Pergerakan IHSG hari ini, Senin 29 Juni 2026, berlangsung fluktuatif. Indeks sempat dibuka menguat di zona hijau sebelum berbalik melemah pada sesi pagi, di tengah sentimen domestik dan global.
Pergerakan IHSG Hari Ini di Sesi Pagi
Mengacu data Bursa Efek Indonesia, IHSG sempat dibuka menguat ke level 5.932 pada sesi preopening. Indeks bahkan sempat naik hingga kisaran 5.938 pada awal perdagangan.
Namun tekanan jual kemudian mendorong indeks ke zona merah. Hingga pukul 09.42 WIB, IHSG terkoreksi 35,87 poin atau 0,61 persen ke posisi 5.860,26.
Sepanjang sesi pagi, indeks bergerak di rentang 5.855 hingga 5.942. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp1,96 triliun dengan volume 3,20 miliar lembar saham.
“IHSG dibuka menguat ke 5.932 sebelum berbalik melemah ke kisaran 5.860 pada sesi pagi.”
Sumber: Data Bursa Efek Indonesia (BEI)
Rupiah dan Sentimen yang Membayangi IHSG Hari Ini
Di pasar valuta asing, rupiah justru dibuka menguat tipis. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.00 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.922 per dolar AS, menguat 0,12 persen.
Pelaku pasar tengah mencermati sejumlah sentimen domestik. Salah satunya adalah risiko kenaikan inflasi akibat penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi.
Faktor global turut menjadi perhatian. Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah pada akhir pekan ikut memengaruhi arah arus modal di pasar.
“Bank Indonesia terus memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.”
Sumber: Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia
Konteks Kebijakan Bank Indonesia
Pasar masih mencerna kebijakan terbaru Bank Indonesia. Pada Rapat Dewan Gubernur 17 sampai 18 Juni 2026, BI menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,75 persen.
Kenaikan itu ditujukan untuk menstabilkan rupiah yang sempat tertekan. Pada awal Juni, rupiah pernah menyentuh Rp18.171 per dolar AS, level terlemah sejak krisis 1998.
Bank Indonesia menyatakan cadangan devisa tetap kuat di angka 144,9 miliar dolar AS pada akhir Mei. Posisi ini setara dengan pembiayaan sekitar 5,6 bulan impor.
Sektor Saham yang Bergerak pada IHSG Hari Ini
Pergerakan IHSG hari ini turut dipengaruhi kinerja saham berkapitalisasi besar. Saham big cap kerap menjadi penopang sekaligus penekan utama arah indeks. Investor mencermati rotasi di sektor perbankan dan komoditas.
Saham perbankan menjadi perhatian seiring kebijakan suku bunga terbaru. Kenaikan BI Rate berpotensi memengaruhi margin dan biaya dana perbankan. Pelaku pasar menimbang dampaknya terhadap valuasi emiten.
Sektor komoditas juga menjadi sorotan di tengah dinamika harga energi global. Pergerakan harga minyak dan batu bara berpengaruh pada emiten terkait. Fluktuasi ini menambah volatilitas indeks secara keseluruhan.
Faktor Global yang Dicermati Pelaku Pasar
Selain faktor domestik, arah pasar global ikut menjadi acuan. Pergerakan indeks utama di bursa Amerika Serikat kerap memberi sentimen awal. Investor juga memantau kebijakan bank sentral global.
Indeks dolar AS menjadi salah satu indikator yang diperhatikan. Penguatan dolar biasanya menambah tekanan pada pasar berkembang. Sebaliknya, pelemahan dolar membuka ruang penguatan rupiah.
Arus modal asing tetap menjadi penentu penting bagi kedalaman pasar. Aliran masuk dana asing dapat memperkuat indeks, sementara arus keluar menekan harga. Dinamika inilah yang membuat IHSG hari ini bergerak naik turun.
Analis umumnya menyarankan investor bersikap selektif di tengah volatilitas. Pemantauan terhadap rilis data ekonomi makro menjadi penting. Keputusan tetap perlu mempertimbangkan tujuan dan jangka waktu investasi.
Volatilitas pasar dalam beberapa pekan terakhir membuat investor lebih berhati-hati. Banyak yang memilih mencermati perkembangan sebelum mengambil posisi. Sikap wait and see menjadi pola yang umum terlihat.
Bank Indonesia menegaskan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar. Berbagai instrumen kebijakan disiapkan untuk meredam gejolak pasar. Koordinasi dengan kebijakan fiskal juga terus diperkuat.
Bagi pelaku pasar, kejelasan arah kebijakan menjadi faktor penting. Stabilitas makroekonomi diharapkan menopang kepercayaan investor. Hal ini pada gilirannya turut menentukan arah indeks ke depan.
Baca juga: OJK Resmi Atur Financial Influencer lewat POJK 6/2026, Ini Aturannya








