis istirahat membuat kita dilihat sebagai orang yang malas dan tidak menghargai waktu.

Ketika sudah mendekati waktu deadline, coba bereskan pekerjaan sehingga kamu tidak terlambat untuk mengumpulkan laporannya.

Begitu juga saat datang meeting, jangan biarkan orang lain membuang waktunya untuk kita.

Jika kita terus terlambat, waktu antara pekerjaan dan kehidupan kita akan menjadi kacau karena terpaksa lembur untuk mengerjakan tugas-tugas yang tertunda. Akibatnya waktu untuk diri sendiri dan keluarga pun makin berkurang.

3. Melakukan hal pribadi saat jam kerja

Belanja online, stalking teman di media sosial, atau main game, jelas membuat pekerjaan kita terhambat.

Kebiasaan buruk ini sebaiknya kita tinggalkan.

Hal ini dapat memberikan pandangan negatif dari teman-teman kantor kita, apalagi kalau ketahuan atasan.

Jika hal pribadi tersebut bersifat penting, seperti anak sakit atau bencana alam, maka hal tersebut masih bisa dimaklumi.

Tetapi jika hanya sekedar gosip atau demi kesenangan sendiri, usahakan menahan diri dan kegiatan tersebut, maka harus kita hindari.

Boleh untuk intermeso sesaat, tapi jangan sampai lupa waktu yang mengakibatkan pekerjaan kita menumpuk.

4. Terlalu negatif

Tanda-tanda terlalu negatif adalah ketika kita “bergerak” selalu pesimis dan tidak bersemangat atas apa yang dilakukan.

Jangan ada kesan, bahwa apa yang kita lakukan, tidak akan pernah berhasil.

Kita tak boleh juga merendahkan pandangan orang lain, selalu memikirkan hal yang buruk, dan tidak pernah melihat hal yang baik.

Sebenarnya memikirkan kekurangan dalam suatu perencanaan cukup baik, karena kita dapat mengantisipasi kekurangan tersebut dan mencari solusinya.

Namun yang kurang baik adalah ketika kita memikirkan bahwa semua hal yang terjadi tidak cukup baik, dan kita hanya melihat kesalahan yang terjadi, bukan pelajaran yang bisa didapatkan dari kejadian tersebut.

Jika kita terlalu negatif dan memiliki victim mentality, hal yang terjadi adalah kita akan menjadi seseorang yang selalu menggerutu.

Tidak ada orang yang senang dekat-dekat dengan orang yang kerjanya menggerutu dan komplain terus-menerus.

Akhirnya bisa jadi, kita dijauhi oleh teman-teman kantor, bahkan dinilai negatif pula oleh atasan.

5. Suka mengambil barang milik orang lain

Ketika meminjam barang orang lain, jangan lupa untuk selalu minta ijin dan mengembalikannya.

Barang tersebut ada, karena pemiliknya membutuhkannya.

Pemilik barang yang kita pinjam terus-terusan, lama kelamaan akan merasa terganggu.

Sama halnya dengan makanan, jika selalu merasa lapar di kantor, pastikan kamu menyediakan snack.

Jangan sampai ketika kelaparan, kita memakan semua snack milik teman kita yang mungkin menyiapkan stok untuk dirinya sendiri kalau kelaparan dan tidak enak menolak permintaanmu.

Meminta sesuatu harus dalam batas wajar, dan hindari mengambil jika tidak ditawarkan.

Selain itu, jangan terlalu sering menggunakan barang milik orang lain. Kebiasaan seperti ini tidak mudah hilang.

Jika memiliki kebiasaan ini, sebaiknya segera diperbaiki karena akan terus terbawa ke depannya.

Kita harus lebih berhati-hati dalam bersikap di kantor. Jangan sampai kebiasan tersebut berdampak buruk pada karier kita. Iya kan?

pimpinanmedia.id