Karhutla di Jawa masih dipantau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu, 25 Oktober 2026. Api di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, dinyatakan padam setelah tiga hari, sementara kebakaran juga terjadi di Ciamis, Grobogan, dan Gunung Sumbing.
Laporan BNPB per Minggu pukul 07.00 WIB menyebut tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pemantauan di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Hingga laporan itu dirilis, tidak ada korban jiwa dari rangkaian kebakaran tersebut.
Kronologi Karhutla di Jawa: Gunung Ciremai Terbakar Tiga Hari
Kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) pertama terdeteksi pada Rabu, 21 Oktober 2026, sekitar pukul 20.44 WIB. Titik awalnya berada di Grid 15 M Resor Pasawahan, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.
Menurut data yang dihimpun CNBC Indonesia dari laporan BNPB, jumlah titik api tercatat 13 pada Kamis, 22 Oktober, pukul 18.00 WIB. Sehari kemudian, Jumat pukul 16.00 WIB, titik api tersisa 10.
Pemantauan dilakukan di Cipariuk, Karang Dinding, Bukit Seribu Bintang, Karang Saninten, Gunung Sumbul, dan Gunung Dulang. Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar, alang-alang, serasah kering, dan pohon pinus.
Api Sempat Menjalar ke Majalengka
Pada Jumat, api dilaporkan menembus perbatasan Kabupaten Majalengka dari arah Blok Cidulang. Titik api juga melahap area Gunung Dulang dan Tagog Anjing.
“Memang benar kebakaran telah meluas ke Majalengka.”
Indra Bayu, Kepala BPBD Kabupaten Kuningan
Angin kencang, material lahan yang kering, dan medan yang sulit dijangkau menjadi kendala utama. Tim gabungan membuat sekat bakar agar api tidak turun ke permukiman.
“Lahan di blok Gunung Dulang itu sangat kering.”
Nandar Juniar Arif, Ketua Masyarakat Peduli Api Silihwangi Majakuning
Nol Titik Api pada Sabtu Malam
Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pantauan satelit pukul 18.30 WIB tidak lagi menemukan titik api di Gunung Ciremai. Asap masih terlihat di beberapa lokasi, sehingga petugas tetap disiagakan 24 jam.
Menurut detikJabar, sebanyak 300 personel dikerahkan di tiga titik, yakni Binangot, Karang Dinding, dan Bukit Seribu Bintang.
“Tidak ditemukan atau nol titik api.”
Indra Bayu, Kepala BPBD Kabupaten Kuningan
Luas lahan yang terbakar di Gunung Ciremai belum diumumkan. Data kerugian materiil juga masih dalam pendataan BPBD Kuningan.
Penanganan karhutla di Jawa Barat berpijak pada Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.577-BPBD/2026 yang berlaku 1-31 Oktober 2026. Sejak 6 September 2026, Balai TNGC juga menutup sementara seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai di Kuningan dan Majalengka.
“Penutupan sementara dilakukan untuk meminimalkan risiko karhutla akibat dampak musim kemarau.”
Toni Anwar, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Ciamis dan Grobogan Ikut Terbakar
Selain Gunung Ciremai, karhutla di Jawa juga terjadi di Kabupaten Ciamis pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 09.28 WIB. Api membakar lahan di Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, serta Desa Cidolog dan Ambit di Kecamatan Cidolog.
Luas lahan yang terbakar di Ciamis sekitar 2,254 hektare. Api dilaporkan padam pada Sabtu, sedangkan penyebabnya masih diselidiki.
Di Jawa Tengah, kebakaran melanda Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Api berasal dari pembakaran sampah oleh warga yang merambat ke rumpun bambu.
Luas lahan terbakar di Grobogan sekitar 1 hektare. Api sudah padam dan situasi dilaporkan aman terkendali. Jawa Tengah memakai Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026 yang berlaku 1 Juni hingga 31 Desember 2026 sebagai dasar penanganan.
Gunung Sumbing Padam, Personel Tetap Bersiaga
Karhutla di Jawa juga menyentuh Gunung Sumbing di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Menurut Antara, api di gunung itu berhasil dipadamkan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Pemadaman melibatkan BPBD, TNI, Polri, Perhutani, dan relawan. Meski api telah padam, personel gabungan masih disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Konteks: Kabut Asap di Luar Jawa dan Sorotan ASEAN
Rangkaian karhutla di Jawa terjadi saat kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan. Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, warga mengaku asap sudah terasa sekitar empat bulan, terutama setelah magrib dan pada pagi hari.
“Kemarin pernah kan sekali hujan, dikira sudah bakal hilang (asap). Malah kayak di film-film Silent Hill gitu.”
Intan (18), warga Landasan Ulin, Banjarbaru, kepada Kompas.com
Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, juga menyoroti aktivitas kebakaran yang sangat tinggi di Kalimantan dan Papua sepanjang 2026. Citra satelit VIIRS pada 11 Oktober 2026 memperlihatkan asap tebal dari bagian selatan Pulau Papua.
Data Global Fire Emissions Database yang dikutip NASA mencatat emisi karbon dari Papua Indonesia melampaui 35 juta ton. Angka itu tertinggi ketiga setelah 2015 dan 1997.
“Ini adalah situasi yang mengerikan.”
Robert Field, peneliti NASA GISS dan Columbia University
Di tingkat regional, isu kabut asap lintas batas masuk agenda pertemuan menjelang KTT ASEAN ke-49 di Manila, Filipina, pada November 2026. Pusat Koordinasi ASEAN untuk Pengendalian Polusi Asap Lintas Batas (ACCTHPC) menetapkan status level 3 sejak Agustus.
“Jadi kita sudah men-share semua data-data kita.”
Arrmanatha Nasir, Menteri Luar Negeri RI
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut ada perusahaan asing yang berulang kali melanggar aturan terkait karhutla. Pernyataan itu telah diulas dalam artikel Prabowo soal karhutla dan perusahaan asing.
Status Terkini Karhutla di Jawa
Hingga Minggu, 25 Oktober 2026, seluruh titik karhutla di Jawa yang tercatat dalam laporan BNPB, yakni Gunung Ciremai, Ciamis, dan Grobogan, dilaporkan sudah padam. Api di Gunung Sumbing juga padam sejak Sabtu, tetapi tim gabungan tetap bersiaga di Kuningan dan Temanggung.
Luas total lahan terbakar akibat karhutla di Jawa pada pekan ini belum diumumkan BNPB. Penyebab kebakaran di Gunung Ciremai dan Ciamis juga masih dalam penyelidikan.







