Beritaenam.com
  • Terkini
  • Nasional
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Olahraga
  • Musik
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Catatan Agi
No Result
View All Result
  • Terkini
  • Nasional
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Olahraga
  • Musik
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Catatan Agi
No Result
View All Result
Beritaenam.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas 31 BBTUD, PM Lawrence Wong Minta Kontrak Ditepati

by Al Berlant Ghulam
26/10/2026
in Ekonomi
A A
0
ekspor gas ke Singapura

Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai Sabtu, 24 Oktober 2026. Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong merespons dengan meminta semua pihak menepati kontrak pasokan gas.

Pemangkasan itu diumumkan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto di Jakarta. Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) menyebut pengurangan pasokan tersebut kurang dari 2 persen dari total kebutuhan gas harian negara itu.

Rincian Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura

Menurut CNBC Indonesia, pemangkasan ekspor gas ke Singapura berasal dari dua sumber. Sebanyak 15 BBTUD berasal dari Natuna, sedangkan 16 BBTUD berasal dari Sumatra, tepatnya Wilayah Kerja Jambi Merang.

Djoko menyampaikan rencana itu di sela acara Subroto Awards 2026 Kementerian ESDM di The Westin, Jakarta.

“Mulai besok, kita kurangi (ekspor) gas ke Singapura dari Natuna 15 BBTUD, dari Sumatra 16 BBTUD.”

Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas

Djoko menyebut pemangkasan hanya berlaku untuk Singapura. Alasannya, pipa ekspor yang ada terhubung langsung ke negara tersebut.

“Nggak ada (pemangkasan ke negara lain), pipanya kan ke Singapura saja.”

Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas

Pemangkasan ini bertujuan mengalihkan lebih banyak pasokan gas untuk kebutuhan listrik dalam negeri. Menurut juru bicara EMA, pengurangan pasokan ke Singapura berlangsung selama 18 hari.

Angka Berbeda dari Pihak Singapura

Data importir gas yang dikutip EMA mencatat total pengurangan yang diterima Singapura sebesar 17 BBTUD selama 18 hari. Angka itu berbeda dari 31 BBTUD yang disebut SKK Migas.

Sumber yang dirujuk beritaenam.com belum menjelaskan selisih kedua angka tersebut. Menurut Kompas.com, kebutuhan gas harian Singapura secara keseluruhan melebihi 1.000 BBTUD.

Respons Singapura: Kontrak Harus Ditepati

Perdana Menteri Lawrence Wong menyatakan Singapura mengharapkan semua pihak yang menandatangani kontrak pasokan gas memenuhi kewajibannya. Pernyataan itu dikutip dari The Straits Times.

“Kami mengharapkan semua pihak menepati komitmennya.”

Lawrence Wong, Perdana Menteri Singapura

Wong juga menyebut importir gas Singapura akan melindungi hak dan kepentingannya berdasarkan kontrak. Importir yang dimaksud adalah GSPL, anak usaha Temasek, yang tengah mengkaji langkah hukum atau upaya lain dalam kontrak komersialnya.

Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura Tan See Leng menilai dampak pemangkasan ekspor gas ke Singapura terhadap harga listrik terbatas dalam jangka pendek. Ia menyebut langkah itu sebagai keputusan yang diambil Indonesia sendiri.

“Dalam jangka pendek, harga tidak akan terlalu terpengaruh.”

Tan See Leng, Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura

Tan juga mengimbau masyarakat Singapura untuk tetap tenang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Ketergantungan Singapura pada Gas

Sebagian besar kebutuhan listrik Singapura dipenuhi dari gas alam. Pada 2025, gas pipa menyumbang 43 persen dari total impor gas Singapura, sedangkan gas alam cair (LNG) menyumbang 57 persen.

Untuk mengurangi risiko gangguan pasokan, Singapura membangun terminal LNG agar bisa mengimpor gas dari berbagai negara. Negara itu juga tengah mengkaji tenaga nuklir sebagai sumber energi lain.

“Ini memberi kami lebih banyak pilihan untuk mengatasi gangguan pasokan.”

Lawrence Wong, Perdana Menteri Singapura

Latar Belakang: Evaluasi Kontrak Ekspor Energi

Pemangkasan ekspor gas ke Singapura terjadi beberapa hari setelah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melontarkan rencana evaluasi kontrak ekspor energi. Pada Rabu, 21 Oktober 2026, seusai sidang kabinet, ia menyatakan mempertimbangkan untuk tidak memperpanjang ekspor gas ke negara tetangga.

