Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Jumat, 2 Oktober 2026, pukul 05.38 WIB. Erupsi Semeru pagi itu memuntahkan kolom abu setinggi 900 meter di atas puncak.
Detail Erupsi Semeru Menurut Laporan PVMBG
Kolom abu teramati mencapai sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah utara, berbeda dari arah barat daya pada awal pekan.
Erupsi Semeru tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 13 detik. Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas itu belum berhenti ketika laporan disusun.
“Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat.” — Laporan PVMBG, Jumat, 2 Oktober 2026
Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini terletak di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kolom abu pagi ini berarti menjulang hampir 1 kilometer di atas titik tertinggi tersebut.
Data yang dihimpun Katadata juga mencatat aktivitas kegempaan pada periode pengamatan pukul 18.00 hingga 23.59 WIB. Pada periode itu terekam 32 kali gempa letusan dengan amplitudo 11 hingga 22 milimeter, satu kali gempa guguran, dan tiga kali gempa hembusan.
Status Siaga dan Rekomendasi Jarak Aman
Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menjelaskan alasan pembatasan itu dalam laporan sebelumnya.
“Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.” — Liswanto, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru
Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak karena rawan lontaran batu pijar. Sungai yang perlu diwaspadai mencakup Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan. Penanganan bencana ini menambah daftar peristiwa alam setelah kebakaran Gunung Rinjani yang mulai mereda.
Rentetan Erupsi Semeru Sepanjang Pekan Ini
Erupsi Semeru pada Jumat pagi menyusul aktivitas serupa pada awal pekan. Pada Senin, 28 September 2026, Semeru tercatat erupsi enam kali dalam tiga jam, antara pukul 18.14 dan 21.01 WIB, menurut laporan Antara.
Rangkaian erupsi Senin malam diawali letusan pukul 18.14 WIB dengan kolom abu 400 meter ke arah selatan. Erupsi berikutnya terjadi pukul 18.35, 18.53, 20.06, 20.42, dan 21.01 WIB.
“Tidak selang lama kemudian, tepatnya pukul 18.35 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.” — Liswanto, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, 28 September 2026
Tinggi kolom abu pada rangkaian erupsi Senin malam itu bervariasi antara 400 dan 900 meter di atas puncak. Sebagian besar kolom abu condong ke arah barat daya.
Aktivitas berlanjut pada Rabu, 30 September 2026. Menurut laporan periskop.id, Semeru erupsi tujuh kali dalam rentang sekitar delapan jam, mulai pukul 00.15 hingga 08.02 WIB.
Erupsi tertinggi pada hari itu terjadi pukul 08.02 WIB dengan kolom letusan sekitar 1 kilometer di atas puncak. Abu bergerak ke arah utara dan timur laut. Liswanto menyebut aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat.
Sepanjang 2026, Semeru tercatat sudah erupsi 1.906 kali, terbanyak di antara gunung api di Indonesia. Secara keseluruhan, gunung api di Indonesia mencatat 4.896 erupsi pada tahun yang sama, menurut data yang dihimpun dan dipublikasikan Katadata. Ikuti perkembangan berita nasional lainnya.
Laporan PVMBG yang dikutip media tidak menyebutkan adanya korban jiwa akibat erupsi Semeru pagi ini. Status Siaga beserta seluruh rekomendasi jarak aman masih berlaku, dan masyarakat diminta mematuhi batas zona bahaya tersebut.








