Ilmuwan Temukan Lautan di Pluto, Ini Penjelasannya

46
Foto: NASA

California – Air adalah sumber bagi kehidupan. Di alam semesta ini dipercaya banyak lautan yang mengindikasikan adanya kehidupan.

Penelitian baru menunjukkan kemungkinan ada lebih banyak lautan di alam semesta dibanding yang diperkirakan sebelumnya. Penemuan ini meningkatkan kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi.

Pada Juli 2015, pesawat luar angkasa NASA New Horizons terbang melalui Pluto dan memberikan gambar close-up pertama dari planet kerdil dan Bulan-bulannya.

Setelah menganalisis gambar-gambar itu, para ilmuwan percaya samudera bawah permukaan ada di cangkang es yang menipis di Sputnik Planitia.

Tim dari Universitas Hokkaido Jepang, Tokyo Institute of Technology, Tokushima University, Osaka University, Kobe University, dan University of California di Santa Cruz percaya, lautan seharusnya membeku jutaan tahun yang lalu.

Tapi, formasi tanah yang ditunjukkan dalam gambar bertentangan dengan apa yang sebelumnya dipikirkan mengenai permukaan. Sebab, permukaan bagian dalam cangkang es yang menghadap ke arah laut seharusnya tampak datar.

Melansir Mirror, Jumat (24/5/2019), dalam studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience, para peneliti menciptakan simulasi komputer yang mencakup skala waktu 4,6 miliar tahun, saat tata surya mulai terbentuk, untuk mensimulasikan dua skenario.

Simulasi menunjukkan, tanpa lapisan isolasi hidrat gas, laut di bawah permukaan akan membeku lebih dari ratusan juta tahun yang lalu. Pasalnya, dibutuhkan hanya satu juta tahun untuk kerak es terbentuk sepenuhnya di atas lautan.

Tapi, hasilnya menunjukkan, dengan lapisan isolasi samudera hampir tidak membeku sama sekali, dan memperlambat proses dari satu juta menjadi satu miliar tahun.

Oleh karena itu, tim percaya, harus ada lapisan isolasi dari padatan seperti es kristal yang terbentuk dari gas dan terperangkap dalam kurungan air molekul di bawah permukaan.

Karena gas hidrat ini sangat kental dan memiliki konduktivitas termal yang rendah, mereka bisa menciptakan efek isolasi.

Tim percaya, lapisan isolasi kemungkinan terbuat dari metana yang berasal dari inti batuan Pluto karena atmosfernya miskin metana dan kaya nitrogen.

Lapisan isolasi hidrat gas serupa bisa mempertahankan lautan di bawah permuakaan lain di Bulan-Bulan es lainnya dan benda-benda langit yang jauh.

“Ini bisa berarti ada lebih banyak lautan di alam semesta dibanding yang diperkirakan sebelumnya, membuat keberadaan kehidupan di luar Bumi lebih masuk akal,” kata Penulis Utama Associate Professor Shunichi Kamata di Hokkaido University.