Bisnis Itu Mudah dan Menyenangkan

47
Agi Sugianto dengan para Mahasiswa Politeknik Universitas Negeri Jakarta.

Beritaenam.com – Menginspirasi kaum muda, bagian dari sedekah ilmu. Jumat malam, (2/11) saya diundang untuk memberikan pemaparan soal bisnis dan strategi, di acara pembekalan dan magang kewirausahaan mahasiswa Politeknik Universitas Negeri Jakarta di Pelangi hotel & resort.

Saya nggak mahir berteori, kalau diundang jadi pembicara. Lebih suka saya bercerita pengalaman saja. Berikut point yang saya sampekan. Mudah-mudahan menginspirasi.

Tema yang saya sampaikan; bisnis itu mudah, praktis dan menyenangkan. Mosok? Iya.

1. Bisnis itu mudah, praktis tapi menyenangkan.

Ini bukan kata-kata mutiara. Tapi realitas. Banyak orang yang gamang mau memulai usaha. Saya mau ini, saya mau itu. Banyak maunya. Akhirnya nggak memulai. Terjebak pada rencana-rencana, dan nggak pasti. Gamang. Takut rugi, takut dibohongi.

Itu kadang yang menjadi ganjalan. Ketakutan itu wajar. Tapi harus dilawan. Untuk memulai, bukan sesuatu yang gampang, kendalanya ada di diri kita. Dalam hati kita. Makanya mulailah. Permudahlah. Bikin usaha itu menyenangkan, sekaligus membahagiakan.

Karena apa, dari bisnis kita bisa menampung banyak tenaga kerja, membantu banyak orang, membikin orang lain ikut senang. Betul nggak?

Memulai, selalu ada kendala. Mentok sana mentok sini. Ikhtiar sudah, tapi kok belum ada hasil. Ya pasrah, dengan niat baik, insha Allah ada jalanya.

2. Tekun, kerja keras, mau belajar.

Kuncinya itu. Ketekunan, kerja keras. Apa yang dikerjakan. Banyak hal. Contoh mau berdagang. Pelajari karakteristiknya, pelajari tingkat kesulitannya. Tanya sana sini. Ini sudah masuk hal tehnis.

Bikin kalkulasi, kalau seperti ini gimana, begini nanti arahnya kemana. Kalkulasi itu buat meminimalis resiko. Karena dalam bisnis selalu ada resiko. Resiko rugi, atau dibohongi.

Tapi kembali pada rumus awal, jangan takut rugi, jangan takut dibohongi. Takutlah pada ketidak percayaan diri kita untuk memulai, pada kegamangan diri kita.

Mau belajar, iya memang. Belajar dari mana aja. Belajar dari banyak orang. Dan yang terpenting belajar dari kegagalan.

3. Nggak punya modal, ya pake modal dengkul aja.

Maksudnya begini, kita ini oleh Tuhan dikasih banyak fasilitas yang melekat pada diri kita..kita punya tangan, kita punya kaki, punya akal, indera. Dan semua bisa digerakkan, diajak kompromi untuk suatu niatan, memulai sesuatu yang baik. Dan gratis. Tinggal kemauan.

Tapi kan tetep butuh modal..nah bicara modal itu relatif. Besar kecilnya modal, relatif. Tergantung kita memulainya dari mana.

4. Cara-cara praktis yang bisa dilakukan.

Kalau saya menganalogikan diri saya. Siapa saya, dan dulu gimanana? Ternyata saya bisa seperti sekarang ini, juga awalnya dari bukan siapa siapa. Bukan sesuatu penting-penting amat. Dulu hidup melarat.

Sekarang Alhamdulillah bisa mengangkat harkat banyak orang. Mempekerjakan banyak orang. Karena saya selalu berfikir praktis. Yang simpel jangan di bikin rumit. Yang rumit dan komplicated, coba disederhanakan. Ini kembali ke sudut pandang kita menghadapi problem.

5. Membangun greget dalam diri, jangan terbelenggu mimpi.

Maksud saya, ayok membangun greget. Kalau mau berdagang, mulailah dengan greget. Greget itu kita ciptakan. Orang lain aja bisa masak kita nggak bisa. Kita ini sama, mungkin beranjak dari starting yang berbeda-beda. Harusnya saya bisa. Inilah yang dimaksud greget.

Jangan terbelenggu mimpi. Maksudnya, dalam diri kita, mungkin sudah ada impian. mau kerja jadi orang gajian, nggak apa-apa. Sah kita punya mimpi.Tapi dalam hidup ini ada garis tangan.

Jalan hidup mengikuti takdirnya. Kita nggak tau, mungkin anda akan lebih sukses dari saya. Kita nggak tau. Dan saya juga nggak pernah terbesit dalam pikiran pingin jadi seperti sekarang.

Tapi, Allah swt mentakdirkan saya seperti sekarang. Alhamdulillah. Dan bersyukur. Artinya apa, kita boleh bermimpi, yang terpenting implementasi. Itu yang saya maksud jangan terbelenggu.

6. Jangan anggap remeh hal kecil.

Saya selalu sampaikan, bukan hanya di acara-acara seminar, atau training, tapi juga di internal perusahaan. Selalu saya sampaikan jangan pernah anggap remeh hal kecil kalau itu berakibat fatal.

Maksudnya apa, dalam banyak hal orang sering berfikir besar, tapi lupa dengan hal kecil. Apa itu?

Memulai dari hal kecil. Kalau di break down lebih teknis lagi, misalnya dalam bisnis layanan, kebersihan menjadi faktor penting. Kerapian juga penting. Ini hubungannya dengan pelayanan. Hubungannya dengan kenyamanan, kita yang merasakan itu.

7. Bergaul dengan orang-orang kreatif.

Amati, Tiru, Plek (ATP). Maksudnya apa? Ini cara yang simpel, nggak macam macam. Ada cara lain juga, amati, modifikasi, atau cara yang lebih dinamis, copy paste edit, atau ikuti lalu modifikasi dan disesuaikan.

Tapi ini tetep beresiko. Saya punya rumus sederhana, yaitu ATP. Kenapa begitu. Ini nggak beresiko. Ikuti jejak teman yang sudah sukses, amati, tiru, plek. Udah gitu aja..nggak usah macam macam.

Lalu pembelajaran, itu datang dari mana aja..dari bangku sekolah, dari buku, dari pergaulan. Yang paling simpel adalah mempelajari apa yang ada di lapangan.

8. Ayo mulai sekarang.

Ya, sekarang. Artinya jangan menunda nunda peluang. Kita ini ibarat dalam.banyak kerumunan, semua pingin mencari jalan sukses. Kita diam, ditinggal kita. Kita leha- leha, udah kalah cepat. Yang aman adalah tentukan arah sukses anda, mulailah sekarang juga….