Sehari kemudian, menurut Antara, Bahlil menyatakan akan mengevaluasi kontrak ekspor energi dengan negara yang dinilai tidak kooperatif dan tidak menghargai Indonesia. Ia tidak menyebut nama negara yang dimaksud.

“Jangan di saat mereka butuh, baru mereka datang untuk memohon.”

Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM

Pada sidang kabinet yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia sedang berada dalam kondisi harus bertahan. Ia juga menekankan pentingnya menyelamatkan kekayaan dan sumber daya alam, seperti diulas dalam artikel mode survival Prabowo.

Bukan Pengurangan Pertama

Pengurangan ekspor gas pipa ke Singapura juga pernah direncanakan pada 2025. Menurut laporan Reuters yang dimuat Pipeline & Gas Journal, Djoko Siswanto saat itu menargetkan pengurangan ekspor melalui pipa Sumatra sebesar 30 juta kaki kubik per hari pada Juni 2025.

Pada periode yang sama, lima kargo LNG ekspor dialihkan ke pembeli domestik selama April dan Mei 2025. Langkah tersebut bertujuan memenuhi lebih banyak kebutuhan dalam negeri.

DPR: Tak Ganggu Hubungan Diplomatik

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai pemangkasan ekspor gas ke Singapura tidak otomatis memengaruhi hubungan kedua negara. Menurut dia, pemerintah bertanggung jawab mengutamakan kebutuhan energi dalam negeri.

“Kebijakan pengelolaan ekspor harus mempertimbangkan kebutuhan domestik.”

Dave Laksono, Wakil Ketua Komisi I DPR

Dave menambahkan, kepentingan nasional dapat tetap terlindungi melalui komunikasi dan penyelesaian yang tepat.

Status Terkini Ekspor Gas ke Singapura

Hingga Senin, 26 Oktober 2026, pemangkasan ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD versi SKK Migas sudah berjalan. Singapura menyebut dampaknya terhadap harga listrik terbatas dalam jangka pendek, sementara importir GSPL masih mengkaji langkah berdasarkan kontrak.

Pemerintah Indonesia belum mengumumkan detail kontrak yang terdampak maupun negara lain yang masuk evaluasi kontrak ekspor energi.

Tags: Ekspor GasSingapuraSKK Migas

Related Posts

Jenazah Ani Yudhoyono Diberangkatkan Malam Ini dari Singapura Menuju Halim
Nasional

Jenazah Ani Yudhoyono Diberangkatkan Malam Ini dari Singapura Menuju Halim

by admin
7 tahun ago
0

beritaenam.com, Jakarta - Jenazah almarhumah Kristiani Herawati atau biasa disapa Ani Yudhoyono akan diberangkatkan, Sabtu (1/6/2019) malam dari Singapura menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur menggunakan pesawat Hercules. Jadwal ini lebih awal dari rencana sebelumnya akan diberangkatkan, Minggu (1/6/2019) pagi....

Read more
Presiden dan Perdana Menteri Singapura Ucapkan Selamat untuk Jokowi-Ma’ruf

Presiden dan Perdana Menteri Singapura Ucapkan Selamat untuk Jokowi-Ma’ruf

7 tahun ago
Antrean WNI di Singapura yang Hendak Nyoblos Mengular Hingga ke Pinggir Jalan

Antrean WNI di Singapura yang Hendak Nyoblos Mengular Hingga ke Pinggir Jalan

8 tahun ago
sw-7 minuman sarang burung walet
Logo Beritaenam

Beritaenam.com adalah sebuah media independen, tidak memihak dalam pemberitaan, bebas dan tidak terikat dari kepentingan politik dan kelompok tertentu.

Berisi orang-orang profesional yang sudah bertahun-tahun bekerja di dunia jurnalistik.

Tujuan utama kami adalah memberikan berita informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan cerdas mengupas peristiwa.

Kategori

  • Berita
    • Teknologi
  • Catatan Agi
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
    • Seks
  • Hankam
  • Hiburan
    • Film
    • Selebriti
  • Hukum
  • info
  • Internasional
  • Istana
  • Jabar
  • Kawula Muda
  • kesehatan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Metropolitan
  • motogp
  • Musik
  • Musik Trending
  • Narkoba
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
    • Otomotif
    • Sepak Bola
  • Opinion
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • properti
  • Travel
  • Viral
  • Wisata
Beritaenam verified by Dewan Pres
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan

No Result
View All Result
  • Terkini
  • Nasional
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Olahraga
  • Musik
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Catatan Agi

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan