ACE: Timses Prabowo-Sandiaga Rombak Total Visi-Misi dan Jiplak Milik Jokowi

31
Ace Hasan Syadzily.

beritaenam.com, Jakarta – Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin , Ace Hasan Syadzily mengatakan visi misi Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno bukasn sekedar direvisi, melainkan telah diubah total oleh Badan Pemenangan Nasional. Ace kemudian menuding timses Prabowo – Sandiaga menjiplak visi misi milik Jokowi – Ma’ruf Amin.

Ace menilai perubahan visi misi Prabowo – Sandiaga sangat signifikan. Bukan sekedar revisi atau semata polesan gincu untuk “eye catching”, seperti yang disampaikan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Yang mereka lakukan adalah merombak total visi misi lama dengan cara menjiplak,” kata Ace kepada wartawan Jumat (11/1/2019).

BPN Prabowo – Sandiaga, kata Ace, menganggap publik bisa ditipu dengan kemasan dan tampilan estetika baru visi misi. Padahal, menurutya, polesan kemasan tidak akan bisa menutupi substansi yang ditampilkan.

Politikus Partai Golkar ini mengungkapkan, sejatinya kata demi kata yang tertulis dalam visi misi baru Prabowo – Sandiaga Uno hanya 19 dari 238 program aksi atau sekitar 7,98 persen yang persis sama dengan visi misi lama. Sebaliknya, 116 dari 238 agenda aksi atau sekitar 48,74 persen adalah agenda aksi yang baru sama sekali.

Ace kemudian mengklaim banyak agenda aksi baru dari Prabowo – Sandiaga Uno yang menjiplak visi misi dari Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Banyak agenda aksi baru yang menjiplak visi misi paslon 01 dan menawarkan agenda aksi yang sudah dijalankan Pak Jokowi,” kata dia, seperti dikutip dari suara.com

“Misalnya, mengubah Paradigma Sehat menjadi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang mana program ini sudah dijalankan Jokowi dalam 4 tahun terakhir dan termuat dalam visi misi palson 01,” Ace menambahkan.

Kemudian, Ace menilai bahwasnaya orisinalitas visi dan misi sangat penting. Sebab menurutnya, visi misi Calon Presdien dan Calon Wakil Presiden menunjukkan intensi genuine seseorang untuk memimpin bukan sekadar untuk mensiasati publik guna memenangkan Pemilu.

“Visi misi harus jadi niat awal. Jangan jadikan visi misi semata rangkaian kata dan kalimat yang disusun atau dirombak dengan mudah hanya sebagai taktik memenangkan pemilu,” pungkasnya.