Beritaenam.com
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • HUKUM
    • SELEBRITI
  • HIBURAN
    • MUSIK
    • FILM
    • KULINER
    • Wisata
  • GAYA HIDUP
    • SEKS
    • KESEHATAN
    • KECANTIKAN
  • OLAHRAGA
    • WISATA
    • SEPAK BOLA
    • OTOMOTIF
  • CATATAN AGI
  • News
  • Viral
  • Kawula Muda
No Result
View All Result
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • HUKUM
    • SELEBRITI
  • HIBURAN
    • MUSIK
    • FILM
    • KULINER
    • Wisata
  • GAYA HIDUP
    • SEKS
    • KESEHATAN
    • KECANTIKAN
  • OLAHRAGA
    • WISATA
    • SEPAK BOLA
    • OTOMOTIF
  • CATATAN AGI
  • News
  • Viral
  • Kawula Muda
No Result
View All Result
Beritaenam.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Ketum ICMI: Kualitas Demokrasi Indonesia Menurun dan Belum Dewasa

by admin
23/04/2019
in Nasional
A A
0
Prof Dr Jimly Asshiddiqie.

Prof Dr Jimly Asshiddiqie.

beritaenam.com, Jakarta – Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menilai kualitas demokrasi di Indonesia saat ini menurun. Bangsa Indonesia juga disebut masih belum dewasa dalam berdemokrasi.

Ketua Umum ICMI, Prof Dr Jimly Asshiddiqie mengatakan, meski dari segi kuantitas partisipasi pemilih meningkat, namun dari kualitas yang diukur dari berbagai aspek seperti komunikasi publik, lembaga survei, dan pengamat politik di Indonesia menurun.

“Misalnya, dalam komunikasi publik, karena dulu nggak ada medsos sekarang ada medsos saling jelek menjelekkan satu dengan yang lain. Ini sudah terlalu riskan, itu juga menyebabkan masing-masing saling tuding,” kata Jimly di Jakarta, Senin (22/4).

Dia pun mencontohkan lembaga survei yang sifatnya independen ilmiah dan lembaga yang bagian dari tim sukses atau konsultan politik.

Menurut Jimly, ke depan keduanya harus dibedakan melalui kode etik untuk konsultan politik atau independen.

Jimly menyebut lembaga survei tidak boleh menjadi partisan salah satu paslon.

“Karena banyak yang kritik mereka, lalu membela diri seolah-olah menjadi pihak yang berperkara. Dengan itu ya pihak 01 atau 02, maka tidak ada lagi yang objektif,” ucap Jimly.

Dia menuturkan, hal yang sama juga berlaku dengan pengamat dari berbagai perguruan tinggi. Di antara mereka banyak yang memakai jas objektivitas, namun juga menjadi pihak salah satu paslon tanpa disadari.

“Inilah yang membuat kualitas demokrasi kita agak jadi turun itu dalam komunikasi publik,” kata dia.

“Dari segi prosedur demokrasi oke, sudah meningkat partisipasi meningkat, tetapi dari segi substantif demokrasi agak turun karena ada kualitas dan integritas yang kurang,” ujar Jimly pula.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode pertama itu juga menilai bangsa Indonesia belum dewasa dalam berdemokrasi dengan sistem dua kubu.

Dia mencontohkan, di Amerika Serikat yang sistem politiknya selalu terbelah menjadi dua kubu bahkan sejak sebelum merdeka, namun memiliki kekuatan yang sangat besar di bidang ekonomi, teknologi, militer, dan politik.

Di Amerika terjadi pembelahan dua kelompok politik yaitu di Partai Demokrat yang dekat dengan buruh, dan Partai Republik yang menjadi representasi para pengusaha.

Pertentangan dua kubu tersebut sangat sengit sudah sejak lama hingga saat ini, meski di Negeri Paman Sam tersebut terdapat banyak partai lainnya.

Tetapi dengan adanya pertentangan dua kubu yang sengit tersebut, Amerika tetap menjadi negara adidaya yang maju dalam berbagai bidang.

Jimly menegaskan, yang menjadi perbedaan antara Amerika Serikat dan Indonesia dalam sistem perpolitikan dua kubu adalah pandangan dalam memahami urusan kenegaraan.

“Pertentangan pendapat di antara dua golongan (Parrtai Demokrat dan Partai Republik di AS) ini sengit sekali, tapi untuk hal-hal yang sifatnya objektif, rasional, dan duniawi. Nah, di Indonesia ini, dua kubu ini ada kaitan dengan akhirat, ini yang jadi masalah,” kata Jimly.

Menurut dia sistem perpolitikan di Indonesia kerap berkaitan dengan surga dan neraka dikarenakan ada sejarah politik yang belum selesai yaitu sejak di konstituante dan Piagam Jakarta (era 1940-an).

Ada kaitan dengan kebangsaan melawan keagamaan yang pada akhirnya mengapa terjadi ijtima ulama dan majelis ulama, sebagaimana keulamaan dijadikan simbol keislaman yang diperlukan oleh orang-orang politik.

“Kalau di Amerika kan isunya itu isu objektif duniawi, kalau di Indonesia ada kaitan dengan surga dan neraka. ‘Kalau milih yang satu ini neraka nih nanti, kalau yang satu lagi bilang justru ini yang masuk surga’. Jadi kita masih belum beranjak sesudah 70 tahun merdeka masih ke situ,” ujarnya, seperti dilansir dari Antara.

Namun Jimly berharap perseteruan dua kubu kelompok politik di Indonesia ini bisa menjadi proses pendewasaan dalam berdemokrasi ke depannya, merujuk negara Amerika yang tetap maju dan bersatu meski telah berseteru lebih dari dua setengah abad.

Tags: DemokrasiIndonesiaJimly AsshiddiqiePemilu 2019Pilpres 2019

Related Posts

Indonesia Kirim Tim Nasional ke IOAA ke-17 di Brazil
Pendidikan

Indonesia Kirim Tim Nasional ke IOAA ke-17 di Brazil

by Dandung
2 years ago
0

Beritaenam.com -- Tim Nasional Indonesia telah berangkat menuju Vassouras, Brazil, untuk berkompetisi dalam International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) ke-17. Ajang ini, yang dimulai sejak tahun 2007, adalah salah satu kompetisi paling bergengsi di bidang astronomi dan astrofisika bagi...

Read more
Berburu Cenderamata Autentik: Destinasi Wisata Unik di Indonesia

Berburu Cenderamata Autentik: Destinasi Wisata Unik di Indonesia

2 years ago
SEA Games Hanoi, Vietnam (foto dok ist)

SEA Games 2021: Indonesia dipastikan Panen Medali Pada 18 Mei 2022

4 years ago
Next Post
Banyak Petugas Gugur, Wapres JK: Pemilu 2019 Perlu Dievaluasi

Banyak Petugas Gugur, Wapres JK: Pemilu 2019 Perlu Dievaluasi

sw-7 minuman sarang burung walet

Beritaenam.com adalah sebuah media independen, tidak memihak dalam pemberitaan, bebas dan tidak terikat dari kepentingan politik dan kelompok tertentu.

Berisi orang-orang profesional yang sudah bertahun-tahun bekerja di dunia jurnalistik.

Tujuan utama kami adalah memberikan berita informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan cerdas mengupas peristiwa.

Kategori

  • Berita
    • Teknologi
  • Catatan Agi
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
    • Seks
  • Hankam
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • Hukum
  • info
  • Internasional
  • Istana
  • Jabar
  • Kawula Muda
  • kesehatan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Metropolitan
  • motogp
  • Narkoba
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
    • Otomotif
    • Sepak Bola
  • Opinion
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • properti
  • Travel
  • Viral
  • Wisata
Beritaenam verified by Dewan Pres
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan

No Result
View All Result
  • BERITA
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • PERISTIWA
    • POLITIK
    • HUKUM
    • SELEBRITI
  • HIBURAN
    • MUSIK
    • FILM
    • KULINER
    • Wisata
  • GAYA HIDUP
    • SEKS
    • KESEHATAN
    • KECANTIKAN
  • OLAHRAGA
    • WISATA
    • SEPAK BOLA
    • OTOMOTIF
  • CATATAN AGI
  • News
  • Viral
  • Kawula Muda

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan