Manajemen Stres

Stres. Dalam kondisi begini, buat Rudi, semua jalan seakan buntu. Di rumah salah, ke kantor pun rasanya tak enak. “Bingung mau ke sana-kemari karena makin lama uang bensin juga habis,” ujar pria Batak berusia 38 tahun itu.

260
stres
stres

Beritaenam.id — Rasanya, nasib Rudi semakin tidak beruntung. Saat rekan-rekannya asyik memelototi aksi menawan Pavel Nedved dalam menggocek bola sambil kongko-kongko di kafe favoritnya, dia malah lebih banyak ngerem dan uring-uringan di rumah.

Itu bukan lantaran ketahuan berselingkuh atau punya istri simpanan, melainkan akibat ulah Dewi, istrinya. Lima bulan belakangan, kantor Rudi terus-menerus terlambat menggaji. Walhasil, slip gaji bersampul cokelat berstempel manajer keuangan itu juga molor dia setorkan.

Urusannya jadi panjang. Dewi, yang sedang hamil tujuh bulan, mulai sering ngambek. “Tahu begitu, aku tidak berhenti kerja, Bang. Lihat kan sekarang?” kata Dewi, kesal.

Stres. Dalam kondisi begini, buat Rudi, semua jalan seakan buntu. Di rumah salah, ke kantor pun rasanya tak enak. “Bingung mau ke sana-kemari karena makin lama uang bensin juga habis,” ujar pria Batak berusia 38 tahun itu.

Celaka dan Insomnia. Memang, stres karena rumitnya pekerjaan justru bisa membuat kita merasa tertantang. Hidup serasa lebih bersemangat. Tapi bagaimana jika nasib apes Rudi menimpa Anda, Tuan?

Nasib semacam itu tidak perlu kita saksikan di sinetron. Sejatinya, hal semacam itu sudah menjadi problem umum dari sekian banyak masalah yang harus dihadapi pria-pria lajang atau berkeluarga di Jakarta.

Stres. Ya, itulah dia. Bukan apa-apa. Masalah kecil menjelma jadi besar. Syukur-syukur bisa jaga diri! Sebab, salah “jalan” sedikit saja bisa runyam. Mabuk, main perempuan, dan ah… tidak usahlah!

Namun tidak sedikit orang mengaitkan sering datangnya penyakit dengan stres. Orang kerap khawatir atas suatu masalah tanpa memiliki banyak informasi mengenai faktanya.

Padahal, jika kita mengetahui lebih dalam informasi tentang fakta sesungguhnya, belum tentu masalah yang dihadapi itu perlu dikhawatirkan.

Mengelola stres. Seperti ditulis oleh Ratih Poeradisastra dalam bukunya, Perawatan Wajah Tubuh Pria, saat orang mengalami stres, tubuh akan mengeluarkan hormon, terutama hormon adrenalin dan kortikosteroid.

Celakanya, kedua hormon itu bisa meningkatkan tekanan darah, membuat jantung berdebar, serta melemahkan aliran darah ke sistem pencernaan dan otot.

Efeknya terus berlanjut. Begitu tekanan darah dan detak jantung meningkat, napas dibuat tersengal. Adrenalin pun membuat kadar gula darah naik. Jadi, saat stres menjulang, daya tahan tubuh pun seketika berkurang.

Memang, kondisi tubuh akan kembali normal seiring dengan hilangnya stres. Lain halnya jika stres itu berlangsung lama.

Efek fisik dan psikis perlahan timbul satu per satu, bahkan bisa sekaligus. Mulai sakit kepala yang disertai nyeri punggung dan linu otot, eksim, kerontokan rambut, diabetes, gangguan saraf, hingga sulit tidur yang berlangsung berlarut-larut.

Insomnia. Bisa ditebak, gangguan tidur menyebabkan rusaknya daya berpikir dan konsentrasi.

Jadi, tidak salah mengatakan bahwa orang yang sedang menderita stres justru membutuhkan lebih banyak waktu untuk tidur ketimbang Anda yang sedang hidup bahagia.

Masalah meruyak, stres memuncak.

Ibaratnya, sudah jatuh tertimpa pula oleh tangga. Sebab, bila menderita stres, niscaya Anda akan mengalami apa yang pernah dituangkan oleh Ratih dalam bukunya itu, yakni jumlah hormon seks Anda pun menurun drastis.

Pasalnya, aliran darah tidak lancar. Dan gairah seks pun merosot. Jangan sampai, deh!

 ‘Say No to TV’

Selain mengganggu kesehatan, stres merusak penampilan lantaran wajah tidak lagi berseri-seri alias kuyu terus! Inilah tujuh langkah jitu mengatasi stres ala Ratih Poeradisastra.

Berlibur

Sendiri atau bersama rekan sekantor, cara ini sangat berguna untuk sejenak menghilangkan stres sebelum berlarut.

Tidak perlu mahal, carilah tempat yang memang betul-betul favorit Anda, bukan atas referensi seseorang. Lebih bagus tempat yang belum pernah Anda kunjungi. Pantai Senggigi, umpamanya.

Meditasi/Yoga

Ini cara relaksasi untuk mendapatkan ketenangan jiwa, yaitu melatih konsentrasi dan pernapasan sekaligus. Tarik napas dalam-dalam, tahan di bawah pusar, dan keluarkan secara perlahan. Namun ada baiknya cara ini dilakukan di bawah pengawasan terapis.

Lekas Mandi

Dalam kondisi stres tahap awal, inilah pekerjaan yang “haram” ditunda terlalu lama. Sebab, kesegaran tubuh setelah penat dan lelah hanya akan selekasnya kembali begitu Anda menyiramkan air ke sekujur badan. Air dingin atau hangat, itu tergantung kondisi tubuh Anda selama tidak berkeringat!

Joging

Ini cara paling efektif, sekaligus paling murah dan mudah, untuk membuang stres. Jika teratur dilakoni, niscaya bukan cuma tubuh yang sehat, kulit pun bercahaya dan mood Anda atas apa pun menjadi lebih enak.

Say No to TV?

Bukan tidak boleh, tapi hindari menonton televisi lebih dari lima jam dalam seminggu. Apalagi ada tontonan Piala Dunia sebulan penuh. Lebih baik kembangkan hobi atau aktivitas baru yang santai tapi merangsang ide.

Sekadar santai sambil membaca Matra atau majalah eksekutif, pun tidak ada salahnya. Sebab, bacaan jenis “santai di kala sibuk” ini salah satu alat yang mampu membuat Anda merasa lebih rileks.

Pilih Makan Malam

Selain gula, keju, atau cokelat, sayuran dan buah seperti kentang, bayam, atau tomat patut Anda hindari sebelum tidur.

Mengonsumsi pisang, kurma, yogurt, ikan tuna, atau kacang-kacangan justru disarankan karena mampu membuat Anda lebih mudah tidur. Ingat, hindari makan terlalu malam jika Anda sedang susah tidur!

Cukup Segelas Susu

Jika sedang enggan makan, mengonsumsi segelas susu sebelum tidur pun rasanya cukup. Asam amino yang terkandung di dalamnya mampu membuat rileks sel-sel saraf otak. Sementara itu, kalsium akan melemaskan ketegangan otot.

Selamat bersenang-senang, kawan!