Amien Ingin Akhiri Revolusi Mental, Irma: Semoga Diampuni Dosa-dosanya

47
Irma Suryani Chaniago.

beritaenam.com, Jakarta – Amien Rais menyatakan ingin mengakhiri Revolusi Mental yang digagas Presiden sekaligus capres petahana Joko Widodo (Jokowi). TKN Jokowi-Ma’ruf Amin pun menyinggung soal tokoh berusia tua yang suka mencaci maki.

“Besok saya mau bikin buku dengan judul ‘Taubat’. Dalam buku itu saya ingin mengisahkan tentang pertaubatan seorang tokoh yang di masa tuanya kerjanya cuma mencaci maki, bicaranya kasar dan arogan. Seorang tokoh yang harusnya memberi teladan dan berbicara santun, tetapi karena ambisius dan gila kekuasaan, tokoh ini merelakan dirinya jadi durno (orang yang suka menghasut),” kata Jubir TKN Irma Suryani Chaniago, Jumat (11/1/2019).

Hal itu disampaikan Irma saat menanggapi pertanyaan soal Amien yang meluncurkan buku berjudul ‘Hijrah: Selamat Tinggal Revolusi Mental, Selamat Datang Revolusi Moral’ dan soal ucapan Amien yang ingin mengganti Revolusi Mental dengan Revolusi Moral. Irma lantas bicara soal tokoh tua yang suka menghina dan akhirnya jatuh dalam kehinaan.

“Di masa tua, narasi-narasi yang keluar dari mulutnya bukan kebajikan tapi hinaan-hinaan, dan ending-nya, tokoh seperti ini akan jatuh dalam lubang kehinaan,” ucap Irma, seperti dikutip dari detik.com

Selanjutnya, Irma berharap agar tokoh tua tersebut segera diberi hidayah dan diampuni dosa-dosanya. Dia mengingatkan soal kisah Rasulullah yang menjenguk seorang Yahudi yang sakit-sakitan. Padahal, orang Yahudi itu selalu menghina Rasul.

“Semoga Allah memberi hidayah agar beliau diampuni dosa-dosanya karena selalu menghina orang yang tidak pernah sekalipun membalas hinaannya. Semoga yang terjadi tidak seperti cerita Rasulullah yang selalu dihina oleh orang Yahudi, pada saat orang Yahudi tersebut sakit, tidak seorangpun yang sudi menjenguknya. Tapi Rasulullah yang sering dihinanya, dengan tulus ikhlas datang menjenguk dan menyuapinya,” ujar Irma